[Update] 5 Metode Penyusutan Aktiva Tetap dalam Akuntansi

Akuntanonline.com – Aktiva tetap merupakan sebuah aktiva yang memiliki nilai dimana nilai dari aktiva tersebut senantiasa berkurang atau menyusut dari satu masa ke masa. Bisa dikatakan bahwa nilai dari sautu aktiva tetap akan semakin berkurang apabila sudah dipakai atau digunakan dalam periode atau masa tertentu.

Namun, disisi lain ada juga aktiva tetap yang tidak mengalami penurunan nilaia jualnya, dan bahkan malah akan semakin tinggi nilai jualnya. Sebagai contoh dalam hal ini adalah tanah, dimana harga jual dari aktiva tetap yang satu ini akan semakin meningkat seiring dengan pertambahan waktu dan perkembangan zaman.

Pengertian Joint Venture Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Nilai dari sebuah aktiva tetap akan berkurang apabila adanya pemakaian dari aktiva tetap tersebut. Dalam sistem akuntansi istilah ini biasanya disebut atau dikenal sebagai penyusutan aktiva tetap. Depresiasi atau penyusutan merupakan sebuah pengalokasian dari harga perolehan dari aktiva tetap karena adanya penurunan nilai dari sebuah aktiva tetap tersebut.

 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Biaya Penyusutan

Setidaknya ada 3 faktor penting yang memperngaruhi penyusutan pada aktiva tetap, dan berikut ini adalah ketiga faktor tersebut lengkap dengan urain dan penjelasan dari faktor-faktor tersebut:

Harga Perolehan atau Acquisition Cost

Harga perolehan atau Acquisition cost merupakan salah satu faktor yang paling mempengaruhi dalam biaya penyusutan. Dimana harga perolehan menjadi patokan dasar dalam memperhitungkan seberapa besar depresiasi yang harys di gelontorkan per periode akuntansi. Jumlah harga ini akan diketahui dari sejumlah uang yang dikeluarkan dalam memperoleh aktiva tetap sampai siap digunakan.

[LENGKAP] Pengertian Suku Bunga, Jenis dan Contoh Suku Bunga

Nilai Residu atau Salvage Value

Nilai residu adalah berupa nilai taksiran atau potensi arus kas masuk apabila aktiva tersebut dijual disaat penarikan atau penghentian. Dalam hal ini nilai residu tidak selalu ada, dikarenakan kemungkinan pemilik aktiva tetap tersebut tidak menjual aktiva tetap tersebut pada masa penarikanya alias dibiarkan saja menjadi besi tua yang kemudia habis karena terkorosi.

Beberapa Contoh Gaya Kepemimpinan Dalam Suatu Perusahaan

Dalam hal ini kami tidak menganjurkan adna untuk melakukan hal ini, karena alangkah sayangnya bila anda memiliki aktiva tetap (besi tua) lalu anda biarkan saja termakan korosi ada baiknya anda memanfaatkanya untuk didaur ulang menjadi barang yang berharga dan memili nilai jual yang tinggi.

Umuru Ekonomis Aktiva atau Economical Life Time

Usian dari aktiva tetap dibedakan menjadi dua bagian, yakni berdasarkan umur fisik dan juga umur fungsional. Umur fisik erat kaitanya dengan kondisi fisik dari suatu aktiva tersebut. Suatu aktiva dikatakan memiliki umur fisik apabila aktiva tersebut masih memiliki kondisi fisik yang baik walaupun kenyataannya fungsinya dari sebauh aktiva tersebut sudah mulai menurun.

Pengertian Kebutuhan Primer, Sekunder, Tersier Beserta Dengan Cotohnya

Sedangkan umur fungsional erat kaitanya dengan kontribusi dari aktiva tetap tersebut dalam pemakaian atau penggunaanya. Sebuah aktiva tetap dikatakan memiliki umur fungsioanal apabila sebuah aktiva tetap tersebut masih memberikan kontribusinya terhadap perusahaan. Tak jarang sebuah aktiva tetap memiliki fisik dalam keadaan baik, akan tetapi belum tentu aktiva tersebut memiliki umur fungsional.

Biasanya hal ini terjadi manakala adanya perubahan model atas produk yang dihasilan oleh sebuah perusahaan. Kondisi ini biasanya terjadi pada aktiva jenis mesin atau peralatan yang digunakan untuk membuat suatu produk.

Cara Menghitung SHU, Pembagian SHU dan Contoh Soalnya

Bisa dikatan aktiva ini sudah ketinggalan jaman atau tidak lagi kekinian, kondisi ini biasanya berlaku pada jenis aktiva yang bersifat dekoratif seperti furniture, hiasan dinding dan masih banyak yang lainya. Dalam menentukan beban penyusutan, yang menjadi dasar dari bahan perhitungan adalah umur fungsional yang biasa dikenal dengan umur ekonomis.

Metode Penyusutan Aktiva

5 metode penyusutan tersebut diantaranya adalah metode penyusutan gari lurus, metode penyusutan saldo menurun, metode penyusutan angka tahun, metode penyusutan satu jam kerja, dan metode penyusutan satuan harga produksi.

Dan dibawah ini adalah penjelasan secara singkat dari kelima metode penyusutan aktiva tetap diatas:

Pengertian Manajemen Kas, Tujuan dan Contohnya

Metode Penyusutan Gari Lurus atau Straight Line Method

Metode garis lurus merupakan suatu metode penyusutan dari sebuah aktiva tetap dimana beban penyusutan aktiva tetap ini tetap setiap tahunya sama hingga akhir umur ekonomis aktiva tetap tersebut. Dalam prakteknya metode ini paling banyak digunakan.

[LENGKAP] Pengertian, Contoh, Serta Ciri-ciri Dari Pasar Monopolistik

Dalam penerapan “Matching Cost Principle”, metode garis lurus biasanya digunakan untuk menyusutkan aktiva-aktiva yang fungsional atau fungsi pengerjaanya tidak dipengaruhi oleh besar kecilnya suatu volume produk barang atau jasa yang sudah dihasilkan. Seperti misalanya bangunan dan peralatan kantor.

Metode Penyusutan Saldo Menurun atau Duoble Declining Balance Method

Metode penyusutan saldo menurun ini merupakan metode penyusutan aktiva-aktiva tetap yang berjalan berdasarkan persentase tertentu kemudian dihitung dari harga baku pada tahun yang berjalan. Besarnya persentase penyusutan dari metode ini lebih besar atau dua kali persentase tarif penyusutan metode garis lurus.

[LENGKAP] Pengertian Pasar Uang, Fungsi, dan Instrumen Pasar Uang

Metode Penyusutan Jumlah Angka Tahun atau Sum of The Year Digit Method

Berdasarkan metode ini, besaran penyusutan suatu aktiva tetap yang ada pada perusahaan setiap tahun jumlahnya semakin menurun.

Metode Penyusutan Satu Jam Kerja atau Service Hours Method

Dalam metode ini, beban penyusustan suatu aktiva tetap ditentukan berdasarkan jumlah satuan produk yang telah dihasilkan dalam masa periode yang bersangkutan.

Pengertian Barang Ekonomi, Barang Bebas, dan Barang Illith

Metode Penyusutan Satuan Harga Produksi atau Productive Output Method

Metode penyusutan satuan harga ini mengatakan bahwa beban penyusutan sebuah aktiva tetap ditetapkan berdasarkan jumlah satuan produk yang dihasilkan dalam periode yang bersangkutan. Pada metode yang satu ini, beban penyusutan akan dihitung dengan cara menggunakan dasar satuan hasil ptroduksi, dimana disini nanti beban penyusutan akan mengalami fluktuasi sesuai dengan fluktuasi hasil produksi.

[LENGKAP] Pengertian Analisis Rasio Keuangan, Macam-Macam Rasio dan Rumusnya

Penyusutan merupakan sebuah resiko yang akan di alami oleh sebuah perusahaan terhadap penggunaan aktiva tetapnya. Dimana aktiva akan mengalami penyusutan, mulai dari penyusutan fungsi serta nilai dari aktiva tetap itu sendiri.

Demikianlah penjelasan dari kami mengenai “Metode Penyusustan Aktiva Tetap dalam Akuntansi”. Semoga bermanfaat dan membantu anda semuanya. Terimakasih telah berkunjung di akuntanonline.com. ^^

Baca juga:

Tinggalkan komentar