Pengertian, Jenis, dan Unsur-Unsur Pajak Menurut Para Ahli

Pajak merupakan sebuah beban kewajiban yang harus dibayarkan oleh seseorang maupun badan wajib pajak. Dalam pelaksanaannya pajak memiliki fungsi untuk menyertakan pembangunan nasional demi kesejahteraan seluruh masyarakat dalam suatu negara.

Kebijakan terbaru yang dikeluarkan pemerintah saat ini adalah adanya Tax Amnesty atau pengampunan pajak. Nah, kali ini akuntanoline.com akan membahas mengenai jenis-jenis serta unsur-unsur dalam pajak menurut para ahli.

Pengertian Pajak

pajak merupakan salah satu sumber dana penerimaan pemerintah untuk melakukan sebuah pembangunan, baik pada tingkat daerah maupun pusat yang semuanya itu telah diatur dalam undang-undang.

Pajak diperoleh dari pungutan wajib yang dikenakan kepada seluruh rakyat yang kemudian disetorkan untuk negara sebagai salah satu sumber penerimaan negara, yang tujuan nya mengelola pemerintah dan masyarakat umum.

Manfaat dari pajak tidak dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat atau wajib pajak, hal ini dikarenakan alokasi dana pajak akan digunakan untuk kepentingan umum dan bukan untuk kepentingan pribadi.

Pajak yang dalam bahasa latin “rate” adalah iuran rakyat kepada negara yang berlandaskan pada undang-undang, sehingga bersifat memaksa dan rakyat tidak dapat merasakan balas jasanya secara langsung.

Ilmuan Charles E. Mc. Lure menjelaskan bahwa pajak adalah sebuah kewajiban retribusi atau kewajiban yang dibebankan kepada para wajib pajak orang pribadi atau badan kepada negara, atau instansi publik untuk membiayai segala macam bentuk pengeluaran publik.

Fungsi Pajak

Adapun salah satu dari manfaat  pajak adalah sebagai sumber pendapatan negara dalam membiayai seluruh pengeluaran untuk pembangunan negara secara menyeluruh. Pajak yang di ambil dari masyarakat oleh pemerintah secara umum memiliki 4 fungsi, yakni fungsi anggaran atau budgeter, fungsi mengatur atau regulasi, fungsi pemerataan, dan fungsi stabilisasi. (Baca juga : Macam-Macam Jenis Pajak Di Indonesia)

Berikut ini adalah sedikit uraian mengenai ke 4 fungsi pajak secara umum :

  1. Fungsi Anggaran atau Budgeter

Pajak menjadi salah satu sumber penerimaan negara yang terbesar. Pajak yang diterima pemerintah sebagian besar diperuntukkan untuk pembangunan baik pendidikan, ekonomi, kesehatan secara nasional dan menyeluruh.

  1. Fungis Mengatur atau Regulasi

Fungsi pajak sebagai regulasi diantaranya adalah untuk mengatur kebijakan negara dalam bidang sosial ekonomi, fungsi dari regulasi  ini diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Berfungsi sebagai penghambat laju inflasi.
  • Berfungsi untuk mendorong tingkat kegiatan ekspor dan impor.
  • Pajak berfungsi dalam memberikan perlindungan atas barang produksi dalam negeri, contohnya pajak pertumbuhan nilai atau PPN.
  • Pajak berfungsi untuk menarik dan mengatur investasi modal yang dapat membantu perputaran perekonomian negara agar semakin produktif.
  1. Fungsi Pemerataan atau Distribusi

Pajak berfungsi untuk menyesuaikan pendapatan serta kesejahteraan setiap warga negara. (Baca juga :8 Teori dan Asas dalam Pemungutan Pajak)

  1. Fungsi Pajak Sebagai Stabilisasi

Pajak berperan dalam menyetabilkan kondisi atau keadaan dari perekonomian negara. Contohnya dalam menangani masalah inflasi, pemerintah dapat menetapkan tarif pajak yang tinggi sehingga berpengaruh terhadap berkurangnya peredaran uang. Contoh lain dalam menangani deflasi adalah pemerintah dapat menurunkan tarif pajak sehingga peredaran uang akan meningkat.

Lembaga Derektorat Jendral Pajak adalah lembaga yang mengelola perpajakan negara Indonesia dibawah Kementrian Republik Indonesia. Tugas utama dari DJP adalah memberikan penyuluhan, pembinaan, pelayanan, serta pengawasan kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya. (Baca juga : 7 Macam Sumber Penerimaan Negara Bukan Pajak)

Prinsip pajak dalam sistem pajak yang diterapkan di Indonesia adalah prinsip self assessment, yakni dengan kesadaran masyarakat sendiri untuk memenuhi kewajiban tersebut dengan cara menghitung serta membayarkan sendiri beban pajak yang ditanggung olehnya.

Unsur-Unsur Pajak

Dari uraian penjelasan di atas, menunjukkan pajak dalam segi ekonomi adalah pengalihan sumber dana dari sektor swasta ke sektor pemerintah. Atau secara hukum yuridis pajak adalah iuran yang sifatnya memaksa atau dipaksakan.

Terdapat empat unsur di dalam pajak, ke empat unsur tersebut adalah subjek pajak, wajib pajak, objek pajak, dan tarif pajak. Dibawah ini adalah sedikit uraian dari ke empat jenis unsur pajak tersebut :

  1. Subjek pajak, yang menjadi subjek pajak itu adalah orang atau badan usaha yang dibebani pajak yang sudah diatur atau tertera di dalam undang-undang.
  2. Wajib pajak adalah orang atau badan yang menurut undang-undang memiliki kewajiban seperti mendapatkan atau mencari nomor pokok wajib pajak atau NPWP di Dirjen Pajak guna menghitung besarnya pajak yang kemudian menyetorkan sejumlah uang pajak ke kas negara.
  3. Objek pajak, adapun objek pajak itu sendiri bisa berupa benda atau barang yang menjadi sasaran pajak. Contohnya seperti mobil, rumah dan sebagainya.
  4. Tarif pajak adalah pengenaan besarnya biaya pajak yang harus dibayarkan subjek pajak atas objek pajak yang menjadi tanggungan dari si wajib pajak. Tarif pajak umumnya dinyatakan dalam bentuk persentase.

Jenis-Jenis Pajak

Dibawah ini adalah penjelasan tentang beberapa jenis pajak untuk masyarakat atau wajib pajak yang dikelompokkan berdasarkan sifatnya, instasi pemungut, objek pajak dan subjek pajak.

1.Jenis Pajak Berdasarkan Sifatnya

Pajak berdasarkan sifatnya dibedakan kedalam dua jenis, yakni pajak langsung dan pajak tidak langsung. Berikut penjelasannya :

  1. Pajak Langsung atau Direct Tax

Adalah pajak yang dipungut secara berkala kepada wajib pajak yang berdasarkan surat ketetapan pajak. Didalamnya memuat informasi jumlah tarif pajak yang dikenakan. Contohnya seperti pajak penghasilan serta pajak bumi dan bangunan atau PBB. Sehingga pajak langsung harus dibayarkan oleh wajib pajak dan tidak bisa diwakilkan atau dialihkan. (Baca juga : 3 Sistem Dasar Pemungutan Pajak di Indonesia)

  1. Pajak Tidak Langsung atau Indirect Tax

Pajak tidak langsung merupakan pajak yang dibebankan kepada wajib pajak manakala melakukan suatu kegiatan tertentu, seperti misalnya pajak yang dikenakan atas penjualan barang mewah. Jadi pajak ini berlaku atau dikenakan saat seseorang melakukan penjualan atas barang mewah saja.

Sehingga sifat pajak tidak langsung ini hanya berlangsung sementara atau tidak dapat dipungut secara berkala seperti halnya pajak langsung. (Baca juga : Pengertian Pajak Pertambahan Nilai atau PPN, Dilihat dari Subjek, Objek dan Dasar Hukum UU)

2.Jenis pajak Berdasarkan Instansi Pemungut

Berdasarkan instasi pemungut pajak dikelompokkan menjadi dua, yakni pajak negara dan pajak daerah.

  1. Pajak Negara, adalah pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat melalui instasi terkait seperti Dirjen Bea Cukai, Dirjen Pajak, dan Kantor Inspeksi pajak yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia.
  2. Pajak Daerah adalah pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah seperti Pemda Tingkat I atau Pemda Tingkat II jadi hanya terbatas atas masyarakat di daerah itu sendiri. Contohnya seperti pajak hotel, pajak tempat hiburan, pajak usaha seperti halnya lestoran dan lain sebagainya.

3.Jenis Pajak Berdasarkan Objek Pajak dan Subjek Pajak

Berdasarkan objek dan subjek nya pajak di golong kan kedalam dua jenis, yakni pajak objektif dan pajak subjektif.

Pajak objektif adalah pajak yang diambil atau dipungut berdasarkan objek nya. Contoh seperti pajak kendaraan, bea masuk, pajak ekspor atau impor dan masih banyak yang lainnya.

Sedangkan pajak berdasarkan subjektif adalah pajak yang diambil atau dipungut menurut subjek nya, contohnya adalah pajak penghasilan dan pajak kekayaan.

Segala bentuk penghindaran atau penolakan bahkan sampai lari dari membayar pajak adalah merupakan pelanggaran hukum yang bisa dipidanakan loh, jadi mau tunggu apa lagi, Mari Bayar Pajak !

Demikian penjelasan dari kami mengenai Pengertian, Jenis serta Unsur-unsur Pajak Menurut Para Ahli semoga bermanfaat dan terimakasih atas kunjungannya.

Kunjungi juga :

Kategori PAJAK