Pengertian RUPS atau Rapat Umum Pemegang Saham

Pemegang kekuasaan tertinggi dalam PT atau Perseron Terbatas dan pemegang segala kewenangan yang tidak dieserahkan kepada dewan direksi serta komisaris adalah mereka yang menjadi anggota dari RUPS atau Rapat Umum Pemegang Saham.

Nah, pada kesempatan kali ini kami akuntanonline.com akan membahas tentang sega hal yang berkaitan dengan RUPS baik itu Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa atau Tahunan secara kompleks atau lengkap.

Cotoh RUPS

Pengertian Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS

Do You Know.?
Rapat umum pemegang saham adalah suatu bagian atau orang perseorangan yang memiliki wewenang atau sebuah kewenangan yang tidak diberikan kepadan dewan direksi maupun dewan komisaris dalam batas yang telah ditetapkan oleh anggaran dasar serta Undang-undang negara.

Dari uraian di atas, ada diantara kita yang mungkin masih bertanya-tanya perihal apa yang dimaksud dengan wewenang atau kewenangan yang tidak diberikan kepada dewan komisaris?

Nah wewenang tersebut adalah sebuah hak unutuk :

  • Menyetujui adanya perpanjangan jangka waktu berdirinya Perseroan Terbatas atau PT
  • Menyetujui untuk mengajukan permohonan agar perseroan terbatas dinyatakan pailit.
  • Memberhentikan serta mengangkat anggota baru dari direksi maupun dewan komisaris.
  • Menyetujui adanya penggabungan, peleburan, dan pengambilalihan atau pemisahan.
  • Hak terakhir adalah hak untuk membubarkan perseroan.

Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS

RUPS dia adakan daam dua macam yakni RUPS tahunan dan RUPS lainnya. RUPS tahunan adalah suatu penyelengaraan rapat umum yang wajib di adakan dalam jangka waktu paling lambat setiap 6 bulan setelah tahun buku berakhir.

Dalam RUPS tahunan ini, setiap perseroan terbatas harus memiliki perjanjian berupa pengajuan semua dokumen laporan tahunan oleh perseroan tersebut. Sedangkan RUPS lainnya dapat dilakukan pada setiap waktu sesuia dengan kebutuhan maupun kepentingan dari perseoan tersebut.

Penyelengaraan RUPS bisa dilakukan sesuia dengan permohonan dari satu orang atau lebih pemegang saham yang mewakili sepersepuluh 1/10 atau lebih dari jumlah seluruh saham yang dimiliki. Selain itu penyelengaran RUPS ini juga harus sesuai dengan Surat Tercata Direksi yang disertai dengan alasannya lalu kemudian akan disampaikan kepada Dewan Komisaris.

Direksi wajib melakukan sebuah pemanggilan RUPS dalam waktu paling lambat 15 hari terhitung dari permohonan penyelenggaraan RUPS yang telah diterima. Jika tidak dilakukan pemanggilan RUPS, maka para pemegang saham harus mengajukan kemabli penyelenggaraannya kepada Dewan Komisaris tertentu.

RUPS wajib melakukan pemanggilan kepada anggota dengan jangka waktu paling lambat 15 hari sebelum pengajuan penyelenggaraan rapat umum pemegang saham.

Untuk perseroan terbuka, RUPS dapat dilakukan di tempat kedudukan bursa dimana kedudukan bursa tersebut merupakan saham perseroan yang dicatatkan, namun demikain harus juag terletak di cakupan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hal-Hal yang Dibahasa dalam RUPS

RUPS yang di laksanakan atau diselengarakan oleh dewan direksi akan membahas mengenai masalah-masalah seperti berikut ini :

  • Berkaitan dengan alasan permintaan dari para pemegang saham, serta mata acara rapat lainnya yang dipandang perlu bagi Direksi, sesuai dengan panggilan RUPS tersebut.
  • Disis lain, diskusi atau bahasan masalah yang dibahas pada RUPS yang dilaksanakan pada Dewan Komisaris adalah mengenai suatu masalah yang berhubungan pada suatu alasan diadakanya RUPS tersebut.
  • RUPS yang dilaksanakan berdasarkan penetapan ketua pengadilan negeri hanya boleh membahsa mengenai mata acara rapat sebagaimana yang telah ditetapkan oleh pengadilan negeri.

Apabila dalam rapat umum tersebut semua pemegang saham hadir atau diwakilkan dan semuanya setuju untuk mengadakan RUPS dengan membahasa suatu agenda tertentu, maka RUPS dapat dilakukan dan dilaksanakan dengan memperhatikan bahwa lokasi penyelengaraan masih berada di wilayah NKRI.

Didalam RUPS dapat mengambil sebuah keputusan manakala keputusan tersebut di sepakati dan disetujui secara bersama.

Setiap saham yang diterbitkan mempunyai satu hak suara, terkecuali dalam hal Anggaran Dasar. Hak suara berlaku untuk hal-hal seperti :

  • Saham perseroan yang dikuasai oleh perseroan itu sendiri.
  • Saham induk perseroan yang telah dikuasi oleh anak perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung.
  • Saham perseroan yang dikuasai oleh perseroan lain yang sahamnya secara langsung maupun tidak langsung dimiliki oleh perseroan tersebut.

Tujuan RUPS atau Rapat Umum Pemegang Saham

Tujuan dari diadakannya RUPS tahunan adalah untuk menyetujui dari laporan tahunan perseroan terbatas yang isinya antara lain adalah sebagai berikut :

  • Laporan keuangan yang terdiri atas neraca akhir tahun buku baru dalam perbandingan dengan tahun buku sebelumnya, laporan perubahan modal, laporan laba rugi dari tahun buku yang bersangkutan, laporan arus kas, dan juga catatan atas laporan keuangan dari data tersebut.
  • Laporan perihal kegiatan dar perseroan.
  • Laporan pelaksanaan tanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial.
  • Laporan rincian masalah yang timbul selama tahun buku yang mempengaruhi kegiatan usaha perseroan tersebut.
  • Laporan mengenai tugas pengawasan yang sudah dilakukan oleh Dewan Komisaris selama tahun buku yang baru lampau.
  • Laporan akan nama-nama anggota Direksi dan Dewan Komisaris.
  • Laporan gaji dan tunjangan bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris perseroan untuk tahun yang baru lampau.

Sekain artikel tentang pengertian Rapat Umum Pemegang Saham Lengkap Dengan Tujuannya, semoga bermanfaat bagi para pemaca sekalian dan terimaksaih atas kunjungannya.

Kunjungi juga :