Pengertian Identifikasi Serta Contoh Lengkapnya

Salah satu bentuk dari adanya interaksi sosial dalam masyarakat adalah adanya sebuah indentifikasi. Indentifikasi ini sangat penting untuk dipahami, lebih utama lagi untuk mereka yang sedang melanjutkan studi di jenjang perguruan tinggi dengan mengambil studi ilmu sosiologi.

Nah, pada kesempatan ini kami admin akuntanonline.com akan menjelaskan secara terperinci mengenai pengertian indentifikasi dan contohnya.

Pengertian Indentifikasi

Identifikasi merupakan sebuah kecenderungan yang ada dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain. Sebuha proses indetifikasi merupakan bentuk lanjut dari proses imitasi dan proses sugesti yang berlangsung dalam diri seseorang.

Hanya saja perbedaanya dalam indentifikasi memiliki pengaruh yang cukup kuat.

Adapaun sebutan lain dari bagi orang lain yang menjadi sasaran dalam indentifikasi dinamakan dengan istilah idola. Dimana seluruh tindakan, sikap, kepercayaan dan bahkan sampai pada gaya atau pola hidup yang dilakukan oleh individu tersebut sama persis dengan idolanya.

Contoh Indentifikasi

Beberapa contoh yang ada dalam sebuah kasus indentifikasi dalam objek kajian sosiologi seperti misalnya, Rohman sebagai seorang mahasiswa di PTS Swasta di Lampung, ia mengidentifikasi dirinya dengan seorang tokoh artis Ibu  Kota yang ia kagumi. Seperti layaknya Iko Uwais. Kemudian Rohman akan melakukan sebuah perubahan yang besar, baik itu dalam tampilan, gerak pencak, serta gaya bicara bahkan sampai makanan kesukaanya pun di ikuti demi sama persis dengan sang idolanya Iko Uwais.

Contoh Identifikasi dalam Budaya

Contoh lain dalam mengidentifikasi terutama dalam perihal permasalahan budaya. Misalnya seperti kasus-kasus yang belum lama ini perilhal adanya klaim oleh  Malaysia terhadapa kebudayaan Reog Ponorogo. Dimana pihak negeri Jiran itu mengklaim bahwasannya Reog Ponorogo adalah kebudayaan negeri Malaysia, padalah jika dilihat dari sejarah historinya sangat jelas bahwa kebudayaan Reog Ponorogo adalah kebudayaan asli Indonesia.

Bahkan demi mengklaim bahwa kebudayaan Reog Ponorogo adalah Kebudayaannya (Malaysia), mereka sampai mendatangkan langsung para budayawan di Indonesia untuk memberikan pelatihan dan keterampilan yang sejenis dengan kebudayaan Reog Ponorogo tersebut.

Contoh Indentifikasi dalam Masyarakat

Contoh terakhir yang kami berikan adalah mengenai proses identifikasi dalam masyarakat untuk dapat memberi pengaruh yang baik bagi masayarakat tersebut. Kita umpamakan saja ada seorang remaja yang sangat mengidolakan seccara berlebihan tokoh-tokoh wirausaha, karena sangking mengidolakan tokoh tersebut maka pemuda ini nekad melakukan apa-apa yang dulu dilakukan oleh idolanya tersebut.

Seperti misalnya, mereka para pemuda ini lebih memilih berjualan atau nekad melakukan perniagaan bedagan disaat rekan-rekan sebayanya asik dengan bermain saja.

Hingga pada akhirnya, dengan adanya kecenderungan yang sama seperti idolanya tersebut, maka lambat laun pemuda tersebut akan mendapatkan apa yang ia inginkan. Sebab mereka sudah memilik pedoman dalam fikiranya sebuah kata-kata “Pantang Untuk Menyerah, Meski Gagal Menghantui”.

Kesimpulan

Dari contoh-contoh tersebut di atas, dapat kita katakan bahwa pada dasarnya identifikasi dapat menimbulkan dampak positif serta juga dapat berdapak sebagai sebuah hal yang negatif. Kesemuaanya itu memang tergantung pada kegiatan yang dilakukan.

Sebagai antisipasi dari indentifikasi alangkah baiknya sebelum kita meniru pada tahap identifikasi, maka kita amati terlebih dahulu mengenai kemungkinan pengaruh yang akan terjadi dalam diri kita. Karena apa yang kita lakukan akan menjadi sebuah contoh atau tauladan dimasa yang akan mendatang.

Dari sini kita dapat menarik sebuha kesimpulan bahwa berbagai bentuk masalah sosial yang terjadi dalam masyarakat yang ada disekitaran lingkungan kita sering kali terjadi indentifikasi, yang artinya adalah adanya sebuah kecenderungan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain yang di idolakannya.

Sekian penjelasan mengenai “Pengertian Identifikasi Serta Contoh Lengkapnya”. Semoga tulisan ini bermanfaat dan menambah wawasan para pengunjung setia akuntanonline.com, dan terimakasi atas kunjunganya.

Kunjungi juga :