Pengertian NPWP, Fungsi & Syarat Pembuatannya

Kata NPWP terdengar tidak asing lagi di telinga kita. Namun demikian, mungkin sebagian dari kita masih banyak yang tidak tau apa itu NPWP, fungsi dan syarat pembuatannya.  Sebelum kita mulai membahas NPWP, NPWP memiliki banyak kegunaan, seperti misalnya pengajuan kredit atau pinjaman, pengajuan SIUP, pembuatan paspor, administrasi pajak finansial dan masih banyak lagi yang lainnya.

Nah, pada kesempatan ini akuntanoline.com akan membahas dengan tuntas mengenai apa itu NPWP. Untuk itu terus simak artikel ini hingga akhir ya.

Sebagai seorang warga negara kita memiliki sebuah kewajiban. Kewajiban tersebut tidak lain adalah membayar pajak. Nah, tentunya setiap wajib pajak harus memiliki yang namanya Nomor Pokok Wajib Pajak atau NPWP serta harus paham mengenai sistem pemungutan pajak di Indonesia.

Pengertian NPWP

Apa itu NPWP..? Menurut UU No. 28 Tahun 2007 pasal 1 angka 6 menjelaskan bahwa NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak adalah nomor yang diberikan pemerintah kepada para wajib pajak  sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang digunakan sebagai tanda pengenal diri atau sebuah identitas wajib pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.

Bisa dikatakan bahwa NPWP merupakan KTP nya Direktorat Jendral Pajak. Yang mana dalam hal ini pemerintah dapat terus memantau pemenuhan kewajiban perpajakan masyarakat sebagaimana yang sudah kita ketahui bersama bahwa penerimaan pajak memegang proporsi kurang lebih 70% dari sumber penerimaan suatu Negara.

Kehadiran NPWP kini menjadi salah satu kunci untuk membuka akses pemenuhan kewajibab perpajakan.  Dengan berbagai jenis program ekstensifikasi wajib pajak, selain dipergunakan untuk membiayai pembangunan, diharapkan masyarakat negara tersebut ikut serta bertanggung jawab dalam penggunaan fasilitas yang ada.

Apa itu NPWP Pribadi..?

Dalam praktiknya NPWP di bagi kedalam dua jenis, yakni NPWP Pribadi dan NPWP atas Badan, yang mana letak perbedaan dari kedua jenis NPWP ini terletak pada wajib pajaknya.

Dan berikut ini adalah sedikit penjelasan dari keduanya :

  • NPWP Pribadi ini dimiliki oleh setiap individu atau setiap orang yang memiliki penghasilan di Indonesia. Bila anda seorang karyawan, maka anda hanya akan memiliki NPWP pribadi.
  • NPWP Badan ini dimiliki oleh setiap badan atau perusahaan yang memiliki penghasilan di Indonsia. Jika anda seorang pengusaha yang memiliki perusahaan maka anda memiliki NPWP atas Badan usaha anda tersebut.

Apa Perbedaan NPWP Pribadi dan NPWP Badan.?

Perbedaan yang nampak dari kedua jenis NPWP ini hanyalah data-data tambahan yang tersimpan di dalam database kantor pajak seperti misalnya; nama dari si wajib pajak, alamat, jenis usaha, pemilik perusahaan, nomor akta, jenis usaha dan cabangnya, harta yang dimiliki dan informasi lainnya yang ada di dalam perusahaan.

Baca juga:
Pengertian Manajemen Kas, Tujuan dan Contohnya
Ciri-Ciri dan Karakteristik Perusahaan Dagang
Pengertian MOU dan Contoh Surat MOU
Macam-Macam Contoh Jenis Strategi Pemasaran

Fungsi Nomor Pokok Wajib Pajak atau NPWP

Fungsi dari NPWP itu sendiri tidak lain adalah untuk mempermudah dalam administrasi perpajakan. Kehadiranya NPWP akan menyeimbangkan antara perhitungan dan data agar tidak saling tertukar.

Setidaknya terdapat 3 fungsi utama dari kartu NPWP yang perlu kita ketahui. Ke tiga fungsi tersebut antaralain adalah sebagai berikut :

  1. Sebagai Alat Administrasi Perpajakan

Kehadiran kartu NPWP yang utama bagi wajib pajak adalah sebagai alat untuk indenitifikasi dan mempermudah administrasi perpajakan oleh penggunannya. Selain  itu kartu NPWP hadir sebagai sebuah indentitas dari Wajib Pajak, untuk mengurus kewajiban dan haknya terkait perpajakan.

Kode yang ada pada NPWP ini akan selau dicantumkan dalam dokumen-dokumen perpajakan.

  1. Fungsi Administrasi dalam Pengurusan Perizinan

Dalam dunia perbankan NPWP biasanya dibutuhkan untuk pengurusan kredit bank, khususnya kredit konsumtif.  Juga digunakan untuk pembuatan pembukuan rekening bank atau rekening koran.

Jika pemilik dari NPWP adalah seorang wiraswasta makan NPWP  tersebut jua akan berfungsi sebagai syarat administrasi dalam mengikuti lelang di instansi  pemerintah seperti BUMN dan BUMD.

Sebagi sebuah syarat  dalam perizinan usaha, seperti SIUP dan TDP atau Tanda Daftar Usaha.  Serta berguna dalam pembayaran pajak final seperti PPh final, PPN, BPHTB dan pengurusan pajak lainnya.

  1. Fungsi Pelayanan Pajak

Berguna sebagai syarat untuk pengembalian pajak, manakala ada kelebihan dalam pembayaran pajak. Pengurangan pembayaran pajak dan penyetoran serta pelaporan pajak.

  1. Fungsi Pengurusan Tespen

Bagi mereka yang sudah tidak bekerja secara aktif lagi, kepemilikan NPWP tetap diperlukan. Mengapa demikian..? karena mereka tetap menerima penghasilan berupa uang pensiun. Seperti misalnya pensiunan TNI yang dikelolah oleh Asabri dan PNS, pembuatan Tabungan Pensiun atau Tespen memerlukan NPWP sebagai salah satu syarat kelengkapannya.

Arti Kode NPWP

No kode NPWP terdiri dari 15 digit angka, yang mana kesemuaan angka tersebut memiliki maknanya sendiri-sendir. Sebagai contoh no NPWP : 59.757.790.8-134.000 yang memiliki arti sebgai berikut :

Dua angka pertama seperti pada contoh yakni 59 menunjukkan identitas si wajib pajak.

  • 01 – 03 adalah wajib pajak badan
  • 04 – 06 menunjukan wajib pajak pengusaha
  • 05 kode untuk wajib pajak karyawan
  • 07 – 09 menunjukkan untuk kode wajib pajak orang pribadi

Enam angka berikutnya (757.790) adalah nomor urut yang diberikan Kantor Pusat Direktorat Jendral Pajak kepada KPP atau Kantor Pelayanan Pajak.

Satu digit (8) adalah sebagai alat pengaman untuk menghindari terjadinya pemalsuan atau kesalahan pada NPWP.

Tiga digit selanjutnya (134) merupakan kode kantor pelayana pajak, sedangkan tiga digit terakhir (000) adalah satus wajib pajak. 000 artinya tunggal atau pusat. 001,002 dan seterusnya berarti kode untuk kantor cabang. Dimana angka akhir untuk menunjukan urutan kantor cabang.

Baca juga :
Pengertian Kebutuhan Primer, Sekunder, dan Tersier
Contoh Soal Perhitungan Pembagian SHU pada Koprasi
Pengertian Obligasi dan Macam-Macam Jenisnya
Beberapa Contoh Gaya Kepemimpinan dalam Perusahaan
Pengertian SITU dan Syarat Perpanjangannya

Syarat-Syarat Membuat NPWP

Untuk syarat pembuatan NPWP ini disesuaikan dengan keperluanya. Karena antara syarat pembuatan NPWP Pribadi dan NPWP Wiraswata ada syarat-syarat yang sedikit berbeda.

Untuk itu berikut ini adalah perbedaan antara syarat NPWP pribadi dan wiraswasta.

Syarat Membuat NPWP Pribadi

  1. Foto copy KTP atau Kartu Tanda Penduduk
  2. Sediakan materia 6.000
  3. Isi dengan lengkap formulir pendaftaran yang disediakan oleh kantor pajak.

Jika bekerja sebagai karyawan maka persyaratanya adalah :

  1. Foto copy KTP untuk warga negara Indonesia
  2. Foto copy paspor, foto copy KITAS atau Kartu Izin Tinggal Terbatas, atau KITAP atau Kartu Izin Tinggal Tetap untuk WNA atau Warga Negara Asing.
  3. Jika anda seoragn PNS maka ikut sertakan foto copy SK PNS, namun jika anda seorang karyawan swasta maka cukup sertakan foto copy surat keterangan kerja dari perusahaan dimana anda berkerja.
  4. Isi lengkap formulir pendaftaran yang sudah disediakan kantor pajak.

Syarat NPWP Bagi Wiraswasta

Sekurangnya ada 4 syarat yang harus dipenuhi oleh seorang wiraswata dalam membuat NPWP, dan berikut ini adalah ke 4 syarat tersebut :

  1. Foto copy kartu tanda penduduk
  2. Foto copy surat keterangan usaha, setidaknya dari ketua RT Namun, jika perusahaan yang memiliki badan hukum seperti PT maka anda dapat menyertakan Akta Pendirian atau SIUP.
  3. Isi formulir penyertaan yang sudah disediakan kantor pajak dan beri materai 6000 (sebaiknya sediakan dari rumah).
  4. Lengkapi dengan mengisi formulir-formulir yang dibutuhkan.

Syarat Pembuatan NPWP untuk Wanita yang Sudah Menikah

Di dalam sebuah pernikahan ada yang namanya perjanjian pra nikah, yang mana isinya adalah tentang perjanjian pisah harta. Dalam dunia perpajakan, seorang wanita yang memutuskan untuk pisah harta dengan suaminya. Artinya sang istri memilih melaksanakan kewajiban dan hak perpajakan secara terpisah dari sang suami.

Nah, untuk melakukan hal tersebut maka sang istri harus melengkapi syarat-sayat sebagai berikut :

  1. Fato copy kartu NPWP suami.
  2. Foto copy KTP sendiri (istri)
  3. Foto copy KK
  4. Foto copy surat perjanjian pranikah (pemisah harta) atau membuat surat pernyataan menghendaki pelaksanaan kewajiban dan hak perpajakan terpisah dari sang suami.
  5. Foto copy SK PNS atau keterangan kerja dari perusahaan tempat bekerja.
  6. Mengisi formulir pendaftaran yang sudah disediakan kantor pajak.

Cara Mudah Membuat NPWP

Untuk membuat NPWP kalian bisa menggunakan dua cara. Yakni dengan cara online atau datang langsung ke kantor pajak. Nah, mari kita bahas kedua cara tersbut :

Cara Membuat NPWP Secara Online

  1. Hal pertama yang harus kalian lakukan untuk membuat NPWP secara online adalah dengan masuk ke halaman web pajak di http://ereg.pajak.go.id kemudain buat akun atau daftar. Ereg pajak merupakan website pelayanan pembuatan atau daftar NPWP secara online.
  2. Mengisi kolom yang ada sesuai dengan petunjuk.
  3. Periksa email kemudian klik tautan aktivasi yang dikirimkan. Setelah proses aktivasi selesai atau berhasil dilakukan.
  4. Langkah berikutnya, anda coba login ke sistem e-Registration dengan memasukan email dan password pada akun yang telah dibuat.

Setelah semua data pada formulir pendaftaran anda isi dengan lengkap, langkah selanjutnya klik daftar untuk mengirim Formulir Registrasi Wajib Pajak ke Kantor Pelayanan  Pajak tempat wajib pajak terdaftar.

Selanjutnya anda tingal cetak dokumen lalu ditandatangani seperti : Formulir Registrasi Wajib Pajak, dan Surat Keterangan Terdaftar Sementara.

Kemudian berkas dapat diserahkan langsung ke Kantor Pelayanan Pajak atau melalui POS. Pengiriman dokumen pemdaftaran selambat-lambatnya 14 hari setelah formulir terkirim  secara online.

Atau anda juga bisa melakukan scan dokumen dan mengunggahnya dalam bentuk sofile melalui aplikasi  e-Registration. Kemudian cek status dan tunggu kiriman kartu NPWP nya.

Namun apabila saat ada cek di e-Registration dan ternyata status ditolak, maka anda harus memperbaiki data  yang kurang lengkap pada sistem pendaftaran oline tersebut.

Membuat NPWP Langsung ke Kantor Pajak

Jika anda hendak membuat NPWP di kantor pajak, maka perhatikan apakah KTP ada berada satu wilayah dengan kantor pajak tersebut atau tidak. Karena jika ternyata KTP anda tidak satu wilayah dengan kantor pajak tempat anda mendaftar,  anda harus melengkapi dengan surat keterangan domisili, serta persyaratan lainnya yang sudah di foto copy dan jangan lupa membawa materai Rp.6000.

Selanjutnya, anda mengisi data sesuai dengan yang diminta pada lembar formulir pengajuan pembuatan NPWP. Perlu diingat tidak ada biaya administrasi dalam pembuatan NPWP alias gratis.

Cukup sekian, pembahasan mengenai Cara Membuat NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak. Semoga bermanfaat dan membantu para pembaca sekalian.

Kunjungi juga :