Pengertian Suku Bunga, Jenis dan Contoh Suku Bunga

ِSuku bunga pada dasarnya merupakan sebuah balas jasa yang diberikan oleh pihak bank kepada para nasabahnya. Bunga dapat kita ketahu dari dua segi, yakni dari segi penawaran dan segi permintaan.

Bunga dilihat dari segi penawaaran merupakan sebuah pendapatan atas pemberian kredit,  sehingga pemilik dana akan menggunakan dananya untuk melakukan investasi dengan catatan perjanjian harga yang tinggi.

baca juga: [LENGKAP PENGERTIAN] Ciri dan Karakteristik Perusahaan Dagang

Sedangkan suku bunga dilihat dari segi permintaan merupakan sebagai biaya terhadap pinjaman atau imbalan atas penggunaan uang yang dipinjam oleh nasabah bank tersebut. Dalam transaksi ini kita juga mengenal istilah suku bunga.

Dan pada kesempatan kali ini kami akan membahas secar tuntas mengenai pengertian dari suku bunga, jenis beserta contoh dari suku bunga.

 Pengertian Suku Bunga

Menurut H. Freud Wiston dan Eugene F. Brigham, suku bunga merupakan harga yang harus dibayarkan atas modal serta keutungan modal yang merupakan hasil dari ekuitas.

baca juga [LENGKAP] Pengertian Pasar Uang, Fungsi, dan Instrumen Pada Pasa Uang

Dari pendapat diatas kita dapat menyimpulkan bahwa suku bunga  merupakan sebuah balas jasa yang diberikan kepada seseorang atau lembaga atas modal yang ditanamkan atau dipinjamkan seseorang atau lembaga tersebut kepada pihak pemberi modal atau peminjam modal dalam bentuk prensentase.

Jenis-Jenis Suku Bunga dan Contoh Suku Bunga

Saat seseorang meminjam uang ke bank atau lembaga keungan lain, maka seseorang itu akan dibebankan atau dikenakan bunga dari bajnk atau lembaga keungan tersebut. Nah, sebelum kalian terlanjur terjerat pada bunga ada baiknya kalian mengetahui terlebih dahulu jenis-jenis dari suku bunga.

baca juga [LENGKAP] Pengertian, Contoh, Serta Ciri-ciri Dari Pasar Monopolistik

Jika kalian sedang melakukan perbandingan antara presentase bunga pinjaman dari bank satu dengan bank lainya, pastikan kalian membandingkan jenis bunga  yang berjenis bunga flast aatu anuitas, dan bunga efektif.

Suku bunga pada dasarnya dibagai menjdai dua,  yakni suku bunga simpanan dan suku bunga pinjaman. Namun, secara umum suku bunga dibagi menjadi empat jenis suku bunga. Yakni suku bunfa efektif, suku bunga anuitas, suku bunga flat, dan suku bunga mengembang.

baca juga Pengertian Manajemen Kas, Tujuan dan Contohnya

Dan berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing  suku bunga tersebut beseta contohnya:

  • Suku Bunga Simpanan

Suku bunga simpanan merupakan suku bunga yang diberikan pihak bank kepada nasabahnya sebagai suatu balas jasa yang diberikan pihak bank kepada para nasabah, karena telah mempercayakan dananya di simpan di bank tersebut. Dengan kata lain, bunga simpanan merupakan harga yang harus dibyar pihak bank kepada  para nasabah.

baca juga Cara Menghitung SHU, Pembagian SHU dan Contoh Soalnya

Berikut ini adalah beberapa contoh dari suku bunga simpanan; Bunga tabungan, bunga deposito dan bunga jasa giro.

  • Suku bunga Pinjaman

Suku bunga pinjaman merupakan kebalikan dari  suku bunga simpanan. Yakni suku bunga yang dibebankan atau yang harus dibayarkan pihak nasabah kepada pihak bank, atas pinjaman modal yang diberikan pihak bank kepa nasabah.

baca juga Pengertian Kebutuhan Primer, Sekunder, Tersier Beserta Dengan Cotohnya

Contoh dari suku bunga pinjaman ini adalah kredit.

  • Suku Bunga Efektif

Suku bunga efektif adalah suku bunga yang dihasilkan dari perhitungan nilai pokok yang belum dibayar atau terhutang. Suku  bunga ini dihitung setiap masa akhir periode angsuran, dimana nilai bunga yang harus dibayar oleh nasabah semakin lama semakin berkurang atau mengecil, yang akan menyebabkan angsuran tiap bulanya menurun dari waktu ke waktu.

baca juga Contoh Surat Keterangan Kerja Yang Baik dan Benar

Pada angsuran bunga kedua akan semakin kecil dibandingkan angsuran pertama, dan begitu seterusnya. Berikut ini kami berikan rumus perhitungan dari suku bunga efektif.

Rumus:

Bunga Perbulan = Saldo akhir periode x Suku bunga pertahun / 12.

Contoh perhitungan:

Budi memiliki hutang di bank sebesar Rp.100.000.000,- dengan cicilan pokok perbulan sebesar Rp.10.000.000,- dan bunga efektifnya 12% pertahun. Hitunglah suku bunga efektif yang harus dibayarkan Budi setiap bulanya ke bank.

baca juga Beberapa Contoh Gaya Kepemimpinan Dalam Suatu Perusahaan

Diketahui:

 jumlah hutang Rp.100.000.000

cicilan pokok/bulan Rp.10.000.000

bunga efektif pertahun 12%

cara kerja:

Bulan pertama bunganya 1%x100.000.000 = Rp.1.000.000

Bulan keduan bunganya 1%x90.000.000=Rp.900.000

Bulan ketiga bunganya 1%x80.000.000=Rp.800.000

Begitu seterusnya sampai selesai.

 

  • Suku Bunga Flat

Suku bunga flat merupakan suku bunga yang dibayarkan berlandaskan pada jumlah pembayaran hutang pokok, dan besaran bunganya sama setiap bulanya. Suku bunga ini biasanya digunakan untuk kredit jangka pendek semisal kredit kendaraan dan KTA.

baca juga 

Suku bunga flat ini merupakan suku bunga yang paling gampang. Karena tiap buulan jumlah bunga yang harus dibayarkan sama, begitu juga dengan cicilan pokoknya. Berikut ini adalah rumus dari suku bunga flat:

Rumus:

Bunga Perbulan = Jumlah pinjaman x suku bunga pertahun/12

Contoh:

Budi memiliki pinjaman di bank sebesar Rp.80.000.000,-  dengan besaran bunga flat 12% per tahun, maka setiap bulanya Budi dibebankan membayar bungan sebesar Rp.800.000.

  • Suku Bunga Anuitas

suku bunga anuitas merupakan hasil dari modifikasi suku bunga efektif. Ini dilakukan untuk memberikan kemudahan para nasabah dalam membayar cicilan per bulan. Karena jumlah angsuran yang harus dibayarkan sama setiap bulanya.

Pada suku bunga ini, jumlah angsuran yang harus dibayarkan nasabah tetap. Namun, pada pokok angsuran dan komposisi bunga akan mengalami perubahan tiap periodenya. Dimana angsuran pokok perbulanya akan membesar disisi lain nilai bunga perbulanyanya akan mengecil.

  • Suku Bunga Mengembang

Suku bunga mengembang merupakan suku bunga yang besarannya akan mengikuti naik turunya suku bunga yang beredar dipasar. Jika dipasar suku bunga mengalamai kenaikan maka suku bunga kredit pun akan naik, begitupula sebaliknya, apabila suku bunga megnalami penurunan dipasar maka suku bunga kredit pun akan menurun.

Suku bunga jenis ini biasanya digunakan untuk kredit jangka panjang, seperti misal kredit usaha serta investasi dan kredit modal kerja.

Demikianlah tadi penjelasan dari kami mengenai “Pengertian Suku Bunga, Jenis dan Contoh Suku Bunga”, semoga bermanfaat dan menambah wawasan keilmuan anda. Tak lupa kami ucapkan terimakasih karena sudah berkunjung di akuntanonline.com, jangan lupa berkunjung lagi…

Please rate this

Tinggalkan komentar