Pengetian, Perbedaan Serta Contoh Uang Kartal dan Uang Giral

Pengertian Pasar Uang, Fungsi, dan Instrumen Pasar Uang | Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa kebutuhan manusia itu bersifat tidak terbatas hal ini kemudia membuat manusia tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Dahulu, setiap individu berusaha untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Contohnya seperti saat merasa lapar, manusia akan berburu binatang dihutan untuk memenuhi kebutuhan dapurnya.

Meraka juga membuat pakaian sendiri dari bahan-bahan sederhana yang disediakan oleh alam, contohnya seperti menggunakan daun atau kulit binatang. Hal ini berlanjut sekian lama dan pada akhirnya mereka menyadari bahwa mereka tidak mampu memenuhi kebutuhannya sendiri.

Maka pada fase berikutnya manusia mulai melakukan pertukaran barang atau yang lebih kita kenal dengan istilah barter. Namun demikian, barter memiliki kelemahan. Kelamhan dari pertukaran barang atau barter tersebut adalah sulitnya menentukan nilai tukar barang dan sulitnya menyimpan barang yang akan ditukar.

Mengetahu akan kelemahan dari sistem barter tersebut, akhirnya manusia menggunakan logam mulia seperti halnya emas dan perak sebagai alat tukar. Lalu berlanjut kemudian manusia mulai menggunakan uang sebagai alat tukar yang dianggap lebih mudah.

Lalu apa itu sebenarnya uang.? Uang adalah sesuatu yang dapat dipergunakan untuk mempermudah pertukaran dengan barang  yang kita butuhkan.

Baca juga :
Pengertian Goodwill dalam Akuntansi
Pengertian dan Perbedaan Akun Pasiva dan Aktiva
Laporan Kuangan Perusahaan Manufaktur

Seiring dengan perkembangan zaman, kita mengenal istilah uang kartal dan uang giral. Nah pada kesempatan kali ini kami admin akuntanonline.com akan menjelaskan apa itu uang kartal dan uang giral lengkap dengan contoh dan perbedaaanya. Berikut ini adalah penjelasan dan pengelompokan dari dua jenis uang tersebut :

Pengertian Uang Kartal

Uang kartal adalah uang yang kita pakai dalam kehidupan sehari-hari sebagai alat tukar atau digunakan dalam transaksi pembayaran jual beli barang secara sah. Uang kartal terbagi menjadi dua, yakni uang logam dan uang kertas.

Uang Logam

Uang logam berdasarkan sejarah perkembangannya merupakan uang yang pertama kali dibuat dan  digunakan sebagai alat pemabyaran yang sah. Mata uang logam dibagi menjadi tiga macam yakni, mata uang standar, mata uang tandap (bercap) dan mata uang pencocok.

  1. Mata Uang Standar

Mata uang standar adalah jenis mata uang yang bebas dibuat dan bisa digunakan sebagai alat pembayaran yang sah, dengan jumlah yang tidak terbatas.

Setiap uang logam memiliki nilai nominal yang sudah disesuaikan dengan nilai intrinsiknya atau nilai bahanya.

Mata uang standar atau yang juga sering disebut dengan full bodied money yang memiliki arti mata uang yang  nilai nominalnya sama dengan nilai intrisiknya.

Contoh untuk mata uang standar adalah uang logam emas.

  1. Mata Uang Tandap atau Bercap

Mata uang tandap (becap) adalah mata uang yang tidak bebas dibuat. Mengapa demikian? Hal ini karena uang tersebut memiliki nilia nominal yang tidak sama dengan nilai intrinsiknya.

Namun, mata uang tandap (bercap) masih dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang sah sampai dengan jumlah yang tidak terbatas.

Isitilah teken money adalah menggambarkan mata uang logam yang nilai nominlnya sama dengan nilai intrinsiknya. Contohnya seperti uang logam yang bernilai Rp.100 dan Rp.500, yang pembuatan logamnya bernilai lebih dari  Rp.1000.

  1. Mata Uang Pencocok

Mata uang pencocok adalah mata uang kecil atau receh yang bisa digunakan sebagai alat pembayaran sampai jumlah yang terbatas. Contohnya seperti uang logam Rp.10, Rp.25, Rp.50, Rp.100, dan Rp.500. jenis mata uang ini tidak bebas dibuat.

Kelebihan da Kekurangan Uang Kartal Jenis Logam

Kelebihan pada jenis uang logam yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari  ini antaralain adalah :

  1. Kuat dan tahan lama.
  2. Mudah untuk disimpan dan dibawa kemana-mana.
  3. Mudah ditukar dengan barang.

Kekurangan uang logam :

  1. Persediaan logam yang terbatas, dan
  2. Jika membawa uang logam dalam jumlah yang banyak akan mengakibatkan beban yang berat.

Uang Kertas

Selain berbentuk logam, uang kartal juga berupa uang yang terbuat dari kertas. Pada awal mulanya uang kertas berupa surat tanda penyimpanan yang serupa degnan deposito emas atau deposito uang logam.

Uang kertas pada awalnya adalah suatu surat pengakuan hutang oleh bank yang bisa ditukar dengan emas sewaktu-waktu. Pada perkembanganya surat pengakuan hutang bank berdar sebagai uang.

Di Indonesia sendiri sampai saat ini uang kertas yang beredar mulai dari beberapa nilai pecahan seperti Rp.1000, Rp.5.000, Rp.10.000,  sampai pada angka pecahan Rp.100.000. dalam pembuatannya, uang kertas dibuat dengan menggunakan kertas khusus untuk menghidari tindakan pemalsuan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Baca juga :
7 Sumber Penerimaan Negara Bukan Pajak
8 Teori Asas dalam Pemungutan Pajak
Pengertian Pajak Pertambahan Nilai Dilhat dari Subjek, Objek dan dasar Hukumnya
Pengertian Wajib Pajak Lengkap dengan Hak dan Kewajibannya

Pengertian Uang Giral

Uang giral atau yang disebut juga dengan istilah demand deposit yang maknanya saldo rekening koran yang ada di bank dan sewaktu-waktu bisa digunakan oleh pemiliknya. Uang giral merupakan uang yang sah secara ekonomi, tetapi tidak secara hukum.

Hal ini karena uang giral hanya berlaku untuk kalangan tertentu saja, sehingga tidak sedikit orang yang menolak menggunakan uang giral. Hal lain yang perlu untuk diketahui adalah bahwa uang giral ini dapat dicairkan hanya dengan menggunakan cek atau giro.

Cheque atau Cek

Cek adalah sebuah perintah kepada bank untuk membayarkan uang kepada seseorang yang namanya tertera didalam cek tersebut. Cek dikenal dengan tiga macam nama, yakni cek atas unjuk, cek atas nama dan cek silang.

Untuk memperjelas silahkan lihat pada gambar berikut ini :

contoh cek

Bilyet Giro

Bilyet giro adalah sebuah surat perintah nasabah kepada bank untuk memindahkan sejumlah uang dari rekening seseorang kepada rekening nasabah lain sesuai perintah. Ini menandakan bilyet  giro tidak dapat ditukar uang dengan uang tunai di bank penerimanya.

Beriut adalah contoh dari bilyet giro :

contoh bilyet giro

Pada dasarnya uang giral dapat terbentuk manakala seseorang menyetor uang tunai ke bank, lalu kemudian uang tersebut ditulisi nama yang menyetor uang tunai dan uang kartal tersebut akan berubah menjadi uang giral.

Uang giral hanya berlaku pada wilayah yang terbatas, hal ini karena uang giral diciptakan oleh bank itu sendiri.

Dari penjabaran diatas, kita dapat menarik sebuah kesimpulan bahwa uang yang berdar dimasyarakat ini terbagi menjadi dua, yakni uang kartal dan uang giral. Dimana uang kartal adalah uang yang terdiri dari uang logam dan uang kertas, sedangkan uang giral adalah uang yang berbentuk cek atau bilyet giro.

Perbedaan Uang Kartal dan Uang Giral

Berdasarkan peraturan Undang-Undang Bank  Sentral, uang giral tidak memiliki batasan nominal layaknya pada uang kartal. Kedua uang ini memiliki beberapa perbedaan yang ditinjau dari beberapa asepek diantaranya adalah sebagai berikut :

Perbedaan uang kartal & uang giral
  1. Perbedaan Sifat

Uang kartal adalah alat pembayaran yang sah dan wajib diterima oleh masyarakat umum, sedangkan uang giral meskipun diakui sebagai alat pembayaran yang sah, masyarakat umum boleh menolah atau tidak wajib menerimanya.

  1. Perbedaan Wujud

Perbedaan yang mendasar dari uang kartal dan uang giral terletak pada wujudnya. Dimana uang kartal dapat kita temui dalam bentuk logam atau kertas. Sedangkan uang giral berbentuk cek bilyet giro yang pada umumnya berupa koran-koran.

Pada uang kartal akan menjadi sangat merepotkan jika dalam jumlah banyak, hal itu karena akan membutuhkan banyak tempta. Disisi lain kita harus menghitungnya lembar demi lembar untuk mengetahui jumlah uang kartal tersebut.

Sedangkan penggunaan uang giral amatlah praktis, hal ini karena nominal uang bisa kita tulis dalam selembar kertas yang bernama cek maupun bilyet giro. Jadi kita tidak perlu repot-repot menghitungnya untuk mengetahui jumlahnya. Selain itu penyimpananya tidak membutuhkan banyak tempat seperti halnya uang kartal.

  1. Perbedaan Tingkat Keamanan

Tingkat keamanan pada penyimpanan dari kedua jenis uang ini  juga menjadi sebuah perbedaan. Pasalnya, menyimpan uang kartal dalam jumlah banyak cukup beresiko, seperti kehilangan. Namun jika kita kehilangan uang giral, kita dapat langsung melakukan pencegahan dengan cara melaporkan kejadian tersebut kepada pihak bank, sehingga kemudian pihak bank akan menangguhkan pencairan uang giral tersebut.

  1. Pihak yang Berwenang Mengeluarkannya

Uang kartal hanya bisa diterbitkan oleh lembaga yang diberikan kewenangan atau di tunjuk oleh negara dalam hal ini adalah BI atau Bank Indonesia yang ditunjuk negara untuk mencetak dan menarik peredaran uang kartal yang beredar.

Hal ini tertulis dalam UU Bank Sentral NO 13 Tahun 1968 pasa 26 Ayat 1, yang berbunyi kewenangan Bank Indonesia adalah mengeluarkan uang kartal, seperti logam atau kertas hak ini disebut hak Oktrori.

Maka jika uang kartal  hanya boleh dikeluarkan oleh Bank Indonesia, lain halnya dengan uang giral yang dapat dikelurakan oleh semua bank sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

  1. Perbedaan Sistem Peredaran

Seperti yang  kita ketahui bersama bahwa jenis uang karta beredar pada semua lapisan masyarakat dan menjadi alat pembayaran yang sah. Sementara untuk uang giral, umumnya hanya beredar dikalangan tertentu saja. Kalangan ini terdiri dari masyarakat kelas ekonomi menengah ke atas yang familyar dengan sistem perbankan.

Demikianlah tadi penjelasan dari kami mengenai Pengertian, Perbedaan serta Contoh Uang Kartal dan Uang Giral. Semoga bermanfaat dan membantu para pemabaca sekalian.

Kunjungi juga :