Ekonomi Syari’ah [Pengertian, Karateristik & Tujuannya]

Pada kesempatan kali ini, akuntanonline.com akan membahasa mengenai apa itu ekonomi Syari’ah. Mulai dari pengertian, tujuan serta karakteristik dari ekonomi syari’ah. Ekonomi syari’ah atau ekonomi Islam merupakan konsep ilmu ekonomi yang berpegang teguh pada nilai-nilai syari’ah atau hukum-hukum islam.

Jadi dapat kita simpulkan bahwa, perbedaan mendasar dari ekonomi syari’ah dan ekonomi konvensional adalah terletak pada konsep prinsip yang digunakan. Prinsip dari ekonomi syari’ah adalah menggunakan prinsip-prinsip islami dalam pelaksanaanya, sedangkan ekonomi konvensional memiliki ruang lingkup yang lebih bebas serta mencakup semua agama tidak terpaku pada agama Islam saja.

Pengertian Ekonomi Syari’ah

Do You Know.?
Ekonomi Syari’ah merupakan suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari masalah-masalah ekonomi dan berupaya untuk menganalisis, memandang, serta pada akhirnya menyelesaikan masalah-masalah tersebut dengan menggunakan prinsip-prinsip islami yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-sunnah.

Dalam prakteknya ekonomi syari’ah memiliki dua landasan pokok, yakn Al-Qur’andan As-sunah, dimana hukum-hukum yang ada didalam landasan pokok tersebut secara konsep dan prinsip bersifat tetap atau tidak dapat berubah.

Ciri atau Karakteristik Ekonomi Syari’ah

Berikut ini adalah beberapa karakteristik dari ekonomi syari’ah lengkap dengan penjelasannya:

  1. Menggunakan sistem bagi hasil

Dalam praktek penerapan ekonomi syari’ah lebih mengedepankan keadalilan, yang mana keadilan tersebut dapat terwujud dengan menggunakan sistem bagi hasil.

Yang dimaksud dengan sitem bagi hasil disini adalah hasil dari keuntungan atau kegiatan perekonomian antara pihak bank dan nasabah, jadi bank dan nasabah akan sama-sama mendapatkan untung.

Praktek bagi hasil ini bertujuan untuk menghindari diri dari riba.  Sebagaimana yang kita ketahui bersama prektek riba dilarang atau di haramkan dalam islam. Sebagaiman yang tetulis didalam Al-qur’an surah AL-Baqarah ayat 278-279.

Sistim bagi  hasil ini kemudian menjadi jawaban umat islam untuk menghindari sistem bunga/riba yang ada di bank,yang mana nasabah akan tetap mendapatkan keuntungan dari aktivitas menabungnya yang sesuai dengan prinsip islami.

  1. Memperhatikan kemaslahatan umat

Pada prinsip sistem ekonomi syari’ah tidak ada perbedaan atau lapisan sosial antara semua umat beragama. Dimana yang menjadi fokus dari semua aktivitas ialah demi kemaslahatan umat, jadi semua masyarakat berhak mendapatkan keuntungan dan juga manfaat dari aktivitas ekonomi yang brjalan.

  1. Menjaga keseimbangan jasmani dan rohani

Islam adalah agama yang sempurna atau kompleks, dimana ilmunya mampu menyatukan antara unsur keagamaan dengan duniawi. Hal tersebutlah yang kemudian menjadi fokus dalam penerapan ekonomi syari’ah. Dimana segala bentuk kebajikannya ditujukan untuk menjaga keseimbangan jasmani dan rohani para pelaku ekonomi.

Hal ini bisa diartikan bahwa setiap kegiatan ekonomi mampu memberikan ketenangan hidup serta keuntungan.

  1. Melarang adanya praktek riba

Ekonomi islam adalah hasil dari produk ekonomi syari’ah, yang mana dalam praktek ekonomi syari’ah tidak ada aktivitas-aktivitas yang melanggar aturan atau syariat islam.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa dalam islam praktek riba sangat dilarang dan bahkan ada pada predikat haram. Mengapa demikian, hal ini sebagaimana yang dijelaskan bahwa memakan hasil dari riba dapat merusak jasmani dan rohani.

Riba akan membuat harta-harta kita akan tercemari hal-hal negatif, yang akan terbawa dalam kehidupan kita sehari-hari. Bayangkan saja bila kita menjalankan usaha dengan sistim riba, maka hal tersebut akan berdampak negatif dalam diri kita dan keluarga yang akan kebawa dalam kehidupan sehari-hari kita.

  1. Menghindari transaksi yang beresiko

Konsep lain yang ada dan diterapkan dalam ekonomi syari’ah adalah untuk mengurangi terjadinya resiko dalam usaha. Dimana segala usaha atau aktivitas yang mengandung resiko tinggi harus dihindari, karena hal itu akan berdampak negatif bagi  kegiatan perekonomian negara.

  1. Memlihara dan mengembangkan harta

Investasi dalam ekonomi syari’ah tentunya akan berbeda dengan investasi yang ada pada ekonomi konvensional. Pada ekonomi konvesional, ada besar kemungkinan terjadinya rugi atau hal lainnya karena ekonomi konvensional hanya berfokus pada pencarian keuntungan atau laba.

Sedangkan pada ekonomi syari’ah, jalannya perekonomian tidak hanya untuk memelihara harta saja namun juga bagaimana caranya agar dapat mengembangkan harta dengan baik.

Tujuan Ekonomi Syari’ah

Tujuan dari ekonomi syari’ah sudah pasti berbeda jauh dengan tujuan dari ekonomi konvensional, yang mana padadasarnya tujuan dari ekonomi syari’ah adalah bagaimana cara mendapatkan kebahagiaan kehidupan di dunia dan akhirat, melalui tatanan kehidupan yang baik dan terhormat.

Dan berikut ini adalah beberapa tujuan lain dari ekonomi syari’ah :

  1. Menciptakan distribusi pendapatan dan kekayaan yang adil dan merata

Konsep dasar dari adanya ekonomi syari’ah adalah untuk menciptakan keadilan bagi setiap umat manusia. Dimana pada setiap aktivitas transaksi antara bank dan nasabah mendapatkan laba atau keuntungan yang sama rata sehingga tidak terjadinya diskriminasi.

  1. Menciptakan kebebasan individu dalam hal kesejahteraan nasional

Setiap masing-masing individu diberikan kebebasan untuk melakukan kegiatan ekonomi dalam konsep ekonomi syari’ah tidak pernah memaksa individu. Hal ini sesuai dengan pedoman yang ada dalam ayat Al-Qur’an surah Ar-Ra’du ayat 36 dan surat Lukman ayat 22.

  1. Menempatkan ibadah kepada Allah di atas segalanya

Tujuan utama dari konsep ekonomi syari’ah adalah untuk mendapatkan ridhonya Allah SWT,  dan bukan hanya semata-mata untuk mencari keuntungan materil saja. Yang mana dalam melakukan semua aktivitas atau kegiatan ekonomi diniatkan untuk ibadah maka akan mendapatkan hasil yang lebih dibandingkan dengan hanya berniat untuk memperoleh harta saja.

Dengan niat karena Allah atau untuk beribadah kepada-Nya dalam melakukan segala kegiatan perekonomian, maka kita akan mendapatkan dua hal sekaligus. Yakni pahala dan juga harta.

  1. Meraih tujuan perekonomian yang diperintahkan Allah SWT

Kegiatan ekonomi yang sesuai dengan ajaran islam adalah suatu aktivitas atau kegitan yang mampu memberikandampak baik atau manfaat untuk semua masyarakat. Harapan dengan adanya ekonomi syari’ah ini dapat memberikan kesejahteraan dan kemaslahatan bagi seluruh umat manusia.

  1. Menjadi penyeimbang antara kehidupan dunia dan akherat

Dalam ekonomi syari’ah, kehidupan setelah kematian atau akhirat merupakan hal yang penting, karena dengan kita selalu niatkan untuk ibadah dan mengutamakan akhirat maka Allah akan memberikan rizeki yang lebih berlimpah bagi kita.

Nah, demikanlah penjelasan dari kami mengenai Pengertian Ekonomi Syari’ah, Lengkap dengan Karakteristik dan Tujuaanya. Semoga bermanfaat dan menabah wawasan bagi para pembaca sekalian, dan tak lupa kami ucapkan terimakasih atas kunjunganya. Jika dari pembaca ada yang ingin menabahkan penjelasan yang lebih terperinci mengenai ekonomi syari’ah silahkan tinggalkan di kolom komentar. Terimakasih.

Kunjungi artikel lainnya :