Dampak Negatif Pengangguran dan Faktor Penyebab Terjadinya Pengangguran di Indonesia

Tidak sedikit diantara teman-teman kita yang saat ini sedang menyandang status sebagai seorang pengangguran atau tidak memiliki pekerjaan.

Dari sini kita dapat mengartikan bawah pengangguran atau seseorang yang menganggur adalah orang yang tidak memiliki pekerjaan sama sekali, atau bisa jadi mereka adalah orang-orang yang sedang aktif dalam mencari pekerjaan.

Secara ilmu ekonomi pengangguran dapat diartikan sebagai angkatan kerja yang tidak bekerja atau sedang dalam proses mencari pekerjaan.

Dalam hal ini, seorang pengangguran yang termasuk kedalam kategori sedang mencari pekerjaan adalah penduduk usia kerja yang belum pernah bekerja dan sedang dalam proses pencarian pekerjaan, atau pernah bekerja namun karena suatu hal tertentu ia berhenti atau diberhentikan dan saat ini sedang berusaha mencari pekerjaan kembali.

Bagi suatu negara adanya jumlah pengangguran yang tinggi akan menjadi sebuah masalah  yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi, hubungan dalam masyarakat, dan persoalan kemanusiaan.

Salah satu indikator dari keberhasilan pembangunan ekonomi dari suatu negara adalah mana kala negara tersebut mampu menangani masalah pengangguran di negara tersebut.

Jika persoalan pengangguran ini tidak dapat segera diatasi oleh pemerintah, maka hal ini akan menimbulkan berbagai dampak yang sangat membahayakan dalam kehidupan bermasyarakat.

Dampak-Dampak Terjadinya Pengangguran

Dampak yang muncul dari banyaknya jumlah pengangguran di suatu negara, tidak hanya akan berakibat kehidupan masyarakat dengan ekonomi, namun juga didalamnya akan menyangkut masalah sosial, politik, dan budaya dari negara yang bersangkutan.

Diluar dari itu semua, banyaknya jumlah pengangguran di suatu negara akan menghambat pembangunan nasional dan menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat atau penduduk dari negara tersebut.

Berikut ini akuntanonline.com akan menggambarkan dan menjelaskan beberapa dampak yang timbul dari tingginya jumlah pengangguran di suatu negara :

Dampak Dari Pengangguran

1. Menurunkan Pendapatan Perkapita dan Pertumbuhan Ekonomi

Seseorang yang menganggur tidak mungkin akan menghasilkan barang maupun jasa. Oleh karena itu, semakin tinggi tingkat pengangguran atau orang tidak bekerja maka PDB atau Produk Domestik Bruto yang dihasilkan akan semakin menurun.

Produk Domestik Bruto yang menurun akan menyebabkan turunnya pendapatan perkapita serta pertumbuhan ekonomi di negeri tersebut.

2. Meningkatkan Biaya Sosial

Jumlah pengangguran yang tinggi akan menyebabkan meningkatnya biaya sosial. Hal ini karena pengangguran mewajibkan masyarakat membayar biaya-biaya, seperti misalnya biaya pengobatan akibat dari meningkatnya tindakan kriminalitas yang dilakukan oleh pengangguran, biaya pasien yang stres karena menganggur, biaya keamanan dan masih banyak lagi macam biaya yang timbul akibat dari banyaknya pengangguran.

3. Menurunkan Aktivitas Perekonomian

Menurunnya tingkat daya beli masyarakat juga bisa dikarenakan akibat tingginya jumlah pengangguran, yang mana hal ini pun akan berpengaruh pada turunnya permintaan terhadap barang maupun jasa.

Menurunnya jumlah permintaan akan suatu barang maupun jasa akan mengakibatkan para investor dan pengusaha berfikir ulang untuk mendirikan atau membangun perluasan industri baru yang pastinya hal ini akan berdampak pada aktivitas perekonomian yang semakin menurun.

Turunnya daya beli pada masyarakat ini juga akan mempengaruhi jumlah produksi suatu barang atau jasa pada perusahaan tersebut, yang kemudian perusahaan akan melakukan pengurangan atau Phk kepada karyawan nya.

Hal tersebut diatas sering disebut juga dengan istilah Domino Effect.

4. Menyebabkan Menurunnya Penerimaan Negara

Orang yang menganggur atau tidak memiliki pekerjaan menyebabkan mereka tidak memiliki pendapatan. Hal ini berarti semakin banyaknya orang yang menganggur akan menyebabkan penerimaan negara menurun, dilihat dari segi penerimaan pajak penghasilan atau PPh.

5. Menurunkan Tingkat Keterampilan

Semakin banyaknya jumlah pengangguran maka, hal ini juga akan menurunkan tingkat keterampilan seseorang. Hal ini karena mereka terlalu lama menganggur yang menyebabkan tingkat keterampilan mereka menurun.

6. Kegiatan Distribusi Kurang Lancar

Jika output yang dihasilkan oleh sebuah entitas memiliki kualitas yang  rendah, maka dapat dikatakan barang tersebut tidak akan pernah laku di pasaran, baik itu pasar dalam negeri maupun luar negeri.

7. Terjadinya Kemiskinan atau meningkatnya tingkat kemiskinan

Sebab seseorang tidak memiliki penghasilan adalah karena mereka tidak mempunyai pekerjaan atau menganggur, dan hal tersebut adalah salah satu contoh mudah untuk membuktikan meningkatnya tingkat kemiskinan.

8. Kurang Gizi                             

Sebab dari menganggur dan tidak memiliki sebuah penghasilan maka mereka tidak sanggup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan berakibat pada kurang memperhatikan kesehatannya.

9. Meningkatnya Tindak Kejahatan

Statistik peningkatan kriminalitas pada suatu tempat bisa jadi disebabkan karena tingginya jumlah pengangguran yang ada. Hal ini karena, mungkin sebagian dari mereka yang belum bekerja (menganggur) lebih memilih jalan pintas yakni dengan melakukan tindakan kriminal (mencuri, copet, merampok, dll) sebagai sumber penghasilannya.

10. Produktivitas Tenaga Kerja  Rendah

Sedikitnya jumlah kesempatan kerja menyebabkan orang mau bekerja apa saja walaupun mereka tahu bahwa mereka tidak memiliki keahlian dibidang tersebut.

11. Upah yang Rendah

Upah yang rendah akan berdampak pada sisi permintaan dan penawaran. Dilihat dari sisi permintaan, dengan adanya upah yang rendah maka akan mengakibatkan permintaan terhadap barang maupun jasa menjadi menurun.

Sedangkan saat dilihat pada sisi penawaran, upah yang rendah mengakibatkan jumlah pendapatan yang tidak dikonsumsi oleh masyarakat juga menurun.

Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Pengangguran

Berikut ini adalah ke 4 faktor utama terjadinya pengangguran yang dapat admin akuntanonline.com rangkum :

1. Ketidak Sebandingan antara Penawaran dengan Permintaan Pekerja

Munculnya ketidak sebandingan ini akibat dari terjadinya permintaan tenaga kerja yang meningkat, sedangkan permintaan untuk jenis lainnya menurun, dan penawaran tidak cukup mampu untuk menyelesaikannya.

2. Turunnya Pengeluaran Total dan Output

Apabila pengeluaran  total dan output mengalami penurunan, maka permintaan akan tenaga kerja sangatlah rendah. Hal ini tentunya sama dengan meningkatnya jumlah pengangguran.

Permasalahan ini terjadi karena kemampuan ekonomi suatu negara lebih rendah dari kemampuan yang seharusnya dicapai. Dimana ketika siklus perekonomian sedang mengalami penurunan, maka para pencari kerja dipaksa untuk menganggur karena terlalu banyaknya tenaga kerja yang ingin bekerja namun pekerjaan tersebut tidak tersedia.

3. Kemajuan Teknologi

Di era globalisasi seperti sekarang ini, perkembangan teknologi semakin maju maka dari itu banyak perusahaan membutuhkan para tenaga kerja yang mampu menyesuaikan dengan perkembangan teknologi tersebut.

Sebagian besar perusahaan mulai menggunakan teknologi yang moderen sehingga mereka membutuhkan operator lebih sedikit, yang tentunya hal ini menyebabkan jumlah tenaga kerja jadi berkurang.

Dari sini kita dapat menarik sebuah kesimpulan sebagai benang merah bahwa, perkembangan teknologi telah mengurangi para pencari kerja yang tidak dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

4. Waktu yang dibutuhkan untuk mencari pekerjaan

Para pencari kerja memiliki tingkat predensi dan keahlian yang berbeda-beda, dimana mencari pekerjaan yang tepat membutuhkan usaha dan waktu, dan tentunya hal ini cenderung mengurangi tingkat perolehan kerja.

5. Keterampilan pelamar tidak memenuhi kriteria

Setiap perusahaan yang membuka lowongan kerja pastinya membutuhkan karyawan yang sesuai dengan kriteria dan sesuai dengan posisi yang akan ditempati oleh calon karyawan.

Namun, kemudian hal ini menjadi kendala saat perusahaan membutuhkan beberapa karyawan dengan keterampilan tinggi. Secara otomatis maka hanya akan ada beberapa orang pelamar saja yang memiliki kesempatan tersebut.

Hal ini karena sedikit pelamar yang memiliki keterampilan untuk mendukung posisi dalam perusahaan tersebut.

6. PHK / Pemutus Hubungan Kerja

PHK merupakan sebuah momok yang menakutkan bagi para karyawan swasta. Pemutus hubungan kerja akan terjadi karena berakhirnya kontrak kerja atau adanya perampingan (pengurangan karyawan) dalam perusahaan.

Bahkan hampir setiap perusahaan melakukan metode ini untuk menstabilkan sistem kerja dalam perusahaannya

7. Pasar global

Pada era pasar global bebas dan perdagangan global, maka pengangguran akan menjadi masalah terbesar pada suatu negara. Akan banyak tumbuh perusahaan asing di negara tersebut, namun perusahaan tersebut cenderung menggunakan tenaga dari negara perusahaan berasal ketimbang menggunakan tenaga kerja asli negara tempat dimana perusahaan tersebut didirikan.

Mereka berdalih bahwa sebagian besar keterampilan serta kemampuan tenaga kerja Indonesia tidak memenuhi persyaratan mereka, dan pada akhirnya penduduk lokal berakhir hanya menjadi penonton/pengangguran.

Semestinya pemerintah Indonesia membuat sebuah kebijakan untuk perusahaan asing tersebut agar membatasi orang asing yang menjadi pekerja di Indonesia dan lebih menekankan untuk menggunakan tenaga asli Indonesia.

8. Tempat tinggal yang jauh dari banyaknya lowongan pekerjaan

Di daerah-daerah yang kurang berkembang umumnya menjadi sarang bagi banyaknya pengangguran.

Orang-orang di daerah terpencil biasanya memiliki keinginan sukses yang besar, namun apa daya keinginan mereka harus pupus karena kondisi tempat tinggal yang jauh menyulitkan mereka untuk mendapatkan informasi akan lowongan pekerjaan.

9. Kemiskinan

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa sebagai besar pengangguran berasal dari orang-orang yang hidup dibawah garis kemiskinan. Meskipun jumlah tingkat kemiskinan di Indonesia dapat dikurangi secara bertahap, namun jumlah pengangguran masih masuk dalam kategori tinggi.

Tidak sedikit orang yang tumbuh dan besar dari keluarga kurang mampu (miskin) akan menjadi miskin pula, hal ini dikarenakan kebanyakan mereka tidak mendapatkan kesempatan belajar (pendidikan yang layak) sebagai bahan persediaan untuk merantau.

10. Kurangnya pendidikan dan keterampilan

Faktor berikutnya yang menjadi penyebab banyaknya jumlah pengangguran di Indonesia adalah terkait masalah keterampilan dan pendidikan. Kurangnya tingkat pendidikan seseorang akan menyebabkan ia menjadi sulit untuk dijadikan sebagai tenaga kerja.

Seseorang yang tidak memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi biasanya hanya akan menjadi buruh kasar, terlebih lagi jika mereka tidak memiliki jiwa seorang pengusaha, maka bisa dipastikan orang tersebut akan menjadi pengangguran permanen.

Demikian penjelasan dari kami mengenai “Dampak Negatif dan Faktor Penyebab Terjadinya Pengangguran di Indonesia”, semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Terimakasih.

Kunjungi juga :