Pengertian Trust, Contoh dan Cara Pembentukannya

Trust merupakan sebuah peleburan dari beberapa jenis badan usaha yang kemudian menjadi satu perusahaan baru, sehingga akan terbentuk dan mendapatkan kekuasaan yang besar dan monopoli.

Bentuk kerjasama atau perusahaan atau badan usaha trust antara lain seperti Hoding, Kartel, Company, Corner and Ring, Concern, Joint Venture, Merger, Syndicate, dan Production Sharing and Waralaba (Franchise) merupakan salah satu bentuk penggabungan dari badan usaha.

Pengertian Trust Menurut Para Ahli

Edilius & Sudarsono menjelaskan pengertian trust sebagai berikut :

Trust merupakan perusahaan gabungan, maksudnya adalah perusahaan yang diadakan untuk melakukan pengawasan produksi atau distribusi barang atau jasa tertentu termasuk secara monopoli, serta penyerahan harta untuk diatur atau dikelola orang lain.7

Sedangkan Komarudin menjelaskan trust adalah suatu bentuk pemusatan dari gabungan badan-badan usaha yang harta miliknya disatukan.8

Badan usaha yang tergabung dalam trust secara hukum yuridis berdiri sendiri, sehingga dalam arti ekonomi mereka kehilangan kemerdekaan. Hal ini karena modal saham mereka berada dalam tangan sebuah badan/orang yang mengendalikannya.

catatan :
Trust terbentuk dengan cara mendirikan sebuah “holding company” atau bisa juga melalui peleburan beberapa badan usaha.


7 Edilius – Sudarsono, 1994. Kamus Ekonomi Uang dan Bank, Jakarta, Rineka Cipta, hal. 248.
8 Komarudin, 1982. Ekonomi Perusahaan dan Manajemen. Jakarta, Alumni, hal. 152

Proses atau Langkah Pembentukan Trust

Proses pembentukan Trust memerlukan 3 macam cara pemusatan seperti dalam bentuk konsentrasi mendatar atau horizontal, atau dengan menggunakan konsentrasi menegak atau vertikal, serta juga menggunakan konsentrasi sejajar atau paralel.

Di bawah ini adalah penjelasan dari ke tiga jenis macam cara pemusatan yang dimaksudkan di atas :

Baca juga : Contoh Gaya Kepemimpinan dalam Perusahaan

Konsentrasi Horizontal

Konsentrasi horizontal merupakan pemusatan beberapa badan usaha yang memiliki kesamaan dalam konsentrasi nya.

Motivasi serta tujuan dari konsentrasi horizontal adalah untuk dapat menguasai pasar dengan cara memperoleh harga pokok yang rendah supaya meringankan resiko agar dapat menguasai pasar.

Adapun keuntungan lain dari konsentrasi horizontal ini adalah dapat merasionalisasikan produksi, mencegah investasi modal yang berlebihan serta dapat menggandakan penghematan atas ongkos perusahaan.

Contoh Perusahaan Konsentrasi Horizontal

Diumpamakan perusahaan pertama adalah sebuah perusahaan yang bergerak pada penggalian biji besi, sedangkan perusahaan kedau adalah perusahaan yang bergerak dalam peleburan besi yang menghasilkan potongan-potongan besi atau baja.

Perusahaan ketiga adalah perusahaan yang membentuk mesin-mesin, perusahaan ke empat adalah perusahaan pengepakan barang, dan perusahaan kelima adalah perusahaan yang bergerak pada bidang transportasi.

Konsentrasi Vertikal

Yang dimaksud dengan konsentrasi vertikal adalah sebuah perusahaan hasil dari gabungan beberapa badan usaha yang bergerak dalam bidang proses produksi (menghasilkan barang berturut-turut) yang kemudian bersatu menjadi satu badan usaha.

Contohnya, penggabungan harta milik badan-badan usah menjadi satu badan usaha, serta menjadi satu manajemen yang sama.

Baca juga : Pengertian Barang Ekonomi, Bebas dan Illith

Intinya dari konsentrasi vertikal ini bisa dimulai dari proses produksi sampai pada melayani konsumen. Dengan kata lain konsentrasi vertikal badan usaha adalah rangkaian dalam proses produksi yang dilebur menjadi satu.

Konsentrasi Pararel

Konsentrasi pararel merupakan penggabungan beberapa badan usaha yang kegiatannya memproduksi atau menjual barang-barang yang berlainan, namun untuk pesanan yang sama.

Contohnya seperti badan usaha yang beroperasi di perkebunan kopi, teh, karet dan kina ke dalam suatu konsentrasi atau penggabungan manajemen yang sama.

Manfaat dari konsentrasi pararel ini adalah untuk membawa pengaruh terhadap tingkatan efisinensi dan kemungkinan kerugian yang kemungkinan diderita.

Keuntungan Konsentrasi Pararel

Berikut ini adalah beberapa keuntungan yang dimiliki dari konsentrasi paralel :

  1. Efisiensi dalam bidang ongkos, hal ini terjadi karena ongkos-ongkos untuk reklame, organisasi serta manajemen penjualan digabung dari beberapa badan usaha. Syarat penjualan memungkinkan lebih baik dan tepat serta menyenangkan.
  2. Jika ada suatu barang yang merugikan, maka kerugian tersebut bisa ditutupi dengan keuntungan-keuntungan dari barang lainnya.

Hal ini membuat resiko bisa didistribusikan antara para anggota yang tergabung atau terkonsentrasi dalam trust. Kompensasi tersebut tentunya akan memberikan suasana tenang bagi perusahaan-perusahaan yang tergabung.

Contoh Perusahaan Trust

Salah satu perusahaan yang berdiri dengan gabungan dari beberapa perusahaan atau Trust adalah Bank Mandiri.

Dimana Bank Mandiri ini adalah gabungan dari beberapa bank seperti Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Pembangunan Indonesia, serta Bank Ekspor Impor Indonesia.

Sumber tersebut kami dapat dari Wikipedia.

Nah, demikianlah penjelasan dari kami mengenai Pengertian Trust, Contoh dan Proses Pembuatan nya. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan para pembaca sekalian. Terimakasih ^^

Kunjungi juga :

Kategori BISNIS