Pengertian Investasi dan Macam Jenisnya

Barang kali kita tidak  asing dengan kata investasi. Diera moderen seperti sekarang  ini kata investasi sudah sangat sering di dengar dalam keseharian, bahkan secara awam dapat diterangkan bahwa investasi adalah sebagai aktivitas yang berkaitan dengen keuangan dan ekonomi.

Ada banyak jenis investasi yang dapat di jadikan pilhan untuk ladang bisnis. Hal  ini karena objek investasi tidak hanya berupa uang saja, melainkan bisa berupa emas, apartemen, dan masih banyak lagi yang lainnya yang bisa dijadikan modal untuk berinvestasi.

Nah, sebelum anda berniat untuk melakukan sebuah investasi setidaknya anda memahami terlebih dahulu akan dasar-dasar dari investasi. Beruntung bagi anda yang sudah berkunjung ke akuntanonline.com, karena pada kesempatan kali ini kami akan membahas tuntas mengenai apa itu investasi lengkap dengan macam jenis investasi itu sendiri.

Pengertian Investasi Menurut Para Ahli Ekonomi

Investasi merupakan peletakan sebuah dana atau penanaman asset pada saat ini dengan harapan akan mendapatkan keuntungan dimasa yang akan datang. Kata investasi bersal dari bahas Inggris yakni investment  yang berarti menanam.

Berdasarkan arti kata menurut kamus, istilah pasar modal dan keuangan investasi berarti penanaman modal/uang dalalm suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.

Sedangkan menurut ilmu ekonomi, pengertian investasi adalah pengeluaran penanaman modal atau  perusahaan untuk membeli barang-barang modal serta perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang atau jasa yang tersedian dalam perekonomian.

  1. Salim HS dan Budi Sutrisno

Pengertian investasi menurut ekonom asal indonesia adalah penanaman modal yang dilakukan oleh investor. Baik investor asing maupun domestic dalam berbagai bidang usaha yang terbuka untuk investasi dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan.

  1. Menurtu Fitzgeral

Fitzgeral menjelaskan investasi adalah suatu aktivitas yang berhubungan dengan usaha  penarikan sumber-sumber dana yang dipakai untuk pengadaan barang modal saat sekarang. Dengan harapan barang modal tersebut akan mengahasilkan produk baru dimasa yang akan datang.

  1. Menurut Kamaruddin Ahmad

Kamaruddin Ahmad berpendapat bahwa investasi adalah menempatkan uang atau dana deengan harapan akan memperoleh tambahan atau keuntungan tertentu atas uang atau dana tersebut. Bila di telaah lebih lanjut Kamaruddin Ahmad menjalaskan pengertian investasi menjadi 3, dan berikut ini adalah ketiga pengertian investasi menurut beliau :

  • Investasi merupakan suatu tindakan untuk membeli saham, obligasi atau surat pernyetaan jenis lainnya.
  • Investasi adalah suatu tindakan untuk membeli barang-barang yang akan dipergunakan untuk modal.
  • Investasi merupakan pemanfaatan dana yang tersedia untuk dipergunakan dalam produksi dengan pendapatan dimasa yang akan datang.

Tujuan Investasi

Adapun tujuan dari investasi adalah sebagai berikut :

  1. Untuk memperoleh sebuah pendapatan yang tetap dalam setiap periode, yakni seperti dari bunga, royalty, deviden, atau uang sewa dan lain sebagainya.
  2. Untuk membentuk suatu dana khusus, seperti misalnya dana untuk ekspansi, kepentingan sosial dan lain-lain.
  3. Untuk mengontrol atau mengendalikan suatu perusahaan lain, melalu kepemilikan modal atau ekuitas suatu perusahaan tersebut.
  4. Untuk menjamin ketersediaanya bahan baku dan untuk mendapatkan pasar untuk produk yang dihasilkan perusahaan.
  5. Bermanfaat untuk mengurangi persaingan dengan perusahaan-perusahaan yang sejenis.
  6. Untuk menjaga hubungan baik antara perusahaan dengan perusahaan-perusahaan lain atau cabang.

Investasi  Dilihat dari Ruang Lingkup Usahanya

Melihat dari ruang lingkup usahanya, investasi dibagi menjadi 2 macam, yakni investasi aktiva nyata, dan investasi aktiva finansila.

Berikut ini adalah penjelasan dari kedua jenis investasi tersebut :

  1. Investasi aktiva nyata

Merupakan sebuah tindakan investasi dalam bentuk yang dapat dilihat dengan nyta. Contohnya seperti misalnya  pembangunan rumah untuk disewakan atau kotrankan, membangun pabrik, bisa juga dengan mebli intan, berlian dan emas, serta membeli sebuah apartemen yang kemudian untuk disewakan kembali.

  1. Investasi untuk aktiva finansial

Adalah jenis investasi dalam bentuk surat-surat berharga. Seperti misalnya deposito, saham, obligasi, dan lain-lain. Setidaknya ada dua cara dalam melakukan investasi terhadap aktiva financial diantaranya seperti :

  • Investasi langsung

Adalah invetasi dengan maksud memiliki surat-surat berharga, diamana pemilik surat berharga dapat melakukan kebijakan yang dapat berpengaruh terhadap investasi surta berharga yang dimilikinya. Contohnya seperti pada saham.

  • Investasi tidak langsung

Dengan maksud pengelolan surat-surat berhaga yang dimiliki dilakukan oleh suatu lembaga atau badan usaha yang dapat mengelola investasi para pemegang surat-surat berharga, dan sebisa mungkin berusaha untuk menghasilkan keuntungan yang dapat memberikan kepuasan dalam bentuk penghasilan terhadap para pemegang surat-surat berharga tersebut.

 Investasi Ditinjau dari Segi Kapasitas Pendapatan Keuntungan

Adapun investasi yang ditinjau dari segi kapasitas pendaptan keuntnganya di bagi menjadi dua juga. Yakni investasi bebas resiko dan investasi beresiko, dan berikut adalah penjelasannya  :

  1. Investasi bebas resiko

Yakni seseorang melakukan investasi yang kemudian orang ini tidak akan menanggung resiko yang mungkin saja terjadi. Contohnya seperti tabungan, deposito dan obligasi.

  1. Investasi Beresiko

Yakni investasi yang bagi siapa saja melakukan investasi akan mendapatkan resiko atau menangung resiko yang mungkin bisa saja terjadi. Seperti menanam saham, modal usaha dan lain sebagainya.

Dari penjelasan di atas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa investasi bebas resiko maksudnya adalah nilai keuntungan yang didapatkan relatif terjamin, dan jalannya investasi cukup aman.

Menjadi sebuah kewajaran jika dalam melakukan investasi ada yang namanya resiko. Maka yang harus dilakukan oleh seorang investor adalah bagaimana menyiapkan cara meminimalisir resiko tersebut.

Hal-hal tersebut terjadi karena investasi tak lepas dari pengaruh oleh faktor-faktor yang merujuk kearah ketidak pastian.

Faktor-Faktor yang Menjadi Pengaruh Tingkat Investasi

Kurang lebih ada 4 faktor penting yang mempengaruhi tingkat investasi, diantaranya pengaruh suku bunga, pengaruh nilai tukar, pengaruh tingkat inflasi, dan pengaruh insfrastruktur.

Di bawah ini adalah penjelasan lebih lanjut mengenai ke 4 faaktor tersebut di atas :

  1. Foktor Suku Bunga

Faktor pertama ini menjadi faktor yang sangat penting sebelum seseorang akan melakuakn investasi. Hal ini karena suku bunga memiliki pengaruh yang sangat signifikan untuk melakukan investasi.

Dimana jika suku bunga pinjaman turun, maka para investor akan meminjam modal tersebut untuk melakukan investasi.

  1. Pengaruh Nilai Tukar

Dampak dari nilai tukar secara teoritis terhadap investasi tidak lah pasti. Shikawa menjelaskan, dampak dari pengaruh tingkat kurs yang berubah pada investasi dapat langsung terjadi dari beberapa saluran.

Dimana perubahan kurs atau nilai tukar tersebut akan berpengaruh pada sisi permintaan dan sisi penawaran domestik.

Sedangkan dalam jangka pendek, penurunan nilai tukar akan mengurangi investasi melalui pengaruh negatifnya pada absorbs domestic atau yang lebih dikenal dengan istilah expenditure recudinf effect.

Penurunan tingkat kurs ini akan menyebabkan nilai riil asset masyarakat  yang disebabkan adanya kenaikan tingkat harga-harga secara umum, dan selanjutnya hal ini akan menurunkan permintaan domestik masyarakat.

Sedangkan pada sisi penawaran, pengaruh aspek pengalihan pengeluaran akan perubahan tingkat kurs pada investasi tidak menentu. Adanya penurunan nilai tukar mata uang domestik akan menaikan produk-produk impor yang diukur dengan mata uang domestik dan demikian akan meningkatkan barang-barang yang diperdagangkan ekspor relatif terhadap barang-barang  yang diperdagangkan.

Sehingga kita dapati kenyataan nilai tukar mata uang domesti akan mendorong ekspansi investasi pada barang-barang tersebut.

  1. Pengaruh Tingkat Inflasi

Adanya inflasi yang tinggi memiliki pengaruh negatif bagi tingkat investasi.  Hal ini karena harga barang secara umum mengalami kenaikan secara menurus. Dan karena adanya tingkat inflasi yang tinggi akan meningkatkan resiko-resiko usaha investasi yang semakin tinggi dan dalam jangka panjang inflasi yang tinggi akan mengurangi rata-rata masa jatuh pinjaman modal.

  1. Pengaruh Insfrastruktur

Seperti kebanyakan negara-negara di dunia, pmerintah menggundang investor guna ikut serta berpartisipasi menanamkan modalnya disektor-sektor insfrastruktur seperti misalnya jalan tol, sumber energi listrik, pelabuhan, sumber daya air dan masih banyak lagi yang lain.

Pembiayaan tersebut bisa berupa pembiayaan mata uang baik dalam rupiah atau mata uang asing. Dimana pembangunan insfrastruktur akan menyerap  banyak tenaga kerja  yang kemudian akan berpengaruh terhadap meningkatnya ekonomi masyarakat.

Dengan adanya insfrastruktur yang memadai, efisiensi yang dicapai oleh dunia usaha akan semakin besar dan investasi yang didapat semakin meningkat.

Resiko Dalam Berinvestasi

Resiko merupakan sebuah sebab akibat yang tidak sesuai dengan perkiraan sebelum melakukan investasi. Berikut ini adalah beberapa  resiko yang akan muncul saat melakukan investasi :

  1. Resiko suku bunga

Resiko yang timbul akibat adanya perubahan tingkat suku bunga yang terjadi dipasaran yang mampu memberikan pengaruh pendapatan investasi para investor.

  1. Resiko pasar

Resiko pasar merupakan fluktuasi pasar seca menyeluruh yang mempengaruhi variablilitas return suatu invvestasi. Bahkan hal ini dapat menyebabkan para investor terkena capital loss.

Adapun capital loss ini disebabkan oleh banyak faktor, seperti misalnya adanya resesi ekonomi, kerusuhan, isu politik dan spekulasi.

  1. Resiko inflasi

Resiko inflasi merupakan resiko yang berpotensi akan adanya kerugian daya beli investasi karena terjadinya kenaikan rata-rata harga konsumsi.

Adapun alternatif yang bisa dilakukan oleh investor adalah sebagai berikut ;

  • Menabung, jika kita menabung uang di bank hal tersebut dapat mem-back up modal investasi kita. Karena bunga yang kita terima dapat mem-back up inflasi yang terjadi.
  • Investasi emas, dimana dengan kita melakukan investasi emas kita dapat terhindar dari inflasi yang akan menggerogoti nilai mata uang. Hal ini karena apabila terjadi inflasi yang tinggi maka akan menyebabkan harga emas meningkat tinggi.
  1. Resiko likuiditas

Resiko ini berkaitan  dengan kecepatan sekuritas yang diterbitkan masyarakat atau diterbitkan di pasar sekunder. Semakin cepat sekuritas yang diperdagangkan maka semakin likuid sekuritas tesebut.

Resiko ini juga dapat diartikan sebagai kemampuan  perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek atau jatuh tempo dengan menggunakan asset yang ada.

  1. Resiko nilai tukar mata uang asing atau valas

Resiko yang ke 5 ini berkaitan erat dengan fluktuasi nilau tukar uang dalam negeri dengan mata uang asing atau negara lain. Resiko ini juga dikenal dengan nama lain currency risk  atau exchanger rae risk.

  1. Resiko negara

Resiko negara atau yang lebih dikenal dengan istilah resiko politik. Mengapa demikian, hal ini karena resiko ini berkaitan erat dengan kondisi politik suatu negara tesebut.

Resiko politik ini juga berkaitan dengan kemungkinan adanya perubahan ketentuan perundangan yang berakibat dari turunnya pendapatan yang diperkirakan dari suatu investasi, atau bahkan terjadi kerugian total dari modal yang  telah diinvestasikan.

Bagi perusahaan yang bediri atau beroprasi di luar negeri, stabilitas ekonomi dan politik negara bersangkutan akan sangat perlu diperhatikan guna untuk menghindari resiko negara yang terlalu tinggi.

  1. Resiko reinvestment

Yakni resiko dari penghasilan-penghasilan suatu asset keuntungan yang harus di re-invest dalam asset yang berpendaptan rendah, atau resiko yang akan memakasa para investor untuk menempatkan pendapatan yang diperolehnya dari bunga kredit atau surat-surat berharga ke investasi yang berpendapatan rendah akibat dari turunya tingkat bunga.

Jenis-Jenis Investasi

  1. Investasi finansial

Adapun investasi jenis finansial ini terbagi menjadi 5, namun sebelum itu anda juga harus mengetahui bahwa terdapaat 6 jenis investasi dengan modal kecil berpenghasilan besar.

Berikut ke 5 jenis investasi finansial dengan penjelasanya :

  • Deposito

Yang dimaksud dengan deposito adalah, investor akan menanamkan modalnya dalam jangka waktu tertentu. Namun umumnya dalam jangka pendek dan kemudian memperoleh keuntungan berupa bunga. Bunga pada deposito kiranya sesuai dengan resikonya.

Adapun deposito itu sendiri dibagi kedalam dua maca, yakni deposito berjangka dan sertifikat deposito. Berikut penjelasanyaa :

1.Deposito berjangka

Deposito berjangka merupakan bentuk investasi yang aman dengan memiliki resiko rendah. Deposito berjangka memiliki simpanan berjangka yang diterbitkan atas nama, tidak bisa diperjual belikan, serta penarikannya disesuaikan dengan jangka waktu yang sudah ditentukan. Jangka waktu yang ditentukan itu bisa mulai  dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan dan sampai 24 bulan atau 2 tahun.

2.Sertifikat deposito

Untuk deposito jenis ini, umumnya bunga akan diterima dibagian awal, sedangkan untuk masa waktu jatuh tempo tidak berbeda dengan deposito berjangka, yakni lebih dari satu tahun atau sesuai dengan kesepakatan.

  • Saham

Apabila kalian memiliki selembar saham pada perusahaan tertentu, itu sama halnya kalian memiliki asset atas perusahaan tersebut.

  • Obligasi

Merupakan surat tanda bukti dari pernyataan hutang, maksudnya obligasi merupakan bukti bahwa seseorang telah memberikan hutang kepada perusahaan atau lembaga tertentu, dan biasanya jangka waktu pengembalian hutang tersebut lebih dari 12bulan.

Adapun obligasi memiliki beberapa keuntungan, seperti misalnya dapat memberikan pendapatan yang tetap dan bunga yang ditawarkan lebih tinggi dibandingkan dengan deposito.

Sedangkan untuk kerugiannya, apabila perusahan yang berhutang mengalami kebangkrutan maka tidak dapat membayar hutang secara langsung, melainkan akan membayat dalam kurun waktu yang panjang/lama.

  • Reksadana

Reksadana dapat kita artikan sebagai tempat menghimpun dana secara kolektif. Kemudian dana yang terkumpul akan diinvestasikan kedalam fortofolio, yang nantinya dana yang terkumpul akan diinvesrsikan kembali. Nah, untuk penjelasan lebih lanjut tentang reksadana kalian bisa baca disini.

Dalam reksadana pendapatan maupun kerugian yang diperoleh akan dibagi secara merata kepada para investor.

Jika dilihat dari perkembangannya, reksadana saat ini merupakan salah satu jenis investasi yang memiliki perkembangan yang sangat pesat, namun demikian masih banyak orang yang belum memahaminya.

Untuk berinvestasi disini harus berhati-hati, karena reksadana rentan akan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

  • Menabung

Yang terakhir ini mugkin jenis investasi yang paling aman. Menabung di bank, semua orang bisa melakukanya. Kita hanya perlu mengambil uang sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Investasi jenis ini semua kalangan bisa melakukannya.

  1. Investasi Sektor Riil atau Barang

Ada banyak jenis investasi untuk sektor riil ini, namun pada kesempatan kali ini akuntanonlien cukup memberikan 4 contoh saja investasi sektor riil yang terbaik :

  • Sektor manufaktur

Merupakan investasi dalam menangani atau mengelola baranag-barang mentah, menjadi bahan baku, kemudian menjadi bahan setengah jadi dan barang jadi.

Untuk selanjutnya dikelola lagi sehingga menjadi barang yang mempunyai nilai jual yang tinggi. Ada pula yang berbasis kepada jasa transportasi, otomotif, agrobisnis dan masih banyak lagi yang lainnya.

  • Properti

Yakni investasi yang berhubungan dengan bangunan, misal mulai dari perumahan, apartemen, serta gudang-gudang. Yang mana bangunan-bangunan tersebut bisa untuk disewakan atau diperjual berlikan.

  • Teknologi

Yakni investasi yang berhubungan dengan bisni-bisnis pada sektor teknologi. Seperti misalnya dunia pertelevisian, rumah produksi, perfiman, telekomunikasi dan lain-lain.

  • Emas

Jika kita perhatikan harga emas cenderung stabil, dan bahkan selalu naik setiap tahunnya. Tidak sedikit orang yang berinvestasi dengan emas, yang kemudia menjualnya kembali saat harga emas mengalami kenaikan. Jenis emas yang sering diinvestasiskan biasaya adalah jenis emas batangan.

Bagi orang-orang yang memilih emas sebagai investasinya beralasan bahwa karena emas mudah untuk dijual kembali, memilik daya tahan yang lama, dan yang menjadi alasan utamanya adalah karena harga nya yang cenderung selalu stabil bahkan naik.

Manfaat Investasi

Adapun manfaat dari investasi yang bisa dirasakan oleh para investor adalah sebagai berikut :

  1. Dapat meningkatkan asset pemiliknya
  2. Sebagai persedian untuk memenuhi kebutuhan hidupnya diamas yang akan datang atau mas depan.
  3. Jadi lebih hemat
  4. Mencegah dari terlilit hutang
  5. Menciptakan kebahagiaan dan keharmonisan didalam keluarga
  6. Dapat berinvestasi sesuai dengan kemampuan keadaan keuangan

Demikianlah penjelasan dari kami mengenai “Pengertian Investasi, Macam-Macam Jenis dan Manfaatnya”. Semoga bermanfaat dan membantu anda, dan terimkasih telah berkunjung.

Kunjungi artikel lainnya :

Tinggalkan komentar