Pengertian Pendapatan Perkapita Lengkap dengan Rumus dan Contohnya

Kemakmuran suatu negara tidak hanya dilihat dari besar atau kecilny GNP atau GDP, hal ini karena GNP atau GDP tidak dapat menunjukan secara terperinci mengenai berapa jumlah penduduk yang harus di hidupi dari hasil laporan GNP atau GDP tersebut.

Keadaan GNP yang tinggi dari suatu negara bukanlah menjadi suatu ukuran bahwa negeri tersebut telah makmur. Hal ini karena bisa jadi jumlah penduduk yang harus dihidupi dari GNP tersebut juga sangat tinggi jumlahnya.

Maka dari itu, untuk mengukur kemakmuran dari suatu negara adalah dengan menghitung pendapatan perkapita negara tersebut.

Lalu apa yang dimaksud dengan pendapatan perkapita itu?

Nah, pada kesempatan kali ini akuntanonline.com akan  membahas tentang pengertian pendaptan perkapita, legnkap dengan rumus dan contoh perhitunganya.

Pengertian Pendapatan Perkapita

Yang dimaksud dengan pendapatan perkapita adalah pendapatan rata-rata penduduk dalam suatu negara pada masa periode tertentu.

Pendapatan perkapitan ini  menjadi sala satu tolak ukur akan kemakmuran dari suatu negara. Negara dengan pendapatan nasional yang tinggi belum tentu lebih makmur bila dibandingkan dengan negara yang memiliki pendapatan rendah dikarenakan jumlah penduduk juga menentukan tingkat kemakmuran dari negara tersebut.

Oleh karena itu, meskipun suatu negara memiliki pendaptan nasional yang tinggi tetapi jumlah penduduknya sangat banyak, maka belumtentu negara tersebut masuk dalam golongan negara yang bersandang status negara yang makmur.

Baca juga : 7 Macam Sumber penerimaan Negara Bukan Pajak

Begitupun sebaliknya, apabila pendapatan nasional suatu negara kecil tapi jumlah penduduknya sedikit maka belum tentu negara tersebut tergolong miskin, bisa jadi malah negara tersebut masuk dalam golongan negara yang makmur.

Sebgai ilustrasi

Misal GNP negara Indonesia pada tahun 2000 berada lebih tinggi dibandinigkan negara tetangga Malaysia, yaitu sebesar 130.600$, sedang Malaysia berada pada nominal 81.311$. Namun Indonesia bisa dibilang tidak lebih makmur dari Negeri Malaysia, mengapa demikian?

Karena dari GNP yang terteras sebagai sebuah ilustrasi tersebut Indonesia harus menghidupi 204 juta penduduk, sedangkan Malaysia hanya untuk menghidupi 22 juta penduduk saja.

Meskipun pendapatan perkapita dapat digunakan untuk mengukur sebuah kemajuan ekonomi suatu negara, namun pada dasarnya pendapatan perkapita tidak dapat digunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara.

Baca juga : 3 Cara Mudah Menghitung Pendapatan Nasional

Unutk melihat kemakmuran dari suatu negara kita dapat melihat  dari hal-hal seperti berikut ini :

  • Pembagian atau pendistribusian pendapatan nasional, jika pendapatan nasional hanya menumpuk pada sebagian orang atau wilayah saja, maka negara tersebut tidak dapat dikatakan sebagai negara yang makmur walaupun kedau pendapatan perkapita dan pendaptan nasionalnya tinggi.
  • Presentase jumlah penduduk dalam negara tersebut yang masih hidup dibawah garis kemiskinan.
  • Kemudahan untuk memperoleh bahan-bhan kebutuhan hidup terutama seperti sandang, pangan, da papan.
  • Kemudahn penduduknya dalam memperoleh pekerjaan dengan balas jasa atau upah yang setimpal.

Dalam rangka untuk mencapai kemakmuran suatu negara, usaha peningkatan pendapatan nasional harus di imbangi dengan pengendalian pertumbuhan penduduk negeri tersebut. Manakal pertumbuhan penduduk berlangsung tanpa terkendali, maka peningktan pendapatan perkapita juga tidak akan mencapai hasil yang memuaskan.

Baca juga :3 Sistem Dasar Pemungutan Pajak di Indonesia

Bahkan bisa jadi pendapatan perkapitan negara tersebut menurut. Oleh karenanya pertumbuhan penduduk harus dikendalikan agar tingkat pertumbuhannya tidak melebihi pendapatan nasional.

Rumus dan Contoh Perhitungan Pendapatan Perkapita

Rumus pendapatan perkapita adalah sebagai berikut :

rumus pendapatan perkapita

Terdapat dua cara untuk mengetahui atau menghitung pendapatan perkapita, kedua cara itu yakni :

  • Berdasarkan harga yang sedang berlaku

Jika kita melakukan perhitungan pendapatan perkapita berdasarkan harga yang berlaku, maka hasi yang kita peroleh adalah pendapatan perkapita nominal.

Pendapatan perkapita nominal adalah sebuah pendapatan perkapita yang tidak memperhitungkan tingkat kenaikan harga atau inflasi.

Baca juga : Pengertian, Instrumen, Tujuan Serta Macam-Macam Kebijakan Fiskal

  • Berdasarkan harga tetap

Jika perhitungan pendapatan perkapita menggunakan berdasarkan pendapatan tetap, maka hasilnya disebut dengan pendapatan perkapita riil. Adapun pengertian dari pendapatan perkapita  itu adalah pendaptan yang sudah memperhitungkan tingkat kenaikan harga atau inflasi.

Di bawah ini adalah sebuah contoh perhitungan dari pendapatan perkapita riil dan pendapatan perkapita nominal.

Diketahui, sebuah data dari Biro Pusat Statistik atau BPS adalah sebagai berikut :

contoh soal pendapatan perkapita

Misalnya pada tahun 2000 tercatat jumlah penduduk Indonesia adalah sebanya 205 juta jiwa, maka besarnya pendapatan per kapita riil dan nominal adalah :

pendapatan perkapita riil

Dari perhitungan di atas kita dapat mengetahui bahwa pendapatan perkapita riil  Indonesia di tahun 2000 adalah sebesar Rp.1.819.871,-. Pendapatan sebesar ini merupakan pendapatan rata-rata untuk satu tahun yang dimiliki orang Indonesia.

pendapatan perkapita nominal

Dari perhitungan perkapita nominal diatas, nampak bahwa pendapatan perkapita nominal  sebesar Rp.5.860.623,-. Jika kita bandingkan dengan pendapatan perkapita riil yang jumlanya hanya sebesar Rp.1.819.871,- maka pendapatan perkapita nominal jumlahnya tiga kalipat dari lebih banyak dari pendapatan perkapita riil.

Baca juga : Pengertian, Ciri, dan Karakteristik Perusahaan Dagang

Pendapatan perkapita nominal  yang lebih  besar ini, jika dibandingkan dengan pendapatan perkapita riil menunjukkan bahwa telah terjadi kenaikan harga-harga atau inflasi yang besarnya mencapai tiga kali lipat.

Fungsi Perhitungan Pendapatan Perkapita

Fungsi atau kegunaan dari adanya perhitungan pendapatan perkapita antaralain adalah sebagai berikut :

  1. Sebagai sebuah perbandingan kesejahteraan penduduk suatu negara dari tahun ke tahun.
  2. Sebagai alat perbandingan kesejahteraan suatu negara dengan negara lainnya, dengan demikian dapat dilihat tingkat kesejahteraan pada tiap-tiap negara.
  3. Sebagai sebuah perbandingkan tingkat standar hidup masing-masing negara dari tahun ketahun.
  4. Sebagai sebuah data dalam pengambilan kebijakan ekonomi. Hasil dari pendapatan perkapita akan digunakan sebagai acuan para pengambil keputusan dalam mengambil kebijakan dalam bidang ekonomi di negara tersebut.

Nah, sekian penjelasan dari kami mengenai Pengertian Pendapatan Perkapita Lengkap Dengan Rumus dan Contoh Perhitunganya, semoga bermanfaat dan menambah wawasan para pembaca sekalian.

Kunjungi artikel lainnya :