[Lengkap] Pengertian Kuesioner, Jenis dan Contohnya

Kuesioner menjadi salah satu aspek yang pentig dalam sebuah penelitian. Kuesioner merupakan wujud dari proses atau metode dalam pengumpulan data. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini akuntanonline.com akan memberikan penjelasan lengkap mengenai pengertian kuesioner, jenis dan contohnya.

Pengertian Kuesioner

Kuesioner adalah sejumlah daftar perntanyaan yang dikirimkan kepada para responde baik secara langsung maupun tidak langsung. Kuesioner atau yang sering juga disebut dengan istilah angket secara umum berupa pertanyaan atau pernyataan yang dapat dijawab sesuai dengan bentuk angket yang diberikan.

Jika angket tersebut jeis angket tertutup maka biasanya cara menjawab cukup hanya dengan memberikan tanda check list (√) pada kolom, dan apabila angket tersebut adalah jenis angket terbuka maka cara menjawabnya adalah dengan mengisi jawaban pada kolom yang sudah disediakan.

Pengertian Kuesioner Menurut Para Ahli

Menurut Dewa Ktut Sukardi (1983)

Kuesioner adalah suatu bentuk teknik atau alat dalam pengumpulan data yang dilakukan pada metode penelitian dengan tidak perlu atau wajib menghadirkan secara langsung sang sumber data tersebut.

Menurut Bimo Walgito (1987)

Menurut beliau kuesioner adalah sebuah daftar pertanyaan dalam penelitian yang diharuskan untuk dijawab oleh responden atau informan.

Kelebihan dan Kekurangan Kuesioner

Kelebihan Metode Kuesioner

Kuesioner memiliki beberapa kelebihan dalam pengumpulan data atau informasi penelitan, berikut ini adalah kelebihan dari metode kuesioner dalam penelitian :

  • Tidak memerlukan kehadiran peneliti.
  • Dapat dibagikan secara bersama-sama kepada seluruh responden atau informan.
  • Memilik waktu yang lebih fleksibel, bergantung pada waktu senggan para responden.
  • Dapat dibuat anonim atau tanpa nama, sehingga responden tidak malu ketija menjawab pertanyaan.
  • Pertanyaan dapat distandarkan.

Kelemahan Metode Kuesioner

Sedangkan kelemahan dari metode pengumpulan data penelitan kuesioner adalah sebagai berikut :

  • Terkadang ada sebagian responden yang kurang teliti, akibatnya sering ada pertanyaan yang terlewatkan.
  • Diragukannya kejujuran para responden meskipun sudah bersifat anonim.
  • Kuesiner sering tidak kembali lagi kepada peneliti jika dikirim menggunakan pos maupun jasa pengiriman lainnya.
  • Para responden dengan tingkat pendidikan tertentu kemungkinan ada kesulitan dalam mengisi kuesiner.

Baca juga :

Jenis-Jenis Kuesioner dan Contohnya

Dalam sebuah penelitian yang berbentuk kuantitatif ada tiga jenis bentuk kuesioner, ketiga jenis kuesioner tersebut adalah kuesioner terbuka, kueisoner tertutup dan kuesiner campuran. Berikut ini adalah penjelasan dari ketiga jenis kuesioner lengkap dengan contohnya masing-masing :

  1. Kuesioner Terbuka

Adalah jenis kuesioner dangan daftar pertanyaan yang memberi kesempatan para responden untuk menulisakn pendaptnya mengenai pertanyaan-pertanyaan yang ada pada lembaran kuesioner yang diberikan peneliti.

Contoh kuesioner terbuka dengan judul penelitian “Kepuasan Peserta Didik Terhadap Fasilitas Perepustakaan Sekolah”.

Apakah anda sering memanfaatkan fasilitas yang ada di perpustakaan sekolah.?

  1. Kuesioner Tertutup

Merupakan lembaran pertanyaan dari peneliti yang jawabannya sudah disediakan. Pengumpulan data dengan metode kuesioner tetutup ini sering kali dikatakan yang terefektif dikarenakan para responden dapat langsung memberikan jawaban dengan tanda centang (√) pada kolom yang sudah disediakan.

Untuk contoh dari kuesioner tertup ini dapat menggunakan dua alternatif jawaban atau bahkan lebih, berikut adalh contohnya :

Kuesioner dengan dua alternatif jawaban :

Apakah buku-buku yang disediakan perpustakaan sudah cupuk memenuhi kebutuhan belajar anda.?

Ya ( )

Tidak ( )

Kuesioner dengan tiga atau lebih jawaban

Bagai mana menurut anda jika perpustakaan dilengkapi dengan koneksi internet.?

Sangat Setuju Sekali ( )

Sangat Setuju ( )

Kurang Setuju ( )

Tidak Setuju Sama Sekali ( )

  1. Kuesioner Campuran

Adalah jenis tehnik pengumpulan data dengan perpaduan antara kuesioner tetutup dan terbuka. Contohnya seperti berikut ini :

Apakah ada setuju jika koneksi internet dapat di akses oleh seluruh siswan dengan menggunakan Nomor Induk Siswa.?

( )Setuju, alasannya …………..

( ) Tidak Setuju, alasannya ………….

Syarat Membuat Kuesioner yang Baik

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk membuat kuesioner  yang baik dan mampu untuk mengumpulkan data bagi seorang peneliti. Adapun syarat-sayat tersebut adalah sebagai berikut :

  • Daftar pertanyaan dibuat denan bahas yang jelas dan tidak ambigu atau multitafsir.
  • Pertanyaan selalu berkaitan dengan masalah yang hendak di pecahkan dalam penelitan, serta usahakan menggunakan bahas baku yang mudah untuk dipahami.
  • Perbanyak wawasan dengan membaca jurnal yang berkaitan dengan penelitian-penelitian dengan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner.
  • Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal, pilihlah waktu yang tepat untuk membagikan kuesioner kepada para responden, serta usahakan jangan sampaii menggangu waktu si peresponden.

Demikian penjelasan dari kami mengenai Pengertian Kuesioner Lengkap Dengan Jenis dan Contohnya. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan keilmuan para pembaca dalam tehnik atau metode pengumpulan data. Terimakasi atas kunjungannya ^^.

Kunjungi juga :