Pengertian Account Receivable (AR) dalam Akuntansi

Pada perusahaan manufaktur, tentunya kita sudah mengetahui bersama bahwa agar perusahaan dapat terus berjalan selain dibutuhkan proses produksi, maka harus ada proses jual beli agar terjadi kelancaran dalam cash flow perusahaan tersebut.

Dalam dunia keuangan atau financial, kita menyebutnya dengan istilah lain guna untuk memudahkan untuk diingat. Istilah tersebut adalah Account Receivable atau yang lebih mudah lagi dengan istilah AR.

Dan pada kesempatan kali ini kami admin akuntanonline.com akan menjelaskan tentang pengertian Account Receivable (AR) dalam akuntansi.

Pengertian Account Receivable atau AR

AR atau Account Receivable ini adalah kebalikan dari account payable. Dengan kata lain, account receivable merupakan catatan transaksi yang menjadi dasar kita menerima uang. Pada proses sales marketing, saat kita membuat perintah penjualan AR tidak akan tercatat. AR baru akan dicatat ketika costumer telah membeli barang dengan DO atau bahkan langsung membayar semuanya di muka.

Namun jika pembayaran dari costumer dilakukan setelah barang mereka terima, maka AR ataau Account Receivable akan tercatat jiak kita mengeluarkan bukti transaksi berupa invoice untuk mereka. Dengan kata lain, bisa kita katakan bahwa Account payable terjadi manakala kita membeli suatu barang atau jasa, sedangkan untuk Account Receivable terjadi saat kita menjual barang atau jasa.

Tak jarang kita sering mengalami keraguan dalam mengelompokkan piutang, karena banyak istilah yang kadang tumpang tindih dan cenderung tidak beraturan, terutama pada perusahaan-perusahaan baru yang sytem-nya belum tersusun dengan rapi.

Hal tersebut dapat kita mengerti karena usaha kecil terlebih lagi yang baru merintis, sudah pasti mengarahkan semua fokus pada sumberdayanya untuk bisnis development, sedangkan untuk sisi administrative nya menjadi prioritas kedua.

Kita juga sering melihat pada contoh neraca yang mengandung dua jenis piutang, yakni piutang dagang dan piutang usaha. Taukah anda apa perbedaan dari dau jenis piutang ini..? apakah pengelompoakan ini sudah benar? Terkadang juga ada yang melaporkan adanya unsur piutang wesel atau notes receivable pada neraca. Termasuk kedalam jenis piutang apakah itu? Lalu apa bedanya dengan jenis piutang yang lainnya?

Dalam banyak kasus kita menemukan bahwa dalam laporan keuangan khususnya neraca, tidak ada yang membedakan jenis-jenis piutang secara terpisah, melainkan menyebutkannya dalam satu jenis piutang saja yakni Account Receivable atau AR.

Rekening piutang pada dasarnya berasal dari hasil operasional normal dari suatu usaha atau bisnis. Jadi jika kita melihat dari jenis transaksinya yang membentuk rekening piutang, secara garis bersar receivable dikelompokkan kedalam 2 jenis.

Kedua jenis piutang tersebut adalah piutang dagang atau trade receivable dan piutang non dagang atau non –trade receivable. Berikut ini adalah sedikit ulasan mengenai kedua jenis piutang tersebut :

  1. Piutang Dagang atau Trade Receivable

Piutang dagang adalah sebuah claim atau tagihan atas penyerahan barang atau jasa kepada pihak lain. Berikut ini adalah bentuk jurnalnya :

  • Pada saat penyerahan barang

Piutang dagang atau trade receivable pada posisi “Debit”

Penjualan atau sale pada posisi “Kredit”

Dan

Harga pokok penjualan atau cost of goods sold pada posisi “Debit”

Inventory pada “Kredit”

  • Pada saat penyereahan jasa

Piutang dagang pada “Debit”

Pendapatan pada “kredit”

Secara umum, piutang jenis ini termasuk paling current atau liquid (lancar) diatara jenis piutang lainnya. Piutang jenis ini biasanya dapat ditagih paling lama 90 hari dan tanpa bunga. Adapun pembayaran yang dikenakan bunga biasanya disebabkan karena pembayaran yang lewat dari tanggal jatuh tempo. Pada umumnya secara normatif jenis piutang ini memang tanpa bunga.

  1. Non-trade Receivable atau Piutang Non-Dagang

Adalah jenis piutang yang berasal dari aktifitas perusahaan yang bukan berupa penyerahan barang maupun jasa utama yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut.

Sekian penjelasan singkat dari kami mengenai “Pengertian Account Receivable dalam Akuntansi”. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan para pembaca sekalian, tak lupa kami ucapkan terimakasih atas kunjunganya di akuntanoline.com.