Macam-Macam Profesi Akuntansi dan Etika Profesi dalam Akuntansi

Dewasa ini profesi akutansi bisa dibilang menjadi profesi yang sangat menjanjikan, hal ini tentunya karena akuntansi dibutuhkan dalam semua bidang bisnis untuk menghitung dan merinci serta membuta laporan keuangan.

Yang perlu kita ketahui sekarang ini adalah bahwa profesi akuntansi tidak hanya berfokus menjadi seorang akuntan maupun sekedar menjadi seorang guru akuntansi saja.

Seseorang yang memilik gelar atau profesi sebagai seorang akuntan adalah mereka yang dapat melakukan semua bidang pekerjaan yang menggunakan keahlian dalam bidang ekonomi.

Nah, pada kesempatan kali ini akuntanonline.com akan membahasa mengenai berbagai macam jenis profesi akuntansi dan sedikit penjelansannya. Setidaknya  ada 4 maca jenis profesi dalam akuntansi, ke 4 macam profesi akuntais tersebut adalah, akuntansi internal, akuntansi publik, akuntansi pemerintah, dan akuntansi pendidik.

Macam-Macam Profesi Akuntansi

Berikut adalah penjelasan dari ke 4 jenis profesi akuntansi  tersebut :

  1. Akuntansi Internal

Akuntan internal atau yang lebih akrab ditelinga kita dengan istilah akuntan manajemen, maupun akuntan perusahaan. Tugas dari akuntan internal itu sendiri antaralain adalah untuk mencatat setiap transaksi serta menyusun laporan keuangan pada perusahaan tempat dimana ia bekerja.

Selain itu, akuntan internal juga berperan dalam mengurusi masalah pencatatan pajak perusahaan serta auditing atau pemeriksaan keuangan secara internal.

  1. Akuntan Publik

Yang dimaksud dengan akuntan publik adalah seorang akuntan yang telah memperoleh izin dari Menteri Keuangan untuk memberikan jasanya sebagai seoranga akuntan, serta wajib menjadi anggota dari Institut Akuntan Publik Indonesia atau IAPI.

Untuk jenis profesi akuntan yang satu ini (akuntan publik) memiliki sifat independen, yang maksudnya adalah tidak memiliki ikatan dengan suatu perusahaan manapun. Tugas dari akuntan publik ini adalah sebagai pemeriksa keuangan atau jasa lainnya seperti misalnya konsultasi keuangan, perhitungan pajak suatu perusahaan, serta pembuatan laporan secara independen.

  1. Akuntan Pemerintah

Dari namanya saja kita sudah dapat menarik sebuah kesimpulan bahwasanya akuntan pemerintah adalah jensi profesi akuntansi yang bekerja pada lembaga-lemabga pemerintah, seperti misalnya pada kantor Badan Penganwasan Keuangan dan Pembangunan atau BPKP, Badan Pengawasan Keuangan atau BPK, Kantor Perpajakan dan di Komisi Pemberantasan Korupsi.

Tugas utama dari akuntan pemerinah itu sendiri antaralain adalah menyususn laporan keuangan pemerintah, atau melakukan audit pada setiap institusi-institusi pemerintah di berbagai tingkat pemerintahan dan jajarannya.

  1. Akuntan Pendidik

Akuntan pendidiki, sudah tentu adalah sebauh profesi akuntansi yang bergerak pada dunia pendidikan khususnya mendidik di bidang akuntansi, melakukan sebuah penelitian dan pengembangan di bidang akuntansi, serta menyusun kurikulum di berbagai tingkat satuan pendidikan.

Secara sederhana profesi akuntan pendidik adalah mereka para guru atau dosen yang mengajar/mengampu mata pelajaran akuntansi pada institusi pendidikan.

 

Do You Know.?
Seorang akuntan memiliki peran yang amat besar, peran besar tersebut adalah untuk meningkatkan transparansi dan kualitas informasi keuangan demi terwujudnya sebuah perekonomian nasional yang sehat dan efisien.

Dalam menajalankan tugasnya, seorang yang memiliki profesi sebagai akuntan dalam menjalankan kinerjanya memiliki atau dituntut untuk mematuhi kode etik profesi dalam akuntansi.

Kode etik profesi ini berisi tentang kaidah-kaidah yang merupakan landasan bagi eksistensi profesi dan sebagai sebuah dasar terbentuknya kepercayaan masyarakat. Kode Etik IAI atau Ikatan Akuntansi Indonesia merupakan aturan prilaku etika seorang akuntan dalam memenuhi tanggungjawab profesionalnya.

Macam-Macam Jenis Kode Eetik Profesi Akuntansi

Setidaknya terdapat 7 jenis kode etik dalam Ikatan Akuntansi Indonesia. Berikut ini adalah ketujuh jenis kode etik tersebut dengan penjelasannya :

  1. Tanggungjawab Profesi

Dalam menjalankan tanggungjawabnya seorang akuntan harus bersikap profesional serta senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam setiap kegiatan yang dilakukannya.

  1. Kepentingan Publik

Maksudnya adalah setiap akuntan memiliki kewajiban untuk selalu bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, serta juga harus menunjukkan komitmen atas profesionalismenya.

  1. Integritas

Untuk menjaga dan mempertahankan tingkat kepercayaan dari publik, maka seorang akuntan harus selalu memenuhi tanggung jawab profesonalnya dengan integritas yang tinggi serta bersungguh-sungguh dalam mengemban profesi akuntan.

  1. Objektivitas

Setiap akuntan harus senantiasa menjaga objektifitasnya, netral serta bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya.

  1. Kompetensi dan Kehati-hatian

Para akuntan harus melaksanakan jasa profesinya dengan kehati-hatian, kompetensi serta keuletan atau ketekunan, dan juga mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesional pada tingkat yang dibutuhkan.

  1. Kerahasiaan

Ketika kita sudah memputuskan untuk menjadi seorang akuntan, maka kita harus pandai dalam menjaga sebuah kerahasiaan informasi. Hal tersebut dilakukan untuk menghormati kerahasiaan informasi yang telah diperoleh saat menjajankan jasa layanannya kepada konsumen, dan tidak boleh menggunakan atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa adanya persetujuan dari pihak konsumen.

Terkecuali jika ada kaitannya dengan hak atau kewajiban profesional dan atau hukum untuk mengungkapkanya.

  1. Standar Teknis

Kode etik terakhir yang harus dimiliki oleh seorang akuntan dalam menjalankan jasa profesionalnya adalah sesuai dengan standar teknis serta standar operasional yang berlaku.

Seorang akuntan juga memiliki kewajiban sesuai dengan keahlian yang disertai dengan kehati-hatian dalam melaksanakan tugas yang diterima dari konsumen, selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip-prinsip integritas dan obyektifitas.

Itulah tadi penjelasan dari kami mengenai “Macam-Macam Profesi Akuntansi dan Etika Profesi Akuntansi”, semoga bermanfaat dan membantu para pembaca setia akuntanonline.com.