Pengetian Asuransi, Fungsi, Tujuan, dan Jenis-Jenisnya

Asuransi merupakan salah satu lembaga keuangan non bank. Asuransi menjadi salah satu alternatif contoh dari investasi yang cukup menjanjikan dan meminimalisir risiko atas kejadian tak terduga.

Pada umumnya asuransi terbagi menjadi 3 golongan, yakni asuransi jiwa, asuransi kejiwaan, dan asuransi kehilangan. Adapun darike 3 golongan asuransi tersebut masih banyak lagi pembagian jenis-jenis asuransi turunan dari asuransi tersebut.

Pengertian Asuransi

Menurut kata bahasa, asuransi bersal dari kata bahasa Inggris yakni insurance yang memiliki arti dalam bahasa Indonesia sebagai  pertanggungan.

Sedangkan menurut UU No. 2 Tahun 1992. Asuranasi adalah suatu perjanjian antara dua belah pihak atau lebih, dimana pihak penanggung mengikatkan diri kepada pihak tertanggung. Dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada pihak tertanggung karena hal kerugian, kerusakan, dan atau kehilagan. Keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab pihak hukum ketiga yang mungkin akan diterima pihak tertanggung, akibat dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

Pengertian asuransi secara umum adalah suatu perjanjian antara pihak tertanggung (nasabah) dengan pihak penangung (perusahaan asuransi), yang mana pihak perusahaan asuransi bersedia menanggung sejumlah kerufian yang mungkin akan timbul dimasa yang akan datang.

Jadi bisa kita tarik sebuah kesimpulan bahwa asuransi merupakan sebuah gambaran setiap tindakanuntuk perlindungan terhadap resiko. Dimana pengguna asuransi ini diberikan kewajiban untuk mengeluarkan iuran atau membayar uang dalam jumlah tertentu (premi) yang disetorkan tiap bulanya kepada perusahaan asuransi.

Jenis-Jenis Asuransi

Ada dau jenis sistem asuransi yang berlaku di Indonesia, yakni asuransi syari’ah dan asuransi konvensional. Namun disini kami akan memberikan 6 jenis asuransi yang bisa di gunakan oleh para pengguna asuransi.

Berikut ini adalah ke 6 jenis asuransi tersebut beserta dengan penjelasanya :

jenis-jenis asuransi
  1. Asuransi Kesehatan

Asuransi kesehatan merupakan sebuah asuransi yang memberikan penanggungan terhadap masalah kesehatan peserta asuransi yang diakibatkan oleh suatu penyakit  atau kecelakaan.

  1. Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa merupakan asuransi yang memberikan jaminan atas kematian seorang nasabah atau perserta asuransi yang tertanggung dengan memberikan keuntungan finansial.

  1. Asuransi Kendaraan

Asuransi kendaraan adalah jenis asuransi yang diberikan kepada peserta asuransi guna memberikan jaminan atas kendaraanya dari kehilangan, maupun kerusakan akibat kecelakaan dan masih banyak lagi yang lainya.

  1. Asuransi Pendidikan

Asuransi pendidikan merupakan asuransi yang membrika jaminan kehidupan pendidikan yang baik. Contoh asuransi yang memberikan layanan ini seperti pada Purdential dan BNI Life Insurance  serta masih banyak lagi yang lainya.

  1. Asuransi Bisnis

Selanjutnya adalah asuransi bisnis, asuransi bisnis adalah asuransi yang memberikan jaminan terhadap perusahaan dalam kegiatan bisnis meliputi kerugian dalam jumlah yang cukup besar, kerusakan, dan kehilangan.

  1. Asuransi Kepmilikan Rumah dan Properti

Teraakhir adalah asuransi yang memberikan pelayanan terhadap pemilik rumah dari resiko seperti misalnya kerusakan tempat tinggal, maupun kerusakan barang-barang pribadi.

Tujuan Asuransi

Tujuan dari adanya asuransi tidak lain adalah sebagai alat untuk berjaga-jaga dari terjadinya resiko pada suatu kejadian dari beberapa jenis asusransi di atas.

Adapun tujuan dari asuransi yang lainya adalah sebagai berikut :

  1. Memberikan jaminan perlindungan kepada nasabah dari resiko-resiko kerugian yang mungkin akan dialami olehnya.
  2. Sebagai pemerataan biaya. Dengan maksud hanya cukup mengeluarkan biaya tertentu untuk kemudian tidak perlu mengganti sendiri kerugian yang terjadi dengan jumlah yang tidak tertentu dan tidak pasti.
  3. Meningkatkan efisiensi, karena tidak perlu secara khusus mengadakan pengawansan dan pengamanan untuk memberikan perlindungan kesehatan, usaha dan properti yang kemungkinan akan menghabiskan banyak waktu, biaya dan tenaga.
  4. Sebagai sebuah tabungan. Diaman jumlah yang dibayarkan kepada perusahan asuransi nantinya akan dikembalikan kembali kepada nasabah dengan jumlah yang lebih besar dari sebelumnya. Point ke 4 ini khusus untuk jenis asuransi jiwa saja.
  5. Dasa dari pihak bank untuk memberikan kredit, hal ini karena bank juga memerlukan jaminan atau perlindungan atas uang yang diberikan kepada peminjam uang.
  6. Menutup loss of earning power seseorang atu badan usaha pada saat ia tidak bekerja atau berfungsi kembali.
  7. Untuk mengalihkan resiko yang semula ada pada pihak (nasabah) kepada pihak perusahaan asuransi yang siap menerima resiko tersebut.
  8. Terakhir untuk memberi ganti atas kerugian kepada pihak yang bersangkutan serta mendapatkan keuntungan disamping memberikan beberapa jaminan kepada para nasabah atau peserta asuransi.

Fungsi Asuransi

Adapun fungsi lain dari asuransi selain sebagai bentuk pengendalian suatu resiko yang kemungkinan terjadi, asuransi juga memiliki beberapa fungsi lainya seperti berikut ini :

  1. Penghimpunan Dana

Tugas dari perusahaan asuransi salah satunya adalah menghimpun dana yang masuk, yang kemudian dana masuk tersebut dikelola kembali dengan diinvestasikan supaya dana tersebut menjadi produktif.

Dimana kegiatan investasi yang dilakukan oleh perusahaan asuransi tersebut selain menunjang pembangunan nasional, juga dapat menekan bbiaya asuransi.

Yang mana dengan adanya laba atau profit yang diterima melalui investasi tdana ersebut, maka unsur persentasi laba yang diperhitungkan dalam penerapan premi dapat dikurangi.

  1. Bantuan Untuk Perusahaan Bisnis

Kehadiran asuransi mendorong berdirinya suatu bisnis. Diamana seorang investor yang memiliki rencana menanamkan modal dalam usah tertentu, ada kemungkinan untuk membatalkan rencana tersebut karena tidak ingin memikul resiko jika terjadi bencana.

Dengan adanya asuransi, seorang pengusaha akan terhindar dari rasa khawatir atau cemas jika terjadi resiko, sehingga pengusaha tersebut lebih fokus terhadapa effisiensi usahanya.

Jadi, jika seseorang membayar premi dengan jumlah yang kecil, ia dapat memanfaatkan modal tersebut yang sebelumnya merupakan untuk dana kerugian dimanfaatkan untuk memperluas atau memperbaiki usahanya dan apabila resiko itu terjadi, maka kontinuitas usahanya akan lebih terjamin.

  1. Pengurangan Resiko

Adanya rokemendasi yang diberikan oleh perusahaan asuransi setelah diadakan survey risio kepada tertanggung melalui surveyor untuk memperbaiki suatu risiko dengan sistem suku premi yang berlaku.

Misalnya dengan membebankan resikonya sendiri, penelitian, discount, dan publikasi tentang cara dan sebab kerugian dengan usaha atau tindakan tertentu.

Oleh karenanya, perusahaan asuransi memberikan sumbangan yang penting bagi perekonomian dengan cara bagaimana meminimalisirkan kemungkinan terjadinya suatu risiko.

  1. Pembayaran Kerugian Secara Merata

skema pembagian resiko secara merata

Dengan adanya penyebaran kerugian secara merata, dapat diartikan bahwa besarnya iuran atau kontribusi yang dibayarakan oleh nasabah untuk dana premi adalah seimbang dengan resiko yang dialihkanya.

Cukup sekian penjelasan kami tentang Pengetian Asuransi, Fungsi, Tujuan, dan Jenis-Jenisnya”.  Terimakasih telah berkunjung di akuntanonline.com, dan semoga bernmanfaat.

Kunjungi artikel lainya :

Tinggalkan komentar