Siklus Akuntansi : Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Pada kesempatan kali ini kami admin akuntanonline.com akan mengulas tuntas mengenai perusahaan manufaktur. Bahasan pokok dari artikel ini mencakup diantaranya adalah : pengertian perusahaan manufaktur, laporan keuangan pada perusahaan manufaktur, harga pokok produksi, laporan neraca, laporan laba rugi, jurnal penutup serta sedikit ringkasan siklus akuntansi pada perusahaan manufaktur.

Pengertian Perusahaan Manufaktur

Perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang kegiatan utamanya adalah sebagai pengelola bahan mentah atau bahan baku menjadi barang jadi, lalu kemudian barang jadi tersebut dijual. Kegiatan semacam ini sering kita sebut dengan istilah proses produksi.

Adapun klasifikasi pada perusahaan manufaktur adalah sebagai berikut :

  1. Persediaan Bahan Baku,
  2. Persediaan dalamProses, dan
  3. Persediaan Barang jadi.

Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Tidak ada perbedaan yang signifikan antara laporan perusahaan manufaktur dengan laporan keuangan perusahaan dagang. Perbedaannya hanya terdapat pada bagian aktiva lancar di Neraca dan harga pokok penjualan pada laporan laba rugi.

Laporan Neraca Perusahaan Manufaktur

 Berikut ini adalah tabel perbandingan neraca pada perusahaan dagang dengan perusahaan manufaktur :

contoh laporan nerca perusahaan manufakur

Laporan Rugi-Laba Perusahaan Manufaktur

Pada laporan laba rugi perusahaan manufaktur yang menjelaskan keadaan harga pokok penjualan bisa kita lihat pada tabel perbandingan dengan perusahaan dagan berikut ini :

Contoh Laporan Laba Rugi Perusahaan Manufaktur

Penjelasan dari perbandingan diatas dapat kalian lihat pada gambar dibawah ini:

penjelasan laporan laba rugi perusahaan manufaktur

Perusahaan manufaktur memerlukan banyak rekening untuk menentukan atau menghitung jumlah dari harga pokok produksi, namun yang ditampilkan pada laporan laba rugi hanyalah total keseluruhanya saja. Sedangkan rincianya disajikan dalam skedul harga pokok produksi.

Dibawah ini adalah contoh Skedul Harga Pokok Produksi :

Contoh skedul harga pokok produksi

Harga Pokok Produksi

Harga pokok produksi atau yang sering disebut juga dengan istilh biaya produksi merupakan kumpulan dari biaya-biaya yang dikorbankan untuk memperoleh dan mengelola bahan baku sampai menjadi barang jadi.

Kumpulan macam-macam biaya tersebut terdiri dari :

  1. Biaya bahan baku atau BBB
  2. Biaya tenaga kerja langsung atau BTKL
  3. Biaya overhead pabrik atau BOP

Dan berikut ini adalah penjelasan dari ketiga maca jenis biaya dalam perusahaan manufaktur :

  1. Biaya Bahan Baku atau BBB

Biaya bahan baku merupakan harga perolehan (harga poko) dari materi yang terdapat pada barang jadi. Sedangkan bahan baku merupakan bagian dari barang jadi yang dapat ditelusuri keberadaanya.

Bahan baku pada sebuah pabrik, bisa juga berupa barang jadi dari pabrik lain.

  1. Biaya Tenaga Kerja Langsung

Sebelum kita membahas apa itu biaya tenaga kerja langsu, ada baiknya kita fahami terlebih dahulu apa itu tenaga kerja langsu. Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang memiliki hubungan serta kinerja langsung dengan proses pengelolahan barang.

Baik pengelolaan bahan dengan menggunakan kemapuan fisik maupun dengan menggunakan bantuan mesin.

Nah, dari sedikit gambaran di atas maka kita bisa menarik sebuah kesimpulan bahawa biaya tenaga kerja langsung adalah semua jenis kontraprestasi yang diberikan kpeada tenaga kerja langsung.

  1. Biaya Overhead Pabrik

Yang dimaksud  dengan biaya overhead pabrik adalah seluruh biaya yang timbul saat proses pengolahan, yang tidak dapat digolongkan dalam biaya bahan baku atau biaya tenaga kerja langsung.

Setidaknya terdapat 3 jenis biaya yang termasuk kedalam biaya overhead. Ketiga jenis biaya tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Biaya bahan penolong merupakan jenis biaya yang sangat kecil kuantitasnya yang dipergunakan untuk proses pengolahan, dan tidak bisa ditelusuri keberadaannya pada barang jadi.
  2. Biaya kerja tidak langsung, seperti contohnya upah pengawas, mekanik, mandor, dan bagian reparasi.
  3. Biaya penyusutan gedung pabrik, seperti misalnya penyusutan mesin.

Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur

Do you Know..?

Pada dasarnya siklus akuntansi perusahaan manufaktru tidak  jauh berbeda dengan perusahaan dagang.

Akuntansi perusahaan manufaktur dengan sistem fisik :

1. Pada rekening persediaan bahan baku perusahaan manufaktur digunakan hanya untuk mencatat nilai bahan baku yang tersisa. Baik di awal maupun diakhir periode.

2. Transaksi pembelian bahan baku tidak dicatat kedalam rekening pembelian bahan baku pada perusahaan manufaktur.

Contoh :

Contoh transaksi pembelian bahan baku

3. Rekening persediaan barang dalam proses digunakan untuk mencatat nilai barang yang masih dalam proses, baik diawal periode maupun diakhir.

4. Rekening persedian barang jadi, digunakan untuk mencatat nilai barang jadi di awal maupun di akhir periode.

5. Jurnal penyesuaian pada perusahaan manufaktur pada prinsipnya sama dengan perusahaan dagang.

6. Pada prinsipnya neraca lajur perusahaan manufaktur maupun dagang tidak ada perbedaan, hanya saja pada perusahaan manufaktur ditambah satu kolom lagi untuk skedul haraga pokok produksi.

Jurnal Penutup Perusahaan Manufaktur

Jurnal penutup pada perusahaan manufaktur berbeda dengan perusahaan dagang maupun jasa. Rekening harga pokok produksi pada perusahaan manufaktur digunakan untuk menutup semua rekening yang akan dilaporkan pada skedul harga pokok produksi.

Kemudian hasil dari saldo ini akan dimasukan kedalam laporan rekening ikhtisar Rugi-Laba perusahaan.

Contoh Jurnal Penutup Perusahaan Manufaktur :

Contoh jurnal penutup perusahaan manufaktur

 

Sekian penjelasan akuntanonline.com seputar “Siklus Akuntansi Pada Perusahaan Manufaktur. Semoga bermanfaat dan menambah khazanah keilmuan para pembaca sekalian dan terimakasih atas kunjunganya ^^.