Beberapa Contoh Masalah Pokok Ekonomi di Indonesia dan Cara Mengatasinya

Dalam praktek-nya, permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah dapat kita kelompokkan menjadi dua bagian. Yakni dilihat dari sudut pandang ekonomi mikro dan ekonomi makro.

Untuk mengatasi kedua masalah ini, maka dibutuhkan analisis yang berbeda.

Permasalahan Ekonomi Mikro yang dihadapi Pemerintah

Permasalahan ekonomi yang dihadapi oleh pemerintah dilihat dari sudut pandang ekonomi mikro adalah persoalan Kegagalan Pasar atau Market Failure. Berikut ini adalah penjelasan mengenai kegagalan pasar.

Kegagalan Pasar atau Market Failure

Do You Know.?
Istilah kata kegagalan pasar atau market failure merupakan sebutan untuk kegagalan pasar dalam mencapai alokasi atau pembagian sumber daya yang optimum atau maksimal.

Hal ini bisa terjadi karena pasar didominasi oleh para pemasok monopoli atau apabila produksi maupun konsumsi dari sebuah produk mengakibatkan dampak sampingan atau eksternalis. Contohnya seperti pencemaran lingkungan.

Upaya untuk mengatasi masalah dari dampak kegagalan pasar seperti kekakuan harga, eksternalitas yang merugikan, serta tindakan monopoli sangat dibutuhkan peran dari pemerintah.

Cari tau tentang istilah Monopoli klik disni.

Pemerintah bisa melakukan campur tangan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Bentuk campur tangan pemerintah bisa berupa dalam penentuan harga pasar untuk mencegah atau mengatasi masalah kekakuan harga adapun upaya-upaya yang dilakukan untuk melindungi konsumen atau produsen diantaranya adalah :

  1. Penetapan Harga Minimum atau Floor Price

Upaya untuk melindungi produsen adalah tujuan dari penetapan harga  minimum atau harga dasar oleh pemerintah, terlebih untuk produk dasar pertanian.

Contohnya seperti harga dasar gabah kering dinilai terlalu rendah, maka dilakukan sebuah penetapan untuk menghindari tengkulak yang membeli produk di luar harga yang sudah ditetapkan pemerintah.

Dimana saat harga tersebut membuat pasar konsumen tidak mau atau tidak tertarik untuk membeli, pemerintah melalui Badan Urusan Logistik atau BULOG akan membelinya dan kemudian disalurkan atau didistribusikan kembali ke Pasar.

Meskipun demikian masih saja terdapat praktik dari pasar gelap yang membentuk harga diluar harga minimum yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

  1. Penetapan Harga Maksimum atau Ceiling Price

Tujuan dari dibuatnya penetapan harga maksimum atau Harga Eceran Tertinggi (HET) adalah untuk melindungi konsumen.

Hal tersebut dilakukan pemerintah manakala harga pasar konsumen di luar batas daya beli masyarakat atau konsumen terlalu tinggi.

Intinya, penjual tidak boleh menetapkan harga diatas harga maksimum yang sudah dibuat oleh pemerintah.

Misalnya penetapan harga obat-obatan di apotek, tiket bus kota, harga BBM, tarif kereta api, tarif taxi per kilo meter, harga patokan setempat atau HPS untuk jenis semen dan lainnya.

  1. Penetapan Pajak Penjualan

Maksudnya, pemerintah akan mengenakan pajak yang berbeda-beda untuk berbagai jenis barang komoditas.

penjelasan tentang pengertian pajak menurut para ahli silahkan klik disini.

Contohnya adalah untuk melindungi produsen dalam negeri, pemerintah bisa meningkatkan tarif pajak yang tinggi untuk impor barang, yang akan berdampak kepada konsumen untuk membeli barang atau produk dalam negeri dengan harga yang lebih terjangkau atau murah.

  1. Pemberian Subsidi Penjualan

Untuk subsidi penjualan pemerintah dapat mempengaruhi dalam pembentukan harga pasar dengan jalan pemberian subsidi penjualan.

Subsidi penjualan biasanya diberikan kepada perusahaan yang menghasilkan kebutuhan pokok atau kepada perusahaan yang berkembang sehingga dapat menekan biaya produksi agar dapat bersaing dengan produk impor.

Kebijakan ini dikeluarkan pemerintah guna pengendalian harga untuk melindungi pihak produsen dan konsumen serta sekaligus sebagai cara untuk menekan laju inflasi.

Permasalahan Ekonomi Makro yang dihadapi Pemerintah

Ekonomi makro merupakan cabang ekonomi yang bisa membantu memecahkan permasalahan kebijakan ekonomi secara makro.

Permasalahan pemerintah dalam hal ini adalah meliputi masalah-masalah yang berkaitan dengan pengendalian dan pengelolaan perekonomian secara umum.

Adanya pengendalian ekonomi makro berfungsi untuk mengusahakan supaya perekonomian bisa bekerja dan tumbuh dengan seimbang serta terhindar dari keadaan yang dapat mengganggu keseimbangan umum tersebut.

Permasalahan ekonomi makro yang biasanya terjadi pada negara berkembang seperti Indonesia, Thailand, dan Filiphina. Permasalahan tersebut diantaranya adalah :

  1. Masalah Kesempatan Kerja atau Tingkat Employment

Perekonomian yang ideal semestinya dijaga agar supaya pengangguran dapat teratasi. Pengangguran sendiri adalah gejala yang tidak diinginkan oleh masyarakat manapun, namun kenyataannya sampai saat ini permasalahan tersebut masih belum bisa diatasi.

Baca lebih lanjut tentang pengertian pengangguran disini.

Kriteria pengangguran yang dibawah 4%  masuk kedalam kategori full employment. Di bawah ini adalah tabel yang menggambarkan tingkat pengangguran di Indonesia.

Situasi antrian para pelamar kerja
  1. Masalah Kapasitas Produksi Nasional

Pertumbuhan ekonomi suatu negara bisa dipertahankan dan ditingkatkan dengan cara peningkatan pada kapasitas produksinya.

Bagi negara-negara yang sedang berkembang, hal ini sangat penting untuk dilakukan karena bertujuan untuk terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara.

  1. Masalah Pendapatan Nasional

Tingkat pendapatan nasional yang tinggi menandakan bahwa suatu negara bisa menghasilkan barang dan jasa pada perekonomian dengan jumlah besar.

Hal ini tentu berdampak pada tingkat pendapatan nasional yang tinggi bisa tercapai apabila permasalahan pada point 1 dan 2 bisa teratasi.

  1. Masalah Kestabilan Situasi Perekonomian

Masalah kestabilan situasi perekonomian ini meliputi beberapa aspek kestabilan seperti misalnya kesempatan kerja, tingkat pendapatan, kestabilan tingkat  harga serta kestabilan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing.

Namun apabila hal tersebut belum bisa tercapai, maka akan menjadi sulit bagi negara berkembang dikarenakan kurangnya minat para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

  1. Neraca Pembayaran Luar Negeri

Dilihat dari sudut pandang ekonomi murni, kehadiran neraca pembayaran luar negeri yang defisit atau surplus bertendensi merupakan keadaan yang tidak diinginkan.

Keadaan yang diinginkan baik menurut ekonomi dan dari sudut pandang politik adalah sebuah neraca pembayaran yang surplus.

  1. Kemiskinan dan Pemerataan Distribusi Pendapatan

Adanya distribusi pendapatan nasional yang merata dianggap sebagai distribusi pendapatan yang adil.

Mengapa demikian?

Hal ini karena dikhawatirkan akan menimbulkan ketegangan sosial jika pendapatan yang tidak merata bisa berdampak pada kestabilan ekonomi dan politik.

Hal tersebut bisa menjadi salah satu ciri dari terjadinya kesenjangan ekonomi yang bisa terjadi di Indonesia dan negara lainnya.

  1. Kemiskinan

Kemiskinan menjadi salah satu masalah komplek yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti tingkat pendapatan, kesehatan, pendidikan, lokasi, akses terhadap barang dan jasa dimana seseorang atau masyarakat tidak bisa terpenuhi hak-hak dasarnya untuk mengembangkan dan mempertahankan kehidupan yang lebih bermartabat.

Bagaimana cara kita bisa mengenali kondisi kemiskinan disekitar kita ?

Pertama adalah dengan cara mengukur kemiskinan absolut. Kemiskinan absolut adalah kemiskinan yang mencerminkan keadaan seseorang yang memiliki pendapatan dibawah garis kemiskinan atau proverty line yakni bersama nilai rupiah yang harus dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan hidup minimal.

Kedua kita bisa mengukur kemiskinan relatif, yakni dengan melihat orang yang memiliki tingkat pendapatan yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan masyarakat lainnya.

Ciri-Ciri Masyarakat Miskin

Masyarakat yang tergolong dalam kategori miskin adalah :

  1. Serba terbatasnya kecukupan dan mutu pangan.
  2. Terbatasnya kesempatan kerja dan usaha.
  3. Terbatasnya akses kesehatan dan mutu kesehatannya.
  4. Beban tanggungan yang tinggi dikarenakan banyaknya jumlah anak.
  5. Terbatasnya akses akan perumahan sehat, air bersih, dan sanitasi yang baik.
  1. Kesenjangan Distribusi Pendapatan

Kasusnya tidak jauh berbeda dengan perumahan di perkotaan, yakni nampak perbedaan yang mencolok antara masyarakat dengan penghasilan tinggi dan masyarakat berpenghasilan rendah.

Kesenjangan pendapatan dapat kita ukur menggunakan beberapa kriteria dari bank, yakni :

  • Ketimpangan pendapatan dikatakan tinggi apabila kelompok penduduk miskin sebesar 40% dengan pendapatan lebih kecil dari 12% dari total keseluruhan pendapatan nasional.
  • Ketimpangan pendapatan kategori sedang atau moderat manakala kelompok penduduk termiskin sebesar 40% dengan pendapatan lebih kecil dikisaran 7-12% dari keseluruhan pendapatan nasional.
  • Ketimpangan pendapatan dikatakan kategori rendah bila kelompok penduduk termiskin sebesar 40% dengan pendapatan lebih kecil dari 17% hasil dari keseluruhan pendapatan nasional.
  1. Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Setiap negara pasti mengharapkan perekonomian yang dicapai senantiasa mengalami peningkatan secara terus menerus.

Dimana dampak dari peningkatan perekonomian tersebut akan memupuk investasi serta kemampuan teknik produksi agar hasil produksinya terus meningkat.

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa hasil produksi yang meningkat akan diiringi dengan pendapatan masyarakat yang meningkat pula sehingga perekonomian akan mengalami pertumbuhan pula.

Menurut ECAFE atau Economic Commission for Asia and Far East negara-negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi memiliki  ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Adanya peningkatan GNP atau Pendapatan Perkapita dari tahun ke tahun atau Flow Output Approach disuatu negara.
  2. Negara yang berkembang perekonomian nya tersebut akan mengalami peningkatan investasi potensial atau Level of Living Approach.
  3. Ditemukan sumber-sumber produktif dan dapat didayagunakan dengan lebih baik lagi atau adanya Stock of Resources for Produktive Asset Approach.

Adapun beberapa hal berikut ini adalah yang menjadi penghambat pertumbuhan perekonomian di Indonesia :

  1. Tingginya jumlah pengangguran dan kerentanan pasar tenaga kerja.
    baca juga tentang dampak negatif dari pengangguran.
  2. Lemahnya kegiatan investasi dan permasalahan fundamental yang saling terkait.
  3. Tingginya potensi terjadinya tekanan inflasi secara sturktural.

Demikianlah penjelasan dari kami mengenai Masalah Pokok Ekonomi yang ada Di Indonesia dan Cara Mengatasinya.

Semoga artikel ini bermanfaat, dan apa bila ada pertanyaan maupun tambahan mengenai materi di atas silahkan tinggalkan di kolom komentar, dan terimakasih atas kunjunganya.

Baca juga :

Cari tau tentang pasar monopoli klik disini.
Cari tau tentang pasar monopoli klik disini.
Cari tau tentang pasar monopoli klik disini.