Pengertian Resiko Usaha, Jenis-Jenis dan Cotoh Resiko Usaha

Dalam memulai sebuah bisnis atau  usaha mandiri atau waralaba tidak sedikit diantara kita yang sudah merasa ketakutan dengan resiko apa yang akan kita terima. Jadi meskipun seseorang pebisnis tersebut mempunyai manajemen dan strtegi bisnis yang baik, bukanlah menjadi sebuah jaminan seseorang tersebut akan terhindar dari sebuah resiko usaha.

Menurut Abbas Salim resiko usaha terjadi karena adanya ketidak pastian, seperti halnya ketidak pastian ekonomi, ketidak pastian yang disebabkan oleh alam, dan ketidak pastian yang timbul akibat ulah manusia itu sendiri.

Nah, pada kesempatan kali ini kami akuntanonline.com akan membahas tentang pengertian dari sebuah resiko, jenis-jenis resiko dalam usaha dan contoh resiko dalam usaha. (Baca juga : Laporan Arus Kas Langsung dan Tidak Langsung)

Pengertian Resiko Usaha

Pengertian resiko, resiko merupakan kejadian, informasi, kerugian atau pekerjaan yang bisa rerjadi akibat dari keputusan yang kita ambil dalam kehidupan sehari-hari.

Lalu bagaimanakah caranya  untuk dapat menghindari reisko, atau setidaknya meminimalisir dampak negatif dari sebuh resiko tersebut?

Jawaban dari pertanyaan diatas adalah kembali lagi kepada diri pribadi kita sendiri. Mengapa demikian?

Hal ini karena kunci untuk mengetahui seberapa besar resiko yang akan kita hadapi tergantung pada seberapa cekatanya kita dalam memperoleh informasi. Dimana informasi yang sempurna yang kita peroleh akan suatu usaha atau bisnis akan mengeluarkan output atau hasil keputusan yang  tepat dengan resiko yang sudah dapat kita perkirakan sebelumnya. (Baca juga : Pengertian Kebutuhan Primer, Sekunder, dan Tersier)

Jenis-Jenis  Resiko Usaha

Setidaknya ada 5 jenis macam resiko usaha yang menghantui para pengusaha dalam dunia kewirausahaan. Adapun ke 5 jenis resiko itu adalah sebagai berikut :

  1. Resiko Perusahaan

Resiko perusahaan merupakan resiko yang terjadi dan memiliki dampak terhadap kelangsungan hidup perusahaan atau saham-saham yang ada pada perusahaan.

  1. Resiko Keuangan

Resiko keuangan merupakan  resiko ang umumnya akan berdampak pada kerugian dari segi keuangan perusahaan.

  1. Resiko Permodalan

Resiko permodalan adalah  sebuah resiko yang timbul akibat dari kerugian penjualan atau likuiditas dan keuangan. Dimana hal ini akan menyebabkan modal usaha mengalami penurunan secara signifikan. (Baca juga : Pengertian Manajemen Kas, Fungsi dan Contohnya)

  1. Resiko Pasar

Resiko pasar merupakan resiko yang timbul dari adanya persaingan usaha dari gaya hidup pelangan, perubahan pola persaingan, atau munculnya persaingan baru yang lebih berpontensial di pasar produk.

  1. Resiko Oprasional

Resiko yang terakhir ini timbul akibat dari adanya penyimpangan hasil prediksi. Hal ini terjadi karena kurang sempurnanya penerapan keputusan, masalah SDM, teknologi, adanya perubahan sistem inovasi dan mutu. (Baca juga : Ciri-Ciri Pasar Monopolistik)

 Macam-Macam Resiko Usaha

Resiko usaha melihat dari jenisnya dapat diklasifikasikan menjadi 3 macam. Yakni menurut sifatnya, menurut sumbernya dan menurut dapat atau tidak dapat dialihkan. Berikut ini pembagiannya :

Macam-maca Resiko Usaha Menurut Sifatnya

  1. Resiko yang bersifat murni, adalah resiko yang pasti menimbulkan kerugian. Contohnya seperti musibah.
  2. Resiko spekulatif, merupakan resiko yang dapat timbul karena disengajakan oleh yang bersangkutan agar mendapatkan keuntungan. Contohnya seperti perkreditan.
  3. Resiko fundamental, merupakan resiko yang tidak bisa dilimpahkan kepada seseorang atau orang lain.
  4. Resiko khusus, adalah resiko yang muncul karena bersumber pada peristiwa tunggal atau mandiri. Sehingga sangat mudah diketahui penyebabnya. Contohnnya seperti pesawat jatuh dan kapal tenggelam.
  5. Resiko dinamis, merupakan resiko yang disebabkan oleh adanya kemajuan tekhnologi.

Menurut Sumbernya

Resiko menurut sumbernya dibagi menjadi dua, yakni internal dan ekstenal. Penjelasanya singkatnya resiko internal adalah resiko yang muncul dari dalam perusahaan itu sendiri. Contohnya seperti rusaknya mesin.

Sedangkan resiko eksternal adalah resiko yang datang dari luar perusahaan, misalnya seperti pemadamna listrik.

Menurut dapat dan Tidak Dapat Dialihkan

Adapun resiko yang dapat dialaihkan adalah resiko asuransi. Sedangkan resiko yang tidak dapat dialihkan adalah terkena pelanggaran lalau lintas atau tilang.

Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Resiko Usaha

Setidaknya ada 5 faktor yang menjadi penyebaba terjadinya resiko usaha, dan berikut ini adalah ke 5 faktor yang menjadi penyebab resiko usaha tersebut :

  1. Faktor perubahan, faktor perubahan ini meliputi :
  • Lingkungna
  • Sosial dan ekonomi
  • Persaingan
  1. Faktor kesalahan dalam pengambilan strategi pemasaran.
  2. Faktor kesalahan dalam pengambilan keputusan yang tidak tepat.
  3. Faktor adanya persiapan yang kurang matang dari usaha tersebut.
  4. Faktor kelengkapan pribadi atau penangungjawab.

Klasifikasi Orang dalam Menghadapi Resiko

Dalam mengatasai resiko usaha seseoarang pengusaha dapat diklasifikasikan menjadi 4 jenis cara padang dalam mengatasi resiko, dan berikut ini ke 4 jenis cara pandang tersebut dengan penjelasanya :

  1. Risk Avoider, adalah jenis orang yang tidak senang menghadapi resiko. Bahkan bisa dikatakan orang tersebut lebih cenderung menghindari resiko.
  2. Risk Calculator, adalah jenis orang yang lebih cenderung berani dalam mengambil keputusan ketika menghadapi resiko. Dengan catatan bahwa tingkat kerugian dari resiko tersebut masih bisa hitung.
  3. Risk Taker, adalah jenis orang yang berani menanggung resiko. Orang ini bisanya lebih spekulatif dalam mengambil keputusan dengan cara mengukur resiko dengan intutif saja.
  4. Risk Manager, adalah jenis orang yang berani dalam mengambil keputusan dengan cara perhitungan tingkat resiko dan keridak pastian. Orang jenis ini biasanya mengendalikan intuisinya untuk memperoleh keuntung dalam bisnis.

Manajemen Resiko

Manajemen risiko merupakan suatu sistem pengawasan risiko, serta perlindungan terhadap harta benda, serta keuntungan badan usaha atau perorangan dan hak milik atas kemungkinan timbulnya kerugian karena adanya resiko.

Manfaat manajemen risiko yang dapat kita peroleh diantaranya:

  • Salah satu fungsi utama manajemen resiko adalah dapat menyelesaikan masalah-masalah dengan mengambil keputusan secara tepat.
  • Memungkinkan bagi para pengambil keputusan untuk menghadapi resiko dan ketidak pastian dalam keadaan.
  • Memungkinkan adanya peningkattan pendekatan sistematis dan Logika, untuk membuat sebuah keputusan
  • Memudahkan estimasi biaya.
  • Menrbitkan pendapat dan intuisi yang baik dan benar untuk pembuatan keputusan yang dihasilkan.
  • Membantu para pembuat keputusan dalam menetapkan beberapa banyak informasi yang ia butuhkan untuk menyelesaikan masalah.
  • Membantu dalam menyediakan pedoman untuk penyelesaian masalah
  • Berguna unutk membantu dalam analisa yang cermat dari pilihan-pilihan alternative.

Nah, demikianlah penjelasan tentangPengertian Resiko Usaha, Jenis-Jenis dan Cotoh Resiko Usaha”. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan pembaca setia akuntanonline.com, tak lupa kami ucapkan terima kasih banyak atas kunjungannya dan jangan lupa klik bintang nya ya ^^.

Baca juga artikel lainnya :

Tinggalkan komentar