Pengertian, Instrumen, Tujuan Serta Macam-Macam Kebijakan Fiskal

Artikiel ini semoga dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar kebijakan fiskal mulai dari apa itu kebijakan fiskal? Pengertian kebijakan fiskal? Tujuan serta instrumen dari diadakannya kebijakan fiskal.

Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal merupakan salah satu dari kebijakan yang ada pada ekonomi makro yang berada dibawah otoritas pemerintah. Kebijakan fiskal hampir sama dengan kebijakan moneter, yakni untuk mengatur peredaran jumlah uang.

Perbedaan kebijakan fiskal dengan kebijakan moneter terletak di lebih menekankan kepada pengaturan pengeluaran dan pendapatan pemerintah.

Pengertian Kebijakan Fiskal

Fiskal atau dalam bahasa latin fiscus adalah berasal dari pribadi pemegang keuangan pertama di zaman Kekaisaran Romawi. Kata fiscus secara harfiah dapat diartikan sebagai “tas” atau “kerjang”, dalam bahas inggris fisc berarti perbendaharaan kerjaan atau perbendaharaan negara.

Dari sini kita bisa menarik sebuha kesimpulan bahwa kebijakan fiskal adalah sebuah kebijakan ekonomi yang berupaya untuk menjaga dan memperbaiki kondisi perekonomian dengan melakukan perubahan penerimaan dan pegeluaran pemerintah.

Dalam prakteknya, kebijakn fiskal berda dibawah otoritas pemerintah yang diwakili oleh Kementrian Keuangan. Hal ini ditekankan pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 yang berisi tentang Keuangan Negara telah diatur dengan menyebutkan bahwa “Presiden memberikan Kuasa kepada Mentri Keuangan selaku pengelola fiskal dan wakil pemerintah dalam pemilikan kekayaan negara yang dipisahkan pengelolaan keuangan beserta kekayaan negara”.

Jadi, pemerintah mengatur seluruh unsur APBN dengan menggunakan kebijakan fiskal yang meliputi pembelanjaan Negara atau pengeluaran Negara.

Contoh dari kebijakan fiskal adalah seperti penanganan masalah inflasi pada perekonomian nasional dengan cara mengurangi kelebihan permintaan masyarakat dengan memperkecil pembelanjaan dan atau menaikkan pajak agar terciptanya kestabilan.

Baca juga :
7 Perbedaan Mendasar Pasar Uang dan Pasar Modal
7 Sumber Pendapatan Negara Bukan Pajak
12 Contoh Bukti Transaksi Pembayaran dalam Perusahaan
5 Jurnal Khusus Perusahaan Dagang

 

Cara yang demikian ini disebut dengan pengelolaan anggaran.

Tujuan Kebijakan Fiskal

 Kebijakan fiskal dikeluarkan untuk beberapa tujuan, yakni salah satunya untuk mempengaruhi jalanya perekonomian dengan sasaran untuk :

  1. Meningkatkan produksi nasional atau PDB dan pertumbuhan ekonomi,
  2. Memperluas lapangan kerja dan mengurangi pengangguran,
  3. Menstabilkan harga-harga barang, khususnya untuk masalah inflasi.

Ketiga tujuan di  atas akan dapat tercapai dengan cara memperbesar dan memperkecil pengeluaran konsumsi  pemerinth (G), jumlah transfer pemerintah (Tr), dan jumlah pajak  (Tx) yang diterima oleh pemerintah.  Sehingga kemudaian nanti dapat mempengaruhi tingkat pendapatan nasional (Y) dan tingkat kesempatan kerja (N).

  1. Kebijakan fiskal bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara optimal.

Kebijakan fiskal memiliki pengaruh yang sangat besar untuk pemasukan atau pendapatan negara yang meliputi; bea dan cukai, pajak bumi dan bangunan (PBB), pajak penghasilan,  devisa negara, impor, pariwisata dan masih banyak lagi yang lainnya.

Disisi lain kebijakan ini juga berpengaruh pada pengeluaran negara seperti misalnya pembangunan sarana dan prasarana umum, belanja persenjataan, proyek pemerintah, pesawat dan program  lain demi kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebutlah yang menjadikan kebijakan fiskal dan kebijakan moneter sangat berperan penting dalam menentukan pertumbuhan ekonomi suatu negara.

  1. Kebijakan fiskal bertujuan untuk memperluas lapangan kerja dan mengurangi jumlah pengangguran.

Pengangguran menjadi sebuah masalah yang cukup besar dan menjadi perhatian bagi sautu negara. Pelaksanaan kebijakan fiskal akan diaplikasikan dan di prioritaskan untuk upaya-upaya pencegahan timbul atau semakin meningkatnya jumlah penganguran.

Tidak tercapainya target pendapatan nasional dan laju pertumbuhan ekonomu yang maksimal akan menjadi sebuah kegagalan dalam  mencapai kesempatan kerja penuh, sehingga berimbas pada meningkatnya jumlah pengangguran.

Kesempatan kerja penuh atau full employment adalah kondisi dimana semua pemilik faktor  produksi bisa memperkerjakan seseorang sesuai dengan tingkat atau  harga  upah yang berlaku di daerah faktor-faktor produksi tersebut.

Konsep kesempatan kerja biasanya dihubungkan dengan kesempatan kerja manusia, dimana penganguran tenaga kerja mempunyai pengaruh sosial yang luas.

  1. Kebijakan fiskal beretujuan untuk menjaga kestabilan harga umum pada tingkat yang layak.

Kemungkinan hilangnya harapan mendapatkan keuntungan bisa dialami oleh perusahaan sektor swasta jika terjadi penurunan harga-harga umum yang tajam. Sebaliknya, harga yang terus meningkat akan menyebabkan timbulnya inflasi.

Disisi lain, yang namanya inflasi dapat memberikan keuntungan pada beberapa kelompok orang yang kemudian dapat menciptakan kesempatan kerja penuh, namun tetap saja memiliki dampak negatif terhadap orang-orang yang berpenghasilan rendah atau tetap.

Kemunculan inflasi yang deras akan mendorong lemahnya sektor swasta. Hal ini karenan para investor akan cenderung berinvestasi untuk jenis barang yang tahan lama. Contohnya seperti rumah dan tanah.

Masalah yang kemudian muncul dari akibat inflasi yang tidak kunjung stabil ini akan membuat rasa kurang peracaya masyarakat kepada pemerintah.

Instrumen Kebijakan Fiskal

Instrumen dari kebijakan fiskal adalah penerimaan serta pengeluaran pemerintah yang berhubungan erat dengan pajak. Dalam prakteknya dengan mengubah tarif pajak, maka akan berpengaruh pada perekonomian.

Baca juga :
Pengertian Analisis Rasio Keuangan dan Contohnya
Pengertian Barang Ekonomi,  Barang Bebas, & Barang Illith
Ciri-ciri dan Karakteristik Perusahaan Dagang

Sebagai  sebuah asumsi, manakala pajak diturunkan maka daya beli masyarakat akan meningkat dan industri bisa meningkatkan jumlah output. Namun sebaliknya, daya beli masyarakat akan turun dan secara tidak langsung menurunkan output industri secara umum manakala pajak akan dinaikkan.

Macam-Maca Kebijakan Fiskal

Mungkin kita hanya akan terkesan dengan kebijakan fiska bebas atau discretionary fiskal policy yang meliputi perubahan pajak dan pengeluaran pemerintah seccara eksplisit yang dapat mempengaruhi perekonomian.

Discretionary atau yang sering disebut dengan aktif adalah kebijakan yang diterapkan ketika pembuat kebijakan dengan sangat hati-hati dalam melihat trend permalan masa depan pembangunan, dan perubahan kebijakan ketika perekonomian tidak menunjukkan hasil yang memuaskan.

Kebijakan fiskal dapat dikelompokan menjadi dua golongan yakni pertama sebagai penstabil otomatik dimana ini merupakan bentuk dari sistem fiskal yang sedang berlaku dan cenderung menimbulkan kestabilan dalam kegiatan ekonomi.

Kedua adalah kebijakan fiskal diskresioner adalah kebijakan untuk langkah-lanngkah dalam menangani bidang pengeluaran pemerintahan dan perpajakan yang secara khusus bertujuan untuk mengatasi masalah ekonomi yang sedang dihadapi.

Penstabil otomatik adalah sistem perpajakan yang progresif dan proporsional, sebagai sistem asuransi  pengangguran dan kebijakan harga minimum. Pajak progresif  dan proporsional umumnya digunakan untuk memungut pajak pendapatan individu yang dipraktekkan hampir disemua negara.

Dimana sistem pajak ini dibebankan kepada individu yang berpenghasilan tinggi, jadi orang yang berpenghasilan rendah tidak perlu untuk membyara pajak lagi.

Di beberapa negara, sistempajak proporsional ini digunakan untuk memungut pajak atas keuntungan perusahaan-perusahaan korporat, diamana pajak yang harus dibayar adalah proporsional  dengan keuntungan yang diperoleh.

Hubungan Kebijakan Moneter dan Kebijakan Fiskal

Dalam prakteknya kebijakan moneter akan berpengaruh pada pasar uang dan pasar surat berharga. Diamana pasar uang dan surat berharga itu akan menentukan tinggi rendahnya tingkat bunga, yang mana nantinya tingkat bunga tersebut akan mempengaruhi tingkat agregat.

Berbeda dengan kebijakan fiskal, yang mana kebijakn fiskal ini memiliki pengaruh melalui permintaan dan penawaran agregat yang pada giliranya nanti, keadaan dipasar akan dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran agregat tersebut.

Kondisi di pasar barang dan jasa ini akan menentukan tingkat harga dan kesempatan kerja, yang kemudian nantinya akan menentukan tingkat pendapatan dan tingkat upah yang diharapkan.

Kedua jenis kebijakan ini akan memiliki umpan balik,  yakni  diamana pendapatan akan memberikan umpan balik terhadap permintaan agregat dan upah harapan mempunyai umpan balik terhadap penawaran agregat dan pasar uang serta pasar surat berharga.

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Kebijakan Fiskal, Lengkap dengan Instrumen, Tujuan dan Macam-macam Jenisnya. Semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian, dan terimakasih atas kunjungannya.

Kunjungi artikel lainnya :