Pengertian Surat Izin Tempat Usaha atau SITU dan Syarat-Syarat Perpanjangan SITU

Akuntanonline.com | Setiap perusahaan atau sebuah kantor pastinya harus memiliki lapak atau lahan tempat usaha  yang akan digunakan untuk menjalankan usaha atau bisnis nya tersebut. Tidak hanya itu, perusahaan atau kantor tersebut harus mengantongi perizinan atas tempat yang mereka bangun untuk menjalankan usaha atau kantornya.

Pada kesempatan yang lalu kami telah membahas mengenai surat izin usaha perseorangan atau SIUP.  Maka pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai surat izin tempat usaha atau SITU.

Apa itu SITU..? Jika anda belum tau mengenai apa itu SITU ada baiknya anda baca hingga akhir artikel ini. Karena akuntanonline.com akan membahasnya secara singkat padat dan bermutu.

Baca juga:

Pengertian SITU / Surat Izin Tempat Usaha

SITU merupakan bentuk surat izin yang dikeluarkan atau diberikan oleh badan hukum setempat baik untuk perusahaan, perorangan, atau suatu badan usaha untuk memperoleh tempat usaha sesuai dengan tata ruang wilayah yang diperlukan dalam rangka penanaman suatu modal.

Situ merupakan surat izin tempat usaha yang dikeluarkan oleh badan hukum setempat yang harus anda miliki sebelum anda mendirikan suatu perusahaan atau kantor. Manfaat lain dari surat izin ini adalah agar perusahaan atau kantor tempat usaha anda terhindar dari gangguan oleh pihak lain dan kerugian yang mungkin saja akan terjadi.

Baca juga:

Just information for you:

Apabila anda ingin mendirikan sebuah usaha, maka anda harus mengantongi SITU dan SIUP. Sebagai sebuah syarat atau ketentuan yang harus dimiliki oleh setiap pengusaha.

Jika anda tidak memiliki kedua jenis surat ini saat akan mendirikan perusahaan atau usaha, maka anda akan terkena sanksi. Terlebih lagi bila anda akan mendirikan sebuah perusahaan yang cukup besar, makan syarat akan kepemilikan surat izin ini  harus anda miliki. Karena peraturan ini resmi dikeluarkan oleh pemerintah.

Jadi, kami  sarankan anda sudah mempersiapkan kedua jenis surat izin usaha (SIUP & SITU) ini terlebih dahulu sebelum anda memulai usah anda.

Baca juga:

Dasar hukum SITU biasanya dikeluarkan oleh pemerintah dalam bentuk “Peraturan Daerah” atau Perda. Didalam Perda ini diatur mengenai bagaimana cara atau sistem untuk memperoleh surat izin tempat usaha dan informasi lain mengenai SITU tersebut.

Proses Pengurusan Surat Izin Tempat Usaha / SITU

Berikut ini adalah beberapa prosedur atau proses dalam pengurusan surat izin tempat usaha yang perlu anda ketahui sebelum mengajukan pembuatan SITU:

  • Hal pertama yang harus anda lakukan adalah mengisi formulir SITU dengan melampirkan keterangan izin surat secara tertulis dari tetangga kanan, kiri, depan dan belakang. Izin tersebut dalam bentuk tanda tangan dan menyatakan tidak keberatan dengan adanya usaha yang akan dijalankan oleh orang yang membuat SITU tersebut.
  • Meminta pengesahan untuk formulir permohonan SITU yang diketahui oleh pejabat kelurahan dan kecamatan setempat sebagai pemerkuat izin SITU yang akan kita ajukan.
  • Setelah izin SITU telah diketahui oleh lurah dan camat setempat, maka selanjutnya formulir permohonan pembuatan SITU tersebut naik ke Kota Madia atau Kabupaten setempat untuk memperoleh Surat Izin Tempat Usaha atau SITU.
  • Mengeluarkan sedikit uang untuk membayar izin usaha tersebut dan mendaftar ulang.

Baca juga:

Persyaratan Surat Izin Tempat Usaha atau SITU

Berikut ini merupakan beberapa syarat-syarat yang harus dilakukan seseorang sebelum ingin mengajukan pembuatan Surat  Izin Tempat Usaha atau SITU:

Baca juga:

[LENGKAP] Pengertian Valuta Asing, Fungsi dan Jenis Valuta Asing
5 Jurnal Khusus Perusahaan Dagang
12 Contoh Bukti Transaksi Pembayaran Dalam Perusahaan
Laporan Arus Kas Metode Langsung dan Tidak Langsung Lengkap Dengan Contoh dan Penjelasannya

  • Surat permohonan yang di sertai dengan materai Rp.6000,- dan lengkap dengan stampel atau cap perusahaan tersebut.
  • Foto copy KTP sang pemohon (direktur/pemilik/penangungjawab) dan surat izin khusus bagi warga negara asing.
  • Adanya surat kuasa dan foto copy KTP penerima kuasa apabila pengurusan surat izin tempat usaha tersebut dilimpahkan kepada orang lain.
  • Foto copy IMBG yang seusai dengan aktivitas usaha dan masih berlaku.
  • Foto copy evidensi penguasaan hak tanah yang terdiri dari perjanjian sewa menyewa, sertifikat, perjanjian pinjam pakai dan perjanjian lainnya yang masih memiliki keterkaitan nya dengan izin pembuatan SITU tersebut.
  • Foto copy STTS PBB dan SPPT tahun terakhir.
  • Foto copy akte pendirian perusahaan atau kantor dan akte perubahannya serta akte pengesahannya.
  • Adanya persetujuan dari masyarakat setempat atau tetangga yang berjarak radius 200m dari lokasi bakal tempat usaha yang dikenal oleh RT/RW/Lurah/Camat.
  • Adanya surat keterangan domisili usaha nya tersebut.

Surat Izin Tempat Usaha atau SITU biasanya bisa dilakukan perpanjangan paling lama 3 tahun serta jika sudah habis masa berlakunya SITU atau Surat Izin Tempat Usaha tersebut.

Syarat Perpanjangan Surat Izin Tempat Usaha atau SITU

jika sebelumnya anda sudah memiliki SITU dan kemudian surat izin tempat usaha anda sudah hampir habis masa berlakunya, maka berikut ini kami akan berikan beberapa syarat bagi anda yang ingin memperpanjang surat izin tempat usaha.

  • Foto copy IMB
  • Foto copy Surat Izin Tempat Usaha yang lama
  • Foto copy STTS PBB dan SPPT tahun terakhir
  • Foto copy akte pendirian usaha, khususnya bagi PT atau Perseroan Terbatas dan melampirkan pengesahan atas pendirian perusahaan atau kantor dari HAM atau Menteri Hukum.
  • Adanya surat keterangan domisili usaha dari kecamatan setempat.

Masa penantian dari pengajuan pengurusan SITU kurang lebih selama 5 hari kerja, baik untuk pembuatan Surat Izin Tempat Usaha baru maupun pengurusan perpanjangan SITU. Masa berlaku dari Surat Izin Tempat Usaha adalah selama 3 tahun berjalan. Dan apabila ingin hendak memperpanjang masa surat izin tempat usaha haruslah memenuhi beberapa syarat yang sudah kami paparkan di atas.

Baca juga:
Pengertian dan Cara Mudah Menghitung Harga Pokok Penjualan
Macam-Macam Jenis Strategi Pemasaran
[LENGKAP] Pengertian Asuransi, Asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah
Pengertian Petty Cash / Kas Kecil dan Fungsinya
Pengertian Stock Opname, Tujuan dan Masa Periode nya

Demikianlah penjelasan dari kami mengenai “Pembuatan Surat Izin Tempat Usaha atau SITU dilengkapi dengan syarat perpanjangan SITU” semoga bermanfaat dan membantu para pembaca setia akuntanonline.com.

Baca juga artikel lainya:

Contoh MOU Yang Baik dan Benar
Contoh Surat Penawaran Yang Benar Dan Baik
Macam-Macam Contoh Surat Pernyataan Yang Benar
Contoh Surat Lamaran Kerja Via e-mail
Contoh Surat Keterangan Kerja Yang Baik dan Benar
Contoh Surat Pengunduran Diri Dari Perusahaan

2 pemikiran pada “Pengertian Surat Izin Tempat Usaha atau SITU dan Syarat-Syarat Perpanjangan SITU”

    • umumnya untuk masa berlaku dari surat izin tempat usaha adalah selama 3 tahun berjalan. Namun semua itu dikembalikan lagi pada peraturan daerah tempat tinggal masing-masing.

      Karena dasar hukum dikeluarkannya SITU berada dalam peraturan daerah.

      Balas

Tinggalkan komentar