Pengertian dan Ciri-Ciri Pasar Monopoli

Pada kesempatan yang lalu akuntanonlien.com telah membahas beberapa jenis pasar.

Nah, pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai pengertian lengkap dengan ciri serta kelebihan dan kekurangan pasar monopoli.

Untuk itu terus baca artikel ini sampai akhir ya.

Pengertian Pasar Monopoli

Pasar monopoli merupakan jenis pasar yang di dalamnya hanya ada satu penjual atau produsen dengan banyak pembeli. Orang  yang melakukan monopoli terhadap pasar tersebut disebut dengan istilah monopolis.

Dikarenakan hanya ada satu penjual dalam pasar monopoli maka monopolis dapat bertindak sebagai penentu harga atau price maker. Seorang monopolis dapat menentukan harga dengan cara menambah atau mengurangi jumlah barang yang disediakan di dalam pasar.

Contoh monopoli di Indonesia yang dapat kita temui adalah seperti PLN dan juga Pertamina. Dimana  perusahaan-perusahaan ini adalah perusahaan yang memproduksi serta menguasai hajat hidup orang banyak seperti pasokan listrik yang hanya disediakan oleh PLN dan juga pasokan minyak bumi yang diproduksi oleh Pertamina.

Ciri-Ciri Pasar Monopoli

Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri dari pasar monopoli :

  1. Hanya terdapat satu orang penjual saja dengan jumlah pembeli yang banyak di pasar. Karena dari sifatnya ini, pembeli tidak dapat beralih ke penjual lain meskipun penjual merasa dirugikan dengan harga yang sudah ditetapkan.
  2. Tidak ada barang pengganti yang dapat disediakan oleh pihak lain selain penjualan yang ada didalam pasar monopoli.
  3. Adanya hambatan bagi perusahaan lain untuk memasuki pasar. Hambatan yang ada itu dapat berupa undang-undang, teknologi mutakhir yang ada, serta modal yang sangat besar dan juga masih banyak lagi yang  lainnya.
  4. Penjual dalam pasar monopoli dapat menentukan harga sesuai dengan keinginannya, karena memang tidak ada barang subtitusi lain dari barang yang dijual.
  5. Kurva permintaan di pasar sama dengan kurva permintaan yang dihadapi perusahaan monopoli.

Sumber Pasar Monopoli

Munculnya pasar monopoli terjadi atas beberapa hal, dan berikut ini adalah beberapa sebab dari terciptanya pasar monopoli :

Ditetapkan Oleh Hukum

Seperti di negara indonesia misalnya, monopoli terhadap cabang-cabang yang penting serta behubungan dengan hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara yang telah di atur dalam Undang-Undang.

Monopoli Alamiah

Monopoli alamiah ini tercipta dengan sendirinya, yang disebabkan karena pasar yang ada tidak efisien untuk menampung lebih dari satu penjual.

Monopoli Dengan Lisensi

 Monopoli dengan lisensi ini tercipta karena adanya pihak yang mendaftarkan hak paten, hak cipta atau hak atas kekayaan intelektual yang ia ciptakan.

Kelebihan Pasar Monopoli

  • Sifat barang dalam pasar monopoli yang tidak memiliki barang subtitusi membuat perusahaan tidak perlu menggelontorkan banyak uang demi melakukan promosi serta iklan agar pembeli dapat membedakan produknya.
  • Dalam monopoli alami, adanya tambahan penjual dalam pasar justru akan menyebabkan produksi tidak dapat mencapai skala ekonomi, sehingga monopoli justru akan meningkatkan efisiensi dalam berproduksi.
  • Dengan monopoli yang dipraktekkan oleh pemerintah maka sumber daya alam yang penting bagi masyarakat dapat terjaga.
  • Melindungi hak kekayaan individu (hak paten) sehingga semakin mendorong dilakukannya sebuah tindakan inovasi.

Kekurangan Pasar Monopoli

  • Produksi tidak dilakukan secara maksimum dan efisien. Hal ini terjadi karena produsen dapat menetapkan harga dengan mengurangi atau meningkatkan jumlah produksi barangnya.
  • Ketidak berdayaan pembeli untuk berpindah ke produsen lain meskipun harga yang ditetapkan dalam pasar monopoli dirasa mahal.
  • Keuntungan 100% terpusat ke produsen, karena konsumen tidak memiliki pilihan selain membeli produk tersebut untuk memenuhi kebutuhannya.

Demikian penjelasan dari kami mengenai “Pengertian Pasar Monopoli”, semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Dan terimakasih atas kunjungannya.

Rangkuman :

  1. Ciri khas Pasar Monopoli hanya ada satu penjual di dalam pasar dengan jumlah pembeli yang banyak.
  2. Tidak adanya barang pengganti (subtitusi) yang sejenis atau bahkan mendekati dari barang yang disediakan di dalam pasar monopoli.
  3. Adanya hambatan bagi perusahaan untuk dapat masuk kedalam pasar monopoli.

Baca juga :