Contoh Lembaga Keuangan Bank dan Non Bank

Seperti yang kita ketahui bersama lembaga keuangan adalah suatu lembaga yang aktivitas kesehariannya memberika pelayanan jasa dibidang keuangan. Lebih mudahnya bisa kita anggap  sebagai perantara atau intermediasi dari pihak pemilik  dana (surplus), kepada pihak defisit dana baik itu sektor rumah tangga, swasta, maupun pemerintah. anda juga bisa membaca artikel mengenai contoh bukti transaksi.

Sebagaimana yang tertuang pada Keputusan Mentri Keuangan Republik Indonesia No.792 tahun 1990. Yang bunyinya kurang lebih : “lembaga keuangan diberi batasan sebagai semua badan yang kegiatan utamanya dalam bidang keuangan, melakukan penghimpunan dana, penyalur dana kepada masyarakat dan terutama guna membiayai investasi perusahaan. Namun tidak berarti hanya membatasi pada investasi perusahaan saja. Nyatanya kegiatan pembiayaan yang dilakukan oleh lembaga keuangan juga bisa diperuntukkan untuk kegiatan invstasi pada perusahaan, kegiatan konsumsi serta distribusi barang atau jasa”.

Berdasarkan kemampuannya menghimpun dana dari masyarakat secara langsung, lembaga keuangan atau yang sering disebut sebagai lembaga intermediasai digolongkan atau dikelompokkan kepada dua jenis lembaga keuangan. Yakni lembaga keuangan jenis depositori, dan lembaga keuangan non depositori.

akuntanonline.com

Dibawah ini adalah penjelasan mengenai lembaga keuangan depositori atau depository financial institution dan lembaga keuangan non depositori atau non depository financial institution secara lengakap.

A. Pengertian Lembaga Keuangan Bank / Depository financial institution

Seperti pada penjelasan sebelumnya, pengertian dari lembaga keuangan adalah lembaga yang kegiatan utamanyan menghimpun dana secara langsung dari masyarakat dalam bentuk simpanan atau deposit.

Misalnya seperti; deposito,giro, dan juga tabungan. Umumnya lembaga-lembaga yang menawarakan jenis produk seperti ini adalah bank. anda juga bisa membaca lebih lanjut mengenai cara menghitung bunga deposito bank.

Dilihat dari fungsinya, bank dibedakan kedalam tiga jenis. Yakni bank sentral, bank perkreditan rakyat dan bank umum.

Nah, berikut ini adalah penjelasan secara terperinci mengenai ketiga fungsi dari bank tersebut :

1.Bank Sentral

akuntanoline.com

Bank sentral merupakan bank yang memegang fungsi sebagai bank sirkulasi, atau lender of the last resort dan bankers bank pada suatu negara. Bank Indonesia merupakan bank sentral yang ada di Negara Indonesia. Dimana dalam pelayannya lebih banyak kepada pihak pemerintah dan pihak lembaga perbankan.

Mungkin sebagian dari anda ada yang timbul sebuah pertanyaa. “Lalu apa sebenarnya tujuan dari bank sentral..?” Tujuan utama dari bank Indonsia sebagai bank sentral itu sendiri adalah untuk mencapai serta memelihara kesetabilan nilai tukar rupiah.

Dalam hal ini, upaya yang dilakukan oleh bank sentral demi mencapai tujuan ini adalah dengan menetapkan atau mengeluarkan kebijakan moneter, mengatur serta menjaga sistem kelancaran devisa, kemudian ikut serta dalam mengatur dan mengawasi bank.

2. Bank Umum

akuntanonline.com

 

Bank umum dapat kita artikan sebagai bank yang memiliki tugas utamanya memberikan pelayanan seluruh jasa-jasa perbankan, dan melayani segenap lapisan masyarakat. Berlaku baik bagi masyarakat perorangan atau lembaga-lembaga lainnya.

Bank umum, atau yang  lebih sering dikenal dengan istilah bank komersil, dikelompokkan menjadi tiga jenis. Yakni bank umum devisa, bank umum non devisa dan bank perkreditan rakyat. Berikut penjelasannya :

  • Bank umum devisa, memberikan pelayanan jasa yang berhubungan dengan seluruh mata uang asing.
  • Bank umum non devisa, memberikan pelayanan jasa yang tidak berhubungan dengan masalah uang asing.

3. BPR atau Bank Perkreditan Rakyat

adalah bank yang secara khusus memberikan pelayanan kepada rakyat kecil. Contohnya dipedesaan. Yang sejarah bank perkreditan rakyat itu sendiri berasal dari bank desa, bank pegawai lumbung desa, dan jenis bank-bank lainya yang kemudian dilebur menjadi satu yang kemudian menjadi BPR atau Bank Perkreditan Rakyat.

Namun, jenis produk yang diberikan atau ditawarkan dari BPR relatif sempit jika dibandingkan dengan bank umum. Bahkan ada beberapa jenis jasa bank yang tidak boleh diselengarakan oleh BPR. Sebagai contoh adalah seperti pembukaan rekening giro dan kliring.

B. Pengertian Lembaga Non Bank / Non Depository Financial Institution

Dapat kita simpulkan bahwa lembaga keuangan non bank adalah semua jenis badan usaha yang aktivitasnya di bidang keuangan, dimana kegiatanya baik secara langasung maupun tidak langsung melakukan penghimpunan dana terutama dengan mengeluarkan surat-surat berharga dan menyalurkan kepada masyarakat guna membiaya investasi perusahaan.

Lalu apakah tujuan awal dari lembaga keuangan tersebut? Semenjak kehadiranya pada 46 tahun  lalu atau tepatnya pada tahun 1972, lembaga keuangan memiliki tujuan utama untuk mendorong perkembangan pasar modal, dan membantu permodalan bagi perusahaan-perusahaan dengan ekonomi yang lemah.

Disini lembaga keuangan non bank atau non depositori dikelompokkan kedalam 3 jens, yakni sebagai berikut :

  • Lembaga keuangan kontraktual, adalah lembaga yang fokus kegiatan oprasinya menarik dana dari masyarakat dengan menawarkan kontrak. Cotoh dari lembaga keuangan jenis ini adalah polis asuransi, dan pengolahan dana pensiun.
  • Lembaga keuangan investasi, salah satu contohnya adalah perusahaan efek dan reksa dana.
  • Lembaga keuangan pembiayaan, adalah sebuah lembaga yang menawarkan jasa pembiayaan sewa guna usaha, pembiayaan konsumen dan kartu kredit. Contoh dari lembaga pembiayaan ini adalah perusahaan modal venture dan juga perusahaan pembiayaan.

C. Jenis-Jenis Lembaga Keuangan di Indonesia

Di negri tercita kita ini sendiri setidaknya terdapat beberapa jenis lembaga keuangan. Kurang lebih ada 10 jenis lembaga keuangan yang beroprasi di Indonesia, dan berikut adalah penjelasan dari ke 10 jenis lemabaga keuangan yang ada di Indonesia :

1. Pasar Modal

Pasar modal adalah tempat pertemuan antara pihak pencari dana dalam hal ini lebih kita kenal dengan istilah emiten, dengan pihak pemilik dana atau penanam modal (investor). Pada pasar modal yang diperjual belikan adalah jenis efek semisal saham dan obligasi. Jika dilihat dari waktu modal yang diperjualbelikan merupakan modal untuk jangka panjang.

2.Pasar Uang

 Pasar uang merupakan tempat memperoleh dana dan investasi, pasar uang hampir sama dengan pasar modal. Perbedaanya adalaha modal yang ditawarkan pada pasar uang memiliki jangka waktu yang relatif pendek, sedangkan pada pasar modal jangka waktu yang diberikan relatif lebih lama/panjang.

Pada pasar uang, transaksi lebih sering dilakukan dengan menggunakan media elektronik, sehingga kedua belah pihak atau nasabah tidak perlu datang langsung kelokasi.

3. Koprasi Simpan Pinjam

Koprasi simpan pinjam merupakan salah satu bentuk lembaga keuangan yang kegiatanya menghimpu dana dari para anggota, untuk kemudian disalurkan kembali kepada anggota maupun masyarakat umum.

4. Perusahaan Pegadaian

Pegadaian merupakan salah satu lembaga keuangan yang menyediakan fasilitas pinjaman dengan syarat menggunakan jaminan tertentu milik nasabah. Jaminan tersebut kemudian oleh pihak pegadaian ditaksir akan nilai jual yang kemudian disesuaikan dengan jumlah pinjaman yang akan diambil oleh nasabahnya. Untuk saat ini usaha pegadaian dilakukan oleh pihak pemerintah.

5. Perusahaan Sewa Guna atau Leasing

Perusahaan leasing adalah   perusahaan yang menitik tekankan usahanya  pada pembiayaan barang modal yang diinginkan oleh nasabahnya. Sebagai conntoh, Suminto mengingikan sepeda motor baru secara kredit, maka kebutuhan pak Sumito ini pembayaraanya dapat ditutipi oleh perusahaan leasing tersebut.

6. Persuahaan Asuransi

Perusahaan asuransi merupakan lembaga keuangan yang bergerak dalam usaha pertanggungan. Setiap nasabah akan dikenakan polis asuransi, yang mana polis asuransi ini kemudian akan menanggung kerugian/resiko yang harus dibayar dan diterimanya. Besarnya jumlah polis asuransi yang disetorkan nasabah akan mempengaruhi klaim yang kemudian nanti diterima.

7. Perusahaan Anjak Piutang / Factoring

Adalah perusahaan yang usahanya mengambil alih pembayaran kredit suatu perusahaan. Pengambil alihan kredit dilakukan dengan cara memilih kredit bermasalah perusahaan lain dan mengelola penjualan kredit perusahaan yang membutuhkan.

8. Perusahaan Modal Ventura

Perusahaan Modal Ventura adalah perusahaan yang usaha utamanya mengendung resiko tinggi. Mengapa demikian, karena usaha dari perusahaan modal ventura ini adalah memberikan pembiayaan dalam bentuk kredit tanpa jaminan yang umumnya tidak dilayani oleh lembaga keuangan lain.

9. Dana Pensiun

Perusahaan dana pensiun adalah perusahaan yang kegiatan utamany mengelolaan dana pensiun pada suatu perusahaan. Yang maana dana pensiun ini diperoleh dari iuran yang dipotong dari gaji karyawan tiap bulanya. Selanjutnya, dana yang telah terkumpul dari pesera dana pensiun, oleh pihak pengelola akan diputar atau diusahakan dengan menginvestasikan ke sektor-sektor yang dapat menguntungkan perusahaan.

10. Perusahaan Katu Plasik

Perushaan ini bergerak pada usaha penerbitan kartu plastik atau yang lebih kita kenal dengan sebutan kartu kredit. Lalu apa fungsinya ? Fungsinya digunakan sebagai pengganti uang tunai untuk menggunakan bank.

Demikianlah  pembasan mengenai “Contoh Lembaga Keuangan Bank dan Non Bank Beserta Fungsi dan Tujuannya”. Semoga bermanfaat bagi para pembaca semuanya. Terimaksaih telah berkunjung ^^.

Baca juga :

Tinggalkan komentar