Cara atau Proses Penyusunan Anggaran Menyeluruh

Anggaran adalah suatu rencana yang dibuat secara terperinci dan juga sistematis. Anggaran dinyatakan dalam bentuk kuantitatif atau umunya pada satuan uang. Masa waktu dari sebuah anggaran adalah satu periode atau satu tahun.

Selain itu, anggaran juga dinyatakan dalam bentuk pendapatan dan beban yang telah direncanakan.

Proses Penyusunan Anggaran

Dibawah ini adalah beberapa tahapan atau proses penyusunan suatu anggaran dalam sebuah perusahaan :

  1. Melakukan Indentifikasi Serta Evaluasi Variabel Eksternal atau Trendwatching

Trendwatching atau identifikasi dan evaluasi variabel eksternal adalah sebuah proses pengamatan terhadap tren atau gaya dari suatu perubahan lingkungan ekonomi makro serta lingkungan industri yang bertujuan dalam mengidentifikasi akan sebuah peluang yang dapat tercapai serta kemungkinan akan adanya ancaman yang akan dihadapi disetiap lingkungan tersebut.

Cakupan ruang indentifikasi variabel eksternal yakni sebuah pertimbagan untuk melihat variabel yang dapat dikendalaikan maupun variabel yang tidak mampu untuk dikendalikan. Sehingga pihak manajemen akan memperoleh sebuah manafaat yang berasal  dari akibat yang menguntungkan dan meminimalkan akibat yang mungkin akan merugikan bagi perusahaan.

Anggaran memiliki sebuah pendekatan yang koprehensip yang berdasarkan pada ekspektasi dimana aspek operasi penting dan kemudian akan dianalisis secara kritis. Lalu kemudian akan dilakukan sebuah evaluasi setiap periode dengan menggunakan cara yang benar, sehingga kemudian akan mendapatkan bantuan dari pihak yang independen yang sangat penting dalam penilaian ini.

  1. Pengembangan Tujuan Umum Perusahaan

Sebelum melakukan perumusan strategi dalam perusahaan, maka seorang pimpinan atau manajemen persuahaan harus memiliki sebuah tujuan umum dari perusahaan yang kemudian menjadi harapan untuk dapat dicapai oleh perusahan tersebut.

Adapun tujuan umum dari perusahaan ini antara lain berisi tentang :

  • Misi

Misi, misi perusahaan merupakan sebuah alat yang berfungsi sebagai alat fokus dan pemberi makna terhadap aktivitas kerja dari seluruh anggota perusahaan atau organisasi. Selain itu, misi harus menetapkan apakah bisnis perusahaan harus berbeda dengan bisnis pesaing.

  • Visi

Umumnya visi adalah gambaran atau penjelasan keadaan di masa mendatang dari sebuha organisasi atau perusahaan yang kemudian akan diwujudkan.

  • Keyakinan dasar

Keyakinan dasar merupakan suatu kepercayaan serta sebuah keyakinan akan kebenaran dari visi dan misi yang akan ditempuh dalam merealisasikan visi. Keyakinan dasar ini dapat menjadi sebuah pemicu semangat seluruh karyawan atau anggota organisasi untuk mencapai tujuan.

  • Nilai dasar

Nilai dasar adalah nilai-nilai yang dianggap penting oleh seluruh anggota organisasi. Diluar dari itu semua, nilai dasar juga dapat memandu para anggota untuk memilih berbagai alternatif yang diperlukan dalam mengatasi keadaan serta hambata yang kemungkinan terjadi dimasa mendatang.

Adapun fungsi dari nilai dasar itu sendiri adalah untuk menjadi pembatas dalam pengambilan keputusan oleh para anggota untuk mewujudkan visi demi tercapainya target tujuan perusahaan.

Tujuan umum dari sebuah perusahaan merupakan lambang dasar atau fondasi tempat untuk mengembangkan serta memperkuat kebanggaan kepada perusahaan baik manajer, staf karyawan, pemilik, serta konsumen dan pihak yang berhubungan secara komersial.

  1. Pengembangan Sasaran Khusus Bagi Perusahaan

Proses pengembangan sasaran khusus ini memiliki tujuan dalam proses anggaran, yakni untuk mengarahkan dan memfokuskan tujuan umum yang lebih terperinci lagi yang kemudian mentransformasikan informasi umum tersebut kepada informasi perencanaan yang lebih spesifik lagi.

  1. Pengembangan dan Evaluasi Strategi Perusahaan

Strategi perusahaan merupakan tujuan atau sasaran yang mendasar atas cara dan taktik yang akan digunakan dalam proses tercapainya tujuan dan sasaran yang telah direncanakan. Adapun tujuan dari pengembangan strategi ini adalah agar dapat menemukan alternatif atau cara yang terbaik dalam mencapai tujuan umum yang direncanakan serta sasaran yang spesifik.

Strategi perusahaan menginformasikan garis besar atas sebuah rencana yang akan dilakukan oleh perusahaan. Seorang menejemen eksekutif umumnya harus memiliki jiwa serta pemikiran yang kreatif serta berpartisipasi secara langsung dalam pengembangan dan penyesuiaan strategi pemasaran yang sedang dijalankan sesuai dengan variabel relevan yang dikuasai oleh manajemen.

Evaluasi strategi pemasaran dilakukan secara periodik merupakan hal yang sangat penting untuk dilakaukan sebuah analisa secara teliti atas semua jenis variabel yang relevan dan akibat yang kemungkinan terjadi dimasa yang akan  datang atau masa depan.

Setiap jenis alternatif strategi yang diajukan wajib hukumnya untuk dilakukan evaluasi secara mendalam, terperinci dan detail dengan cara melakukan identifikasi manfaat dan kelemahan yang dimiliki dalam strategi tersebut.

Beiku ini adalah beberapa kriteria dalam melakukan sebuah evaluasi strategi :

  • Konsisten interen, adalah sebuah strategi atau tindakan anggota organisasi yang saling mendukung satu sama lain.
  • Realistis adalah strategi atau tindakan yang dipilih untuk mencapai tujuan meskipun ada tantangan.
  • Pencarian peluang serta penyelesaian masalah adalah strategi yang dipilih dalam mewujudkan sebuah peluang dan sekaligus menyelesaikan masalah utama serta mengarahkan ke isu strategi utama.
  • Memiliki kemampuan dalam menyelesaikan semua masalah dan bermanfaat bagi costomer, hal ini berarti strategi yang dipakai harus sanggup mengimprove value yang dihasilkan oleh costumer.
  1. Instruksi Perencanaan Manajemen Eksekutif

Yang dimaksud dengan instruksi perencanaan dari manajemen eksekutif adalah seperti mengkomunikasikan materi perencanaan yang dibutuhkan oleh semua tingkat manajemen agar ikut berpartisipasi dalam pengembangan perencanaan laba strategis untuk tahun anggaran mendatang.

  1. Persiapan dan Evaluasi Perencanaan Proyek

 Dala persiapan pembuatan rencana proyek, rencana taktik dan rencana satrategis anggaran mempunyai konsep yang komperhensip dan biasanya akan mencakup suatu pendekatan yang sistematis dan terintegrasi.

Setiap manajemen harus mempunyai sebuah  tabel maupun grafik yang isinya tentang gambaran kapan waktu yang tepat dalam melakukan pengambilan keputusan dan perencanaan pada setiap unitnya.

  1. Pengembangan serta Persetujuan Rencana Laba Strategis dan juga Titik Penerapannya

Didalam perusahaan setiap manajer memiliki sebauh tanggung jawan dan kemudian membaginya jika hendak memulai kegiatan kerjanya untuk kemudian megembangkan rencan laba secara strategis serta sebuah taktik yang disusun secara bersama-sama.

Setiap tahun periode berjalan perusahaan memiliki perencanaan kegiatan-kegiatan yang sering disebut dengan rencana laba taktis. Setiap manajer, owner, dan pihak lain akan membutuhkan jadwal, hasil dari rencana tersebut secara periodik, laporan kerja, dan evaluasi perihal kemajuan atau proses perusahaan atas rencana laba tersebut.

Untuk diketahui bahwa, pembuatan laporan rencana dan progres perusahaan umumnya dibuat dalam kurun waktu bulanan, atau per tiga bulanan, bahkan ada yang dibuat dalam waktu tahunan.

Jika rencana laba telah rampung dibuat, maka naik pada tingkat proses selanjutnya yakni prosese persetujuan. Proses tersebut terdiri dari persetujuan, ketidak setujuan, atau saran maupun solusi.

Setelah itu jika proses persetujuan selesai dalam setiap pusat tanggung jawab. Serta apabila semua perbedaan yang terjadi telah diselaraskan dan diselesaikan, maka selanjutnya macam-macam rencana dan program yang berasal dari pusat tanggungjawab utama akan digabungkan kedalam semua rencana laba strategis dan taktis perusahaan dalam satu kesatuan utuh.

  1. Pelaksanaan Rencana Laba

Recana dari seorang manajemen yang sebelumnya sudah dikembangkan dan disetujui dalam melaksanakan proses perencanaan ini kemudian mengikut sertakan fungsi manajemen seperti melakukan pengarahan kepada bawahan untuk mencapai target tujuan dan sasaran perusahaan.

Proses manajemen yang efektif adalah sebuah manajemen yang dapat mengkomunikasikan perihal tujuan, saran, strategi, serta kebijakan perusahaan dalam semua tingkatan dan juga harus dapat dimengerti oleh bawahannya.

Dalam proses perencanaan laba yang luas serta program yang bekaitan dengan proses pengendalian dapat membantu dalam melaksanakan fungsi dari manajemen ini. Dimana nanti rencana, strategi serta kebijakan yang sudah dibuat ini akan dapat menetapkan dasar untuk komunikasi yang efektif antara anggota.

  1. Penggunaan Laporan Kinerja Periodik

Jika rencana laba telah dilakukan dalam periode tertentu, maka selanjutnya adalah membuat laporan kinerja periodik yang disusun berdasarkan laporan bulanan. Dibawah ini adalah rincian isi dari laporan kinerja :

  • Laporan kinerja disusun secara aktual periodik
  • Adanya perbandingan antara kinerja secara aktual dan rencan kerja
  • Menampilkan perbedaan sebagai varian kinerja yang kemudian mendatangkan keuntungan atau tidak.

Dalam prakteknya antara laporan keuangan internal dan eksternal dibuat secara jelas dan objektif. Berikut ini merupakan 3 jenis kelompok laporan internal :

a. Laporan statistik

Laporan ini berisi penjelasan mengenai statistik kuantitatif internal dasar yang berisi tentang aktivitas dari perusahaan.

b. Laporan menejerial

Laporan menejerial ini berisi laporan khusus perihal masalah manajerial yang tidak berulang serta masalah-masalah khusus yang terjadi didalam perusahaan.

c. Laporan kinerja periodik

Adalah jenis laporan kerja yang memilik masa periode yang pendek, namum memiliki peran yang penting dalam sistem pengendalian yang efektif.

  1. Penggunaan Anggaran Biaya Fleksibel

Dalam anggaran fleksibel atau yang sering dikenal dengan istilah anggaran variabel memiliki sebuha konsep yang hanya bisa digunakan pada jenis biaya yang terpisah dari rencana laba  yang telah dibuat sebelumnya. Sehingga anggaran fleksaibel ini sering juga disebut sebagai anggaran tambahan.

Pada anggaran fleksibel ini akan menjelaskan sebuah informasi yang realitis mengenai biaya yang dapat digunakan dalam menghitung jumlah anggaran untuk segala macam jumlah output atau tingkat operasinya dari setiap pusat tanggungjawab.

  1. Penerapa Tindak Lanjut

Dalam sebuah penerapan tidak lanjut umumnya menggunakan alat pemisah antara sebab dan akibat. Misalnya seperti macam-macam kinerja masuk kedalah sebuah akibat atau hasil. Maka dalam hal ini pihak manajemen harus mengetahui dan dapat menentukan sebab yang mendasari hal tersebut.

Adanya proses identifikasi ini merupakan tugas serta tanggung jawab dari manajemen lini. Untuk menentukan sebuah sebab dan akibat memerlukan analisis macam-macam kinerja yang akan terpilih lalu kemudian menganalisis hal yang  mendatangkan sebuah keuntungan atau tidak.

Dalam kasus varian kinerja yang mendatangkan keuntungan memiliki sebuah sebab yang mendasar yang kemudian harus dilakukan identifikasi. Dimana sebab yang mendasar ini akan menjadi sebuah informasi yang berharga dalam meningkatkan efisiensi dan pengembangan dukungan yang positif dalam aktivitas perusahaan serta bagi karyawan yang kurang berhasil.

Sebalik, dalam kasus varian yang tidak mendatangkan keuntungan, maka harus dilakukan sebuah identifikasi alternatif tentang tindakan apa yang harus dilakukan guna untuk memperbaikinya.

Sekian penjelasan mengenai Cara atau Proses Penyususnan Anggaran, terimkasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat.

Kunjungi juga :