Pengertian serta Manfaat Reasuransi dan Koasuransi

Prinsip penyebaran resiko dalam kegiatan asuransi terbagi menjadi dua cara, yakni reasuransi dan koasuransi. Kedua hal ini merupakan hal yang sangat penting dalam kegiatan asuransi konvensional dan asuransi syari’ah.

asuransi

Untuk memahami lebih lanjut dari kedua materi di atas, maka pada kesempatan kali ini akuntanoline.com akan membahas mulai dari pengertian dan manfaat dari reasuransi dan koasuransi.

Pengertian Reasuransi

Reasuransi adalah sebuah istilah yang digunakan oleh perusahaan atau badan usaha untuk melindungi terhadap suatu resiko asuransi dengan memanfaatkan jasa dari perusahaan asuransi.

Apabila perusahaan asuransi berpendapat bahwa nilai asuransi suatu premi lebih besar daripada nilai yang diperolehnya/ditanggungnya, maka perusahan tersebut dapat membagi resiko usaha yang dihadapinya dengan mengasuransikan kembali sebagian nilai tersebut pada perusahaanlain , dalam hal ini perusahaan reasuransi.

Pengimplementasian reasuransi pada perusahaan asuransi dapat melindungi kestabilan jumlah pendapatan perusahaan tersebut. Hal ini karena kerugian yang sangat besar telah dilindungi oleh reasuransi.

Adapun alasan lainya adalah untuk memperoleh sebuah keuntungan atau laba sebagai perantara dengan mengasuransikan kembali pada persuahaan asuransi dengan jumlah premi yang relatif lebih rendah daripada jumlah premi yang dikenakan perusahaan asuransi itu sendiri terhadap pelanggannya. (Pengertian Reksadana dan Manfaatnya)

Manfaat Reasuransi

Dibawah ini meupakan beberapa manfaar reasuransi bagi perusahaan asuransi :

  1. Meninggikan Jumlah Pertanggungan

Sedikitnya kuota yang dimiliki oleh Direct insurer  tertentu membuat Direct insurer  tersebut tidak bisa leluasa menutupi jumlah-jumlah pertanggungan yang melebihi kuota yang sudah tersedia.

Manfaat reasuransi adalah untuk memperbesar kuota perusahaan asuransi tersebut, sehingga dapat memungkinkan untuk menutupinya dengan jumlah-jumlah pertanggungan dengan jumlah yang tinggi. (Pengertian Kebutuhan Primer, Sekunder & Tersier)

  1. Menciptakan Rasas Yakin

Reasuransi memberikan manfaat  yang sama  bagi perusahaan asuransi itu sendiri. Contoh, suatu ketidak pastian dapat dihilangkan dengan cara menggunakan mekanisme asuransi tertentu.

Seorang pengusaha akan siap memperbesar jumlah investasinya dibandingkan dengan menyimpan uang yang dimilikinya sebagai cadangan. Hal yang sama pun berlaku bagi Direct insurer  sebagai salah satu pengaruh dari ketidak pastian yang dapat ditiadakan dengan bantuan asuransi. (Perbedaan BUMN dan BUMS)

  1. Membuat Kerugian Menjadi Pasti

Terjadinya sebuah kerugian akan menjadi pasti atau dianggap pasti, tetapi apa yang tidak dapat dipastikan adalah satu frekuensi terjadinya kerugian. Maksdunya adalah berapa besar kerugian yang akan terjadi dan keapan kerugian itu akan terjadi.

Reasuransi dapat memberikan manfaat yakni dengan membuat kerugian perusahaan asuransi menjadi pasti. Yang artinya reasuransi dapat membantu perusahan asuransi dalam menstabilkan jumlah kerugian dengan menghilangkan beberapa dari ketidak pastian yang kemungkinan akan terjadi. (Ciri-Ciri Pasar Monopolistik)

  1. Sebagai pengaman

Keadaan keuangan perusahaan asuransi akan berdampak buruk dalam hal menanggung kerugian dengan jumlah yang besar. Nah, kehadiran reasuransi  ini berperan untuk melindungi perusahaan asuransi dari keadaan tersebut.

  1. Alat Penyebar Resiko

Seperti penjelasan di atas, reasuransi adalah mekanisme pengalihan suatu resiko dari perusahaan asuransi yang diserahkan kepada reasuradur. Maka dari itu, reasuransi berperan sebagai alat untuk penyebar resiko. (Pengertian Pasar Oligopoli)

Pengertian Koasuransi

Koasuransi merupakan sautu pertanggungan yang dilaksanakan secara bersama-sama atas suatu objek asuransi tertentu. Nilai pertanggungan biasanya dalam jumlah besar, sehingga dalam rangka menyebarkan resiko dalam perusahaan asuransi tersebut perlu menawarkan atau mengajak beberapa perusahaan asuransi lain untuk ikut andil dalam bagian pertanggungan demi penutupan resiko perusahaan tersebut.

Makna lain koasuransi adalah sebuah proses meningkatkan kapasitas pasar untuk menangung suatu resiko yang akan terjadi. Dimana partisipasi setiap perusahaan dibatasi dalam kebijakan asli. (Pengertian Patty cash dan Fungsinya)

Hal demikian akan terjadi manakala perusahaan asuransi tersebut tidak mempunyai gross capacity yang cukup untuk menutupi resiko  yang tertanggung. Dimana pihak tertanggung mengasuransikannya kepada lebih dari satu perusahaan asuransi lainnya.

Administrasi dan penerbitan polis dilakukan oleh kepala asuransi, yang mana hal ini berbeda dengan kontrak asuransi. Karena pihak tertanggung tidak mempunyai hubungan secara kontraktual dengan pihak reasurdur.

Sedangkan pada ko-asuransi pihak tertanggung mempunyai hubungan secara kontraktual dengan semua penanggung yang terlibat dalam risiko tersebut. (Contoh Format Penyusunan Laporan Laba Rugi)

Nah, dalam hal ini maka akan terjadi klaim, jika ternyata ada salah satu anggota belu melakukan pembayaran klaim. Maka pihak tertanggung dapat melakukan sebuah tuntutan secara langsung kepada anggota tersebut.

Ada dua macam koasruansi, berikut adalah  kedua koasruansi tersebut dengan sedikit penjelasanya :

  1. Koasuransi yang dilakukan oleh beberapa perusahaan asuransi namun hanya menggunakan satu polis saja.
  2. Koasuransi yang dilakukan oleh beberapa pengusaha, namun menggunakan polisnya masing-masing sesuai dengan besar bagian yang ingin ditutupnya. Hal ini dikenal dengan sebutan penutupan koasuransi secara polis dengan jalan bersama atau run in conjunction.

Nah, demikianlah penjelasan dari kami mengenai “Pengertian serta Manfaat dari Reasuransi dan Koasuransi”. semoga bermanfaat dan membantu. jangan lupa like and share ya ^^.

Kunjungi juga artikel laainya :

Tinggalkan komentar