Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham

Pada kesempatan kali ini kami akuntanonline.com akan membahas soal beberapa faktor yang mempengaruhi saham. Nah, untuk itu sebelum kita masuk lebih jauh membahas soal faktor-faktor yang mempengaruhi saham ada baiknya kita memahami terlebih dahulu apa itu saham dan harga saham.

Saham merupakan sebuah tanda penyertaan seseorang atau badan usaha dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Saham biasanya berbentuk secarik kertas yang menjelaskan siapa nama pemilik dari saham tersebut.

Sedangkan istilah pasar saham berbeda dengan reksadana, pasar saham lebih familiar didengar dalam pasar modal. Hal ini karena saham sangat penting bagi investor yang akan menitipkan uang atau modalnya (investasi).

Harga sebuah saham menunjukan nilai suatu perusahaan tersebut. Oleh karena nya setiap perusahaan atau perseroan terbatas yang akan menerbitkan saham teramat memperhatikan harga pasar saham tersebut.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham

Setidaknya terdapat 9 faktor mendasar yang menjadi pengaruh dari harga saham di pasar modal. Di bawah ini adalah ke 9 faktor tersebut lengkap dengan penjelasannya :

  1. Tingkat Suku Bunga

Adapun tingkat suku bunga dapat mempengaruhi dari harga saham dengan cara sebagai berikut :

  • Berpengaruh atau berdampak pada persaingan dalam pasar modal antara saham dengan obligasi. Dimana apabila suku bunga naik, maka para investor akan menjual sahamnya yang kemudian ditukarkan dengan obligasi. Hal tersebut menyebabkan  suku bunga menjadi turun, demikian sebaliknya akan menyebabkan tingkat bunga menurun.
  • Dapat mempengaruhi laba suatu perusahaan. Hal ini terjadi karena bunga bisa dikatakan sebagai suatu biaya. Dimana jika semakin tinggi tingkat suku bunganya maka akan menyebabkan laba perusahaan rendah atau menurun. Selain itu suku bunga juga dapat mempengaruhi kegiatan perekonomian yang juga akan mempengaruhi laba perusahaan atau badan usaha.
  1. Jumlah Kas Deviden yang Diberikan

Faktor berikutnya adalah jumlah kas deviden yang  diberikan. Dimana pembagian deviden dapat dilakukan dengan dua kebijakan. Yakni sebagian dibagikan sebagai deviden dan sebagian lainnya dibagikan dalam bentuk laba ditahan.

Peningkatan sebagian deviden merupakan salah satu faktor yang menjadi pengaruh dalam peningkatan harga saham, yang mana hal ini dapat meningkatkan kepercayaan dari para pemegang saham, karena jumlah kas deviden yang besar menjadi keinginan para investor sehingga harga saham akan naik.

  1. Laba Per Lembar Saham / EPS

Sudah menjadi ketentuannya, setiap investor yang berpartisipasi memasukan dananya kedalam investasi akan mendapatkan laba dari hasil investasi nya tersebut.

Apabila laba per saham tinggi dalam suatu perusahaan maka akan memberikan pengembalian atau laba yang cukup baik, dan hal ini yang akan menjadi pertimbangan bagi para investor untuk melakukan penambahan modal investasi yang lebih besar lagi dari sebelumnya sehingga akan mempengaruhi harga saham perusahaan tersebut. (format penyusunan laporan laba/rugi Perusahaan)

  1. Jumlah Laba yang Didapat dari Perusahaan

Umumnya para investor akan menitipkan modal investasi nya pada perusahaan yang memiliki laba atau profit yang cukup baik. Hal ini karena laba atau profit yang baik akan menunjukan  pengaruh atau dampak yang besar, yang mana hal ini akan menarik para investor untuk melakukan investasi. Kemudian hal ini akan mempengaruhi harga saham pada suatu perusahaan tersebut.

  1. Tingkat Resiko dan Pengembalian

Apabila perkiraan resiko dan laba suatu perusahaan atau perseroan terbatas  meningkat maka hal tersebut akan mempengaruhi harga dari saham perusahaan tersebut.

Pada intinya, semakin tinggi resiko dari penanaman modal/ekuitas tersebut makan akan semakin tinggi pula tingkat pengabdian saham yang akan diterima tersebt.

  1. Kebijakan Pemerintah

faktor kebijakan pemerintah

 

Faktor berikutnya yang mempengaruhi akan harga saham adalah kebijakan pemerintah. Sekalipun kebijakan pemerintah itu masih dalam tahap wawancara dan belum terealisasi.

Contoh dari kebijakan pemerintah yang dapat mempengaruhi harga saham adalah perseroan, kebijakan utang, kebijakan ekspor maupun inpor dan masih banyak lagi yang lainnya.

  1. Kondisi Fundamental Ekonomi Mikro

Kondisi fundamental ekonomi mikro mempunyai dampak terhadap naik turunnya harga saham suatu perusahaan. kondisi fundamental tersebut antara lain :

  • Naik atau turunnya suku bunga akibat dari atau yang disebabkan oleh Bank Sentral Amerika.
  • Adanya tingkat inflasi merupakan salah satu faktor ekonomi makro
  • Naik turunnya nilai ekspor impor dan suku bunga acuan Bank Indonesia yang berakibat pada nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
  • Adanya jumlah pengangguran tinggi yang disebabkan oleh goncangan politik, dan faktor keamanan yang berpengaruh langsung terhadap naik turunnya harga saham suatu perusahaan tersebut.
  1. Aksi Korporasi Perusahaan

yang dimaksud dengan aksi korporasi perusahaan adalah berupa kebijakan yang diambil oleh perusahaan, yang mana dampak dari aksi korporasi ini akan menimbulkan perubahan yang bersifat fundamental dalam perusahaan.

Contoh dari aksi korporasi perusahaan ini antara lain terjadinya marger, akuisisi dan right issue. (Pengertian Break Event Point)

Kebijakan-kebijakan yang diambil tersebut akan berpengaruh pada harga saham di bursa. Sebagai perumpamaan atau contoh misalnya PT. A ini memutuskan ingin melakukan akuisisi terhadap PT B.

Berita tersebut akan menimbulkan spekulasi sehingga orang-orang akan berfikir PT A memiliki posisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan PT B. Nah, hal ini lah yang akan menyebabkan harga saham PT A ini naik di pasar modal.

  1. Fluktuasi Kurs Rupiah Terhadap Mata Uang Asing

Tinggi atau rendahnya akan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing merupakan salah satu faktor yang menyebabkan naik atau turunnya nilai harga saham di perusahaan atau perseroan terbatas.

Yang mana akibat dari fluktuasi tersebut akan berdampak pada positif dan negatif bagi perusahaan tersebut. Terlebih khusus bagi perusahaan yang memiliki beban utang dalam mata uang asing.

Perusahaan yang memiliki beban utang dalam mata uang asing atau perusahaan importir akan sangat teramat dirugikan dari adanya pelemahan nilai kurs atau nilai tukar rupiah tersebut.

Dimana kemudian hal ini akan mengakibatkan meningkatnya biaya operasional dan mengakibatkan harga saham yang ditawarkan akan mengalami penurunan secara drastis.

Nah, demikianlah pembahasan dari kami mengenai “Faktor-Faktor yang Menjadi Pengaruh Harga Jual Saham”. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan para pembaca sekalian.

Tak lupa kami ucapkan terimakasih dan jangan lupa share dan like artikel ini ya ^^.

Kunjungi juga artikel lainnya :

Tinggalkan komentar