Pengertian Polis Asuransi, Premi Asuransi dan Klaim Asuransi

Pengertian Asuransi Menurut UU No. 2 Tahun 1992

Asal kata asuransi berasal dari bahasa Inggris insurance, yang berarti jaminan dan perlindungan.

Dijelaskan dalam UU No. 2 Tahun 1992 mengenai usaha perasuransian yang berisi pengertian dari asuransi, yakni asuransi ialah perjanjian antara dua belah pihak atau lebih, dengan pihak penanggung mengikatkan diri kepada pihak tertanggung.

Dengan memberikan premi asuransi untuk memberikan ganti kepada tertanggung karena sebab sebuah kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggungjawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita oleh sitertanggung, akibat dari suatu peristiwa yang tidak pasti atau memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

 Selain itu, asuransi merupakan perjanjian mengenai pengalihan resiko  yang akan terjadi  dari nasabah atau tertanggung kepada perusahaan asuransi yang dalam hal ini sebagai pihak penanggung.

Resiko dalam sebuah asuransi berhubungan erat dengan suatu kerugian. Setiap  orang atau perusahaan  pasti memilik rasa takut akan adanya kerugian, oleh karenanya untuk mengurangi tingkat kerugian atau resiko tersebut sebaiknya dilakukan penanggulangan resiko.

Nah, salah satu caranya ialah dengan membuat asuransi sesuai dengan kebutuhan. Didalam kinerja asuransi, setidaknya terdapat tiga unsur yang menjadi pedoman utama penanggulangan resiko yang akan tertanggung.

3 Unsur Pedoman dalam Asuransi

Ketiga pedoman itu adalah polis asuransi, premi asuransi, dan klaim asuransi, dan berikut ini adalah penjelasan dari ketiga pedoman dasar asuransi tersebut :

  1. Polis asuransi

Polis asuransi adalah suatu perjanjuan yang bersifat konsensual atau adanya kesepakatan. Umumnya sebuah polis asuransi dibuat dalam suatu akta dengan kesepakatan antara pihak yang mengadakan perjanjian secara tertulis.

Akta tersebut disebut dengan istilah polis asuransi. Jadi dapat kita simpulkan bahwa polis asuransi merupakan bukti suatu perjanjian asuransi tertulis.

Polis asuransi sering juga disebut dengan istilah akta, sertifikat, atau surat perjanjian yang dibuat secara tertulis sebagai sebuah penjamin bagi nasabah yang diterbikan oleh perusahaan asuransi.

Polis asuransi ini akan dibayarkan oleh perusahaan asuransi sesuai pertanggungan atau masa jatuh tempo yang telah disepakati sebelumnya.

Dengan kata lain, polis asuransi merupakan suatu kontrak atau perjanjian  yang tertulis antara nasabah sebagai pihak tertanggung dan perusahaan asuransi sebagai pihak penanggung, mengenai pengalihan resiko sesuai dengan syarat-syarat yang berlaku seperti jumlah uang pertanggungan, jenis resiko yang akan ditanggung, jangka waktu tanggungan dan masih banyak lagi yang lainnya.

Melihat dari beberapa penjelasan di atas mengenai polis asuransi, kita dapat menarik sebuah kesimpulan bahwa polis asuransi adalah sebauh bukti perjanjian yang tertulis antara nasabah dengan perusahaan asuransi, yang berisi mengenai hak dan kewajiban dari masing-masih kedua belah pihak.

Dengan keberadaan polis asuransi, maka kedua belah pihak yang melakukan perjanjian asuransi tersebut akan saling berhubungan serta memiliki tanggung jawab sesuai dengan yang telah disepakati dalam perjanjian sebelumnya.

Diaman setiap hak dan kewajiban baik dari pihak nasabah atau tertanggung dengan perusahaan asuransi atau pihak penanggung akan dilindungi oleh polis asuransi tersebut.

insurance policy
  1. Premi Asuransi

Premi asuransi merupakan sejumlah uang yang harus dikeluarkan atau dibayarkan oleh pihak tertanggung kepada pihak penanggung dalam hal ini perusahaan asuransi, setiap bulannya sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati bersama sebelumnya.

Besaran jumlah iuran yang harus dibayarkan oleh pihak nasabah setiap bulanya atau setiap masa jatuh tempo telah di tentukan oleh pihak perusahaan asuransi, dengan syarat memperhatikan keadaan pihak nasabah asuransi tersebut.

Primi asuransi disini berperan untuk mengembalikan situasi atau kondisi dari pihak tertanggung atau nasabah, jika mengalami kebangkrutan agar dapat kembali ke kondisi sebelum mengalami kebangkrutan tersebut terjadi.

Atau dapat kita katakan bahwa premi  asuransi berfungsi dalam pengembalian kerugian yang dialami oleh peserta asuransi  dalam hal ini nasabah atau pihak tertanggung.

  1. Klaim Asuransi

Klaim asuransi merupakan suatu permintaan resmi untuk meminta pembayaran berdasarkan ketentuan perjanjian kepada pihak perusahaan asuransi.

Yang kemudian selanjutnya pihak perusahaan asuransi tersebut akan meninjau klaim asuransi yang telah diajukan oleh nasabah untuk validitasinya dan kemudian dibayarkan kepada nasabah setelah disetujui.

Adapun pengertian lain dari klaim asuransi adalah permintaan resmi yang dikeluarkan oleh nasabah yang ditujukan kepada perusahaan asuransi tempatnya  mejadi anggota asuransi sehubungan dengan perlindungan finansial atau ganti rugi dari nasabah sesuai dengan perjanjian yang sudah disepakati sebelumnya oleh kedua belah pihak.

Sebelum sebuah klain disetujui, maka pihak perusahaan asuransi akan melakukan sebuah validitasi. Untuk perlindungan asuransi yang akan diterima oleh nasabah diantaranya adalah, asuransi jiwa, kesehatan, properti, dan masih banyak lagi yang lainnya sesuai dengan program asuransi yang telah dipilih oleh nasabah.

Jenis program asuransi yang ada pada perusahaan asuransi diataranya adalah asuransi kematian, kehilangan, kesehatan, dan kerusakan. Adapun program asuransi tersebut berkaitan dengan pembayaran premi yang dilakukan secara teratur, dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan yang sudah disepakati.

Hal tersebut diatas merupakan sebagai ganti untuk mendapatkan perlindungan dari program asuransi yang sudah dipilih.

Demikianlah penjelasan akuntanoline.com megenai “Pengertian Polis Asuransi, Premi, dan Klaim Asuransi”. Semoga bermanfaat dan menambah khazanah keilmuan para pembaca sekalian, dan tak lupa kami ucapkan terimakasih atas kunjunganya.

Kunjungi juga artikel lainnya :