Penyusutan Metode Garis Lurus, Angka Tahun, dan Contoh Soal Saldo Menurun

Jika pada kesempatan lalu kami telah membahas mengenai 5 jenis metode penyusutan pada aktiva tetap, maka pada  kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai perihal metode penyusutan gari lurus.

Adapun berikut ini kami akan berikan penjelasan secara terperinci megenai apa itu penyusutan metode garis lurus, angka tahun serta saldo menurun dan dilengkapi dengan contoh soalnya.

Untuk itu kami akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai apa itu penyusutan metode garis lurus.

Pengertian Metode Penyusutan Garis Lurus

Metode penyusutan garis lurus merupakan sebuah metode yang sangat sederhana, dan paling banyak diterapkan oleh perusahaan-perusahaan perdagangan maupun jasa.

[Up Date] Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan Akan Barang
[up date] Contoh Laporan Keuangan Pada Perusahaan Jasa

Penerapan metode ini pada perusahaan dilandasi atau didasarkan pada beberapa anggapan, setidaknya ada 3 anggapan yang memastikan perusahaan menerapkan metode ini:

  1. Biaya yang muncul tidak dipengaruhi oleh produktivitas atau penyimpangan efisiensi.
  2. Adanya biaya pemeliharaan dan perbaikan untuk setiap masa priode dengan jumlah yang relatif stabil.
  3. Kegunaan ekonomis dari aktiva menurun merupakan proposonal setiap periode.

Pada metode garis lurus, adanya penyusutan merupakan biaya yang sama atau tetap setiap periode berjalanya. Metode ini sangat cocok digunakan untuk menghitung jenis aktiva tetap yang dipengaruhi perjalanan waktu, atau bukan dipnegaruhi oleh tingakat pemakaian.

Contoh dari aktiva tetap ini adalah berupa penyusutan gedung, peralatan kanor dan lain sebagainya.

Jumlah penyusutan tahunan:

Contoh :

Pembelian sebuah unit mesin pada awal tahun dengan harga Rp.50.000.000, dengan nilai sisa sebesar RP.5.000.000, dan umur ekonomis dari mesin tersebut adalah selama 5 tahun.

Metode Penyusutan dengan Beban Menurun

Metode Dengan Jumlah Anka Tahun

Penerapan metode ini dilakukan dengan cara menjumlahkan angka-angka dari transaksi umur ekonomis suatu barang, kemudian perhitungan penyusutan dimulai dari umur aktiva yang terkait yang selanjutnya menurun secara berurutan.

[LENGKAP] Pengertian Buku Besar, Fungsi, Bentuk, dan Contohnya
[LENGKAP] Laporan Keuangan Perusahaan Dagang dan Contoh Transaksinya

Sebgai contoh, pembelian aktiva pada awal tahun senilai Rp,50,000.000, dengan nilai sisa 5.000.000, dan perkiraan umur ekonomis barang tersebut adalah 5 ahun.

Jumlah penyebut dilakukan dengan menjumlahkan angka tahun : 5+4+3+2+1 = 15

Metode Saldo Menurun

Pada metode saldo menurun, perhitungan biaya penyusutan dilakukan dengan cara mengalikan persentasi tarif dengan nilai buku satu aktiva. Dimana nilai buku pada setiap akhir tahun akan mengalami penurunan sehingga hal ini menimbulkan beban penurunan beban penyusutan.

Perhitungan tarif pada metode saldo menurun ini dapat dilakukan dengan rumus sebagai berikut:

Dimisalkan, pembelian suatu aktiva pada awal tahun senilai Rp.50.000.000,- dengan nilai sisa Rp.5.000.000,- dan perkiraan umur ekonomis aktiva tersebut adalah 5 tahun.

Dalam hal ini, karena penyusutan merupakan sebuah taksiran beban, maka tarif diatas dapat dibulatkan. Sehingga hal ini akan mempermudah dalam perhitungannya, sedangakan selilih biaya yang terjadi tidaklah menjadi beban atau tidak terlalu penting.

Metode Saldo Menurun Ganda

Beban penyusutan yang terjadi setiap tahun pada sebuah aktiva akan dihitung berdasarkan persentase depresiasi metode garis lurus. Selanjutnya persentase ini akan dikalikan dua, dan setiap tahunya akan dikalikan dengan nilai buku aktiva tetap.

[LENGKAP] Pengertian Pasar Oligopoli, Ciri-Ciri, Beserta Contohnya
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penawaran dan Permintaan Barang dan jasa
Pengertian FIFO, LIFO, AVERAGE, HPP dan Contoh Soal Dengan 2 Pencatatan

Karena nilai buku suatu aktiva selal menurun maka beban depresiasi juga akan selalu mengalami penurunan.

Sebagia contoh, misalnya pembelian suatu aktiva pada awal tahun bernilai Rp.50.000.000,- dengan nilai sisa pertahun Rp.5.000.000,- dan taksiran umur ekonomis aktiva tersebut 5 tahun.

Berdasarkan hasil perhitungan pada gambar diatas, terdapat perbedaan selisih sebesar Rp.1.112.000 (5.000.000 – 3.888.000).

Demikianlah tadi penjelasan mengenai “[Lengkap] Penyusutan Metode Garis Lurus, Angka Tahun, dan Contoh Soal Saldo Menurun”. Semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Terimakasih telah berkunjung ^^.

Baca juga artikel lainya:

Please rate this

Tinggalkan komentar