Pengertian Produktivitas Kerja, Faktor-Faktor & Cara Pengukurannya

Pada kesempatan kali ini akuntanonline.com akan  membahasa sebuah materi tetang sebuah produktivitas kerja, dilengkapi dengan beberapa point penting seperti faktor-faktor  yang mempengaruhi produktifitas kerja dan cara  cara pengukuran produktivitas kerja tersebut.

Umumnya produktivitas kerja merupakan suatu sikap yangmencakupmental dan selalu mempunyai pandangan layaknya kata pepatah yang berbunyi “kehidupan dihari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan kehidupan hari esok haruslah lebih baik dari hari ini”.

Nah, itu tadi merupakan sedikit mukodimah dari materi pembahasan yang akan kita bahas. Untuk lebih lanjutnya kalian bisa membaca penjelasanya lengkapnya di bawah ini. (Baca juga : Pengertian Ilmu Ekonomi Menurut Para Ahli )

Pengertian Produktivitas Menurut Para Ahli

Tidak sedikit para ahli ekonom yang menjelaskan dai definisi produktivitas sebagai “ratio output” dibandingkan dengan “input fisik”. Yang mana hal ini biasanya secara keseluruhan dikaitkan dengan industri-industri pada sektor perekonomian suatu daerah.

Riyanto menjelaskan produktivitas merupakan suatu perbandingan antara hasil yang diperoleh dengan keseluruhan sumber daya yang diperlukan. (Baca juga : Rumus GNP dan GDP serta Pengertiannya)

Produktivitas merupakan perbandingan antara hasil dalam hal ini adalah output dengan masukan atau input. Dimana jika jumlah produktivitas naik hanya dimungkinkan dengan adanya peningkatan efisiensi waktu, bahan, sistem kerja, teknik produksi, tenaga kerja, dan peningkatan kemampuan serta keterampilan tenanga kerja itu sendiri. Penjelasan ini merupakna penjelasan dari Hasibuan.

Dari kedua penjelasan yang diungkapkan oleh para ahli diatas, kita dapat menarik sebuah kesimpulan mengenai produktivitas itu adalah sebuah kemampuan seorang karyawan atau staf didalam perusahaan dalam berproduksi dibandingkan dengan input yang akan digunakan.

Seorang karyawan di dalam suatu perusahaan atau sebuah instansi dapat dikatakan produktif  manakala karyawan atau staf tersebut dapat menghasilkan produk dengan jangka waktu yang singkat serta sesuai dengan yang diharapkan oleh perusahaan atau instansi tersebut. (Baca juga : Contoh Usaha Waralaba dan Pengertian Waralaba)

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Kerja

Setidaknya terdapat 8 faktor yang menjadi pengaruh dalam produktivitas kerja disuatu daerah atau tempat tertentu, dan berikut ini adalah ke 8 faktor tersebut lengkap dengan penjelasanya :

  1. Faktor yang bersumber dari pekerjaan itu sendiri

Secara hukum logika, suatu perusahaan apabila memilik pekerjaan yang banyak maka akan menyebabkan produktivitas kerja menjadi menurun atau rendah.

Untuk menangani masalah ini, agar pekerjaan menjadi lebih cepat dan tepat maka perusahaan harus mengeluarkan kebijakan atau mengadakan kegiatan Time and Moition Study. (Baca juga : Lengkap Rumus Elastisitas Permintaan dan Penawaran)

Maksud dari di adakanya kedua kegiatan tesebu adalah agar menciptakan gerakan yang efekif, dan mampu mengurangi kesalahan dalam bekerja serta mampu mencapai targettan kerja yang diinginkan.

  1. Faktor yang bersumber dari karyawan

Semangat kerja atau etos kerja yang tinggi para karyawan dalam suatu kantor atau perusahaan menjadi salah satu unsur yang sangat penting untuk mencapai suatu produktivitas yang tinggi.

Adapun seorang pimpinan harus memperhatikan beberapa unsur yang menjadi kebutuhan para staf dan karyawanya. Seperti misalnya gaji karyawan harus memadai atau sesuai UMR, memposisikan karyawan sesuai dengan kemampuaanya. (Baca juga : Pengertian BUMN dan BUMS Lengkap Dengan Kekurangan dan Kelebihannya)

  1. Pendidikan

Melalui pendidikan, seorang pemimpin dapat mengetahui batas ukuran kemampuan tingkat kecerdasan dari setiap karyawanya. Dimana semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka akan semakin besar pula kemungkinan untuk memperoleh tujuan ke jenjang yang lebih baik lagi dari sebelumnya.

Oleh karenanya, pendidikan memiliki hubungan yang sangat erat dengan produktivitas kerja karyawan maupun sataf perusahaan tersebut.

  1. Kesehatan jasmani dan rohani

Seorang pimpinan mempunyai kewajiban atau tugas untuk memastikan kesehatan para staf maupun karyawanya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan meniadakan lembur, serta mengatur jam kerja yang teratur.

Maka, hal ini tentunya wajar apabila para karyawan dan staf memiliki kesahatan jasamani dan rohani menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas kerja dalam perusahaan tersebut. (Baca juga : Metode Perhitungan Indeks Harga)

  1. Faktor lingkungan kerja

Manakala lingkungan kerjanya baik dan kondusif, maka akan terwujudnya susasana kerja yang nyaman dan hal ini menjadi pengaruh besar dalam peningkatan produktivitas kerja seorang karyawan tersebut.

Dimana lingkungan yang nyaman dan bersih akan membuat para karyawan bekerja lebih semanggat, lebih giat dan lebih baik lagi tentunya. (Baca juga : Cara Menghitung Harga Keseimbangan)

  1. Faktor manajerial

Jika seorang pemimpin memliki gaya kepemimpinan seperti mengarahkan, memotivasi, dalam memimpin bawahanya dengan baik, maka semangat karyawan akan lebih tinggi dan termotivasi dalam menyelesaikan tuganya.

  1. Motivasi

Pemimpin yang tidak hanya sekedar asal perintah, dalam artian pemimpin yang mampu memberikan motivasi kerja dengan baik maka akan mendorong para staf dan karyawannya untuk bekerja lebih giat lagi dalam menyelesaiakan tugas dan tanggung jawabnya. (Baca juga : Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Kapitalis atau Liberal)

Memberikan motivasi kepada karyawan bukanlah hal yang mudah, hal ini karena setiap karywan dan staf memiliki jenis latar belakang yang berbeda-beda, pengalam kerja yang berbeda, serta sifat dan keinginan yang berbeda-beda pula.

  1. Faktor peralatan yang digunakan dalam bekerja

Faktor terakhir ini menjadi faktor yang teramat penting dalam peningkatan produktivitas kerja staf dan karyawan. Mengapa demikian? Hal ini karena apabila seorang karyawan sudah memiliki etos kerja dan semangar kerja yang tinggi serta keahlian yang mumpuni tapi tidak didukung dengan peralatan yang memadai, maka akan mempersulit proses produktivitas dari setiap staf dan karyawanya perusahaan tersebut.

Ke 8 faktor diatas merupakan faktor-faktor yang dinilai dapat mendukung terciptanya produktivitas seorang karyawan dan staf dalam perusahaan. Adapun faktor lainnya yang dapat meningkatkan terciptanya produktivitas kerja adalah sifat loyalitas atau kesetiakawanan, kejujuran, prestasi karyawan, kerja sama antara staf dan karyawan, partisipasi karyawan serta dedikasi karyawan dalam suatu perusahan atau institusi tersebut. (Baca juga : Pengertian Kegiatan Produksi, Konsumsi dan Distribusi)

Pengukuran Produktivitas Kerja

 Pengukuran produktivitas kerja merupakan sistem yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur kinerja karyawan, apakah karyawan tersebut sudah melakukan pekerjaannya sesuai dengan yang diinginkan oleh perusahaan atau intansi.

Metode Pengukuran Produktivitas Kerja

Objective Matrix (OMAX) dikenal sebagai sistem pengukuran produktivitas parsial yang berfungsi untuk memantau produktivitas pada setiap bagian perusahaan. Model pengukuran OMAX ini dikembangkan oleh James L. Riggs. Hal ini dikarenakan berdasarkan pendapatan bahwa produktivitas merupakan hasil dari beberapa kinerja yang berlainan.

Nurdin menjelaskan, konsep dari pengukuran ini adalah dengan penggabungan beberapa kriteria kinerja kelompok kerja ke dalam sebuah matriks. (Baca juga : Cara Menghitung Pendapatan Nasional)

Sedangkan manfaat yang diharapkan dengan adanya pengukuran produktivitas kerja ini ialah untuk mengetahui kemampuan serta keterampilan setiap karyawan secara rutin setiap hari sebagai dasar pendayagunaan dan pengembangan karyawan seoptimal mungkin dan peningkatan mutu hasil karyawan.

Dengan dilakukan pengukuran produktivitas ini berarti para karyawan merasa mendapat perhatian dari pemimpinnya sehingga mendorong karyawan untuk lebih giat dan bersemangat dalam bekerja diperusahaan tersebut.

Dengan catatan proses pengukuran produktivitas dilakukan secara obyektif dan jujur tidak tebang pilih atau berpihak dengan siapapun. (Baca juga : Pengertian Pasar Oligopoli Besera Ciri-Cirinya)

Nah, demikian lah penjelasan dari kami mengenai “Pengertian Produktivitas Kerja, Faktor-faktor dan Pengukuran Produktivitas Kerja”. Semoga bermanfaar dan menambah khazanah dan keilmuan para pembaca setia akuntanonline.com. jangan lupa share dan beri bintangnya ya kk ^^.

Baca juga artikel lainnya :

Tinggalkan komentar