Pengertian Manajemen Bank Syariah, Prinsip dan Tujuannya

Bank syari’ah adalah lembaga bank yang dikelola berdasarkan dengan dasar-dasar syari’ah, atau dengan kata lain, pengelolaan bank syari’ah harus berdasarkan nilai-nilai serta prinsip dan konsep syari’ah.

Pengertian Manajemen Syari’ah

Kata manajemen dalam bahasa Arab disebut dengan istilah idarah, yang mana kata idarah ini diambil dari perkataan adartasy-syai’a atau perkataan ‘adarata bihi yang juga dapat didasarkan pada kata ad-dauran.

Namun demikian, pengamat bahasa menilai bahwa pengambilan kata yang kedua yakni ‘adarata bihi itu lebih tepat.

Sedangkan secara istilah, manajemen berarti sebagai sebuah alat untuk merealisasikan tujuan umum, atau sebagai sebuah aktivitas khusus menyangkut masalah kepemimpinan, pengarahan, pengembangan, persoalan, perencanaan, dan pengawasan terhadap pekerja-pekerja yang berkaitan dengan unsur-unsur pokok dalam sebuah proyek.

Tujuan dari adanya manajemen adalah agar supaya hasil-hasil yang ditargetkan akan tercapai dengan cara yang efektif dan efisien.

Dasar-Dasar Manajemen Bank Syari’ah

Dasar-dasar manajemen bank syari’ah dapat kita temui pada Q.S. As-Shad ayat 29 dan Q.S Al-Mu’minun ayat 68. Dimana berdasarkan penjelasan dari ayat-ayat tersebut Jamil (2002) merangkum prinsip-prinsip manajemen bank syari’ah tersebut kedalam tiga jenis.

Ketiga jenis prinsip dari bank syari’ah tersebut antara lain adalah keadilan, amanah dan pertanggungjawaban,  serta komunikatif.

Berikut ini adalah sedikit ulasan dari ke 3 jenis unsur dasar pada manajemen bank syari’ah :

  • Keadilan

Keadilan merupakan sebuah prinsip yang fundamental dalam ideologi Islam. Pengelolaan keadilan disini seharusnya dilakukan dengan sepotong-sepotong, dan tanpa mengacu pada status sosial, finansial, kelas serta keyakinan atau religius dari seseorang.

  • Amanah dan Pertanggungjawaban

Seperti yang tercantum pada Q.S. An-Nahl aya 93 yang artinya : “Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang kamu kerjakan”. Ibn Katsir menjelaskan bahwa ayat ini menyatakan sifat-sifat dari Utusan Tuhan, yakni : menyampaikan seruan Tuhan, memberi nasehat dan kepercayaan.

Sedangkan Al-Maraghi mengelompokkan amanat ini kedalam tiga bagian, diantaranya adalah tanggung jawab manusia terhadap sesamanya, tanggung jawab manusia kepada Tuhan, dan tanggung jawab manusia terhadap dirinya sendiri.

Prinsip amanah dan pertanggungjawaban ini bermakna bahwa, setiap pribadi yang memiliki sebuah kedudukan fungsional dalam interaksi-nya antar manusia dituntut untuk melaksanakan kewajibannya dengan sebaik-baiknya.

  • Komunikatif

Komunikasi dalam manajemen merupakan salah satu faktor yang penting dalam melakukan transformasi kebijakan atau keputusan dalam rangka pelaksanaan manajerial itu sendiri untuk menuju tujuan yang diharapkan.

Prinsip-Prinsip Manajemen Bank Syari’ah

Terdapat setidaknya 4 prinsip dasar dalam manajemen bank syari’ah. Ke empat jenis prinsip tersebut adalah prinsip amar ma’ruf nahi munkar, kewajiban menegakkan kebenaran, kewajiban menegakkan keadilan, dan kewajiban menyampaikan amanah.

Dan berikut ini adalah sedikit uraian mengenai ke 4 prinsip manajemen dalam perbankan syari’ah :

  1. Prinsip Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Setiap muslim wajib melaksanakan perbuatan ma’ruf yakni perbuatan baik dan terpuji, seperti misalnya perbuatan tolong menolong, menegakkan keadilan diantara sesama manusia, meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta masih banyak lagi  yang lainnya.

Sedangkan perbuatan munkar atau keji, seperti misalnya korupsi, suap, pemborosan dan masih banyak lagi contoh lainnya harus dijauhi dan wajib untuk diberantas.

Menyeru kepada perbuatan amar ma’ruf atau kebaikan dan mencegah pada kemungkaran atau nahi munkar adalah wajib.

Maka untuk melaksanakan prinsip tersebut di atas, maka ilmu manajemen harus dipelajari dan dilaksanakan secara sehat, baik secara bijak maupun secara ilmiah.

  1. Kewajiban Menegakkan Kebenaran

Manajemen merupakan salah satu metode pengelolaan yang baik dan benar, untuk menghindari adanya sebuah kesalahan atau kekeliruan dan kemudian menegakkan kebenaran.

  1. Kewajiban Menegakkan Keadilan

Hukum syari’ah mewajibkan kita untuk menegakkan keadilan, kapan dan dimanapun kita berada. Semua perbuatan harus dilakukan dengan adil. Adil dalam melakukan timbangan, adil dalam bertindak dan adil dalam menegakkan hukum.

  1. Kewajiban Menyampaikan Amanah

Seorang manajer perusahaan adalah pemegang amanat dari para pemegang sahamnya yang wajib mengelola perusahaan dengan baik, sehingga kemudian nantinya akan menguntungkan para pemegang saham dan memuaskan para konsumen-nya

Tujuan Manajemen Perbankan Syari’ah

Adapun tujuan dari manajemen perbankan syari’ah itu sendiri adalah sebagai berikut :

  • Untuk memperoleh keuntungan atau profil secara efisien yang tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Assunah.
  • Merubah pola manajemen individualistis dan kapitalis yang hanya mementingkan kepentingan diri sendiri.
  • Mulai menanamkan nilai-nilai religus yang berdasarkan hubungan tanggung jawab antara manusia dengan Tuhan nya, baik mengenai seruan untuk berbuat ma’ruf dan meninggalkan yang

Demikian lah penjelasan dari kami mengenai pengertian Manajemen Perbankan Syariah Berdasarkan Prinsip dan Tujuannya. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan para pembaca sekalian.

Kunjungi juga :