[UPDATE] Contoh Laporan Keuangan Pada Perusahaan Jasa

Pada kesempatan minggu lalu kami sempat membahas mengenai laporan keungan pada perushaan dagang, maka pada kesempatan kali ini kami akan membahas secara lengkap mengenai contoh laporan keuangan pada perusahaan jasa.

Sebelum masuk lebih dalam mengenai pembahasan inti, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu apa itu perusahaan jasa.

Pengertian Perusahaan Jasa

Melihat dari namanya saja kita sudah bisa sedikit menggambarkan bahwa pengertian dari perusahaan jasa adalah perusahaan yang bergerak dalam pelayanan publik atau pemberian jasa, dan bukanlah sebuah perusahaan yang bergerak dalam jual beli barang.

Baca juga:
12 Contoh Bukti Transaksi Pembayaran Dalam Perusahaan
[LENGKAP PENGERTIAN] Ciri dan Karakteristik Perusahaan Dagang
[MUDAH] Cara Memposting Saldo Pada Buku Besar Kedalam Neraca Saldo

Atau lebih mudahnya kita katakan barang dagang dari perusahaan jasa itu sendiri adalah sebuah jasa yang ditawakan kepada khalyak umum atau publik.

Ada banyak contoh perusahaan yang bergerak pada bidang jasa, seperti misalnya bank, asuransi, bengkel mobil atau motor, jasa salon, jasa pengobatan alternatif, jasa pengiriman surat atau barang dan jasa (JNE, TIKI, J&T, dll) dan masih banyak lagi contoh lainya, yang tidak mungkin kami sebutkan satu persatu.

Demikian tadi sedikit ulasan mengenai perushaan jasa, meningkat kedalam pembasan inti, berikut ini adalah penjelasan mengenai laporan perusahaan jasa, yang meliputi macam-macam laporan keuangan pada perusahaan jasa, dan contohnya.

Laporan Keungan Perusahaan Jasa

Dalam SAK atau Standar Akuntansi Keuangan, dinyatakan bahwa laporan keuangan dapat kita indentifikasi secara jelas dari sebuah informasi yang ada pada perusahaan jasa tersebuta. Berikut ini adalah beberapa hal yang meliputi laporan keuangan pada perusahaan jasa:

  1. Adanya laporan penghasilan komprehensif lain dan atau laporan laba rugi.
  2. Laporan perubahan ekuitas.
  3. Adanya laporan neraca atau posisi keuangan.
  4. Adanya laporan arus kasa.
  5. Catatan laporan keuangan.
  6. Informasi komparatif.

Setidaknya terdapat 3 tujuan utama dari laporan keuangan pada perusahaan jasa, berikut ini adalah ketiga tujuan dari perusahaan jasa:

  1. Menghidangkan informasi yang berkaitan erat dengan posisi keuangan.
  2. Untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi pemegang saham dan pemodal.
  3. Untuk mengetaui apa yang sudah dilakukan oleh manajemen dalam menjalankan usahanya.

Contoh Laporan Keuangan  Perusahaan Jasa

Baca juga:
[MUDAH] Pengertian Jurnal Umum dan Contoh Soal Jurnal Umum
[Lengkap Contoh-Contoh] Kegiatan Produksi, Konsumsi, dan Distribusi
[LENGKAP] Pengertian Buku Besar, Fungsi, Bentuk, dan Contohnya

4 Berkas Penyusun Laporan Keuangan Perusahaan Jasa

Pada dasarnya penyajian laporan keuangan dilakukakan pada setiap akhir periode berjalan. Laporan keuangan itu sendiri tersusun dari laporan laba rugi, laporan perubahan modal atau ekuitas, laporan neraca, dan laporan arus kas.

Berukut ini adalah penjelasan dari 4 berkas penyusun laporan keuangan pada perusahaan jasa:

1. Contoh Laporan Laba  Rugi

Penjelasan laporan laba rugi tak jauh berbeda dengan pengertian laporan laba rugi pada perusahaan dagang. Laporan laba/rugi berisi tentang laporan keuangan yang menyajikan seluruh jumlah pendapatan dan beban perusahaan dalam satu periode akuntansi berjalan.

Baca juga :

[LENGKAP] Pengertian Surat Izin Tempat Usaha atau SITU dan Syarat-Syara Perpanjang SITU
Contoh MOU Yang Baik dan Benar
Macam-Macam Contoh Surat Pernyataan Yang Benar
[LENGKAP] Cara Mudah Membuat Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Perseorangan

Pada laporan laba rugi terdapat 2 bentuk cara penyajian, yakni dengan penyajian bentuk Single Step, dan bentuk bertahap atau multiple step. Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing bentuk penyajian laporan laba rugi pada perusahaan jasa:

  1. Bentuk Single Step

Bentuk dari laporan jenis single step ini yakni dengan menjumlahkan seluruh pendapatan yang diperoleh perusahaan jasa dan semua beban yang ditanggungnya. Lalu kemudian selisih antara pendapatan dan beban yang muncul akan diketahui sebagai besarnya laba tau rugi yang diperoleh perusahaan jasa tersebut.

  1. Bentuk Multiple Step atau Bertahap

Pada dasarnya bentuk laporan pada bentuk multipe step ini tidak jauh berbeda dengan yang sebelumnya. Perbedaanya hanya terdapat pada adanya pengelompokan pada jenis pendapatan dan jenis beban.

Misalnya pendapatan, dalam hal ini antara pendapatan usaha serta pendapatan diluar usaha akan dikelompokan tersendiri atau dipisah. Begitu pula pada akun beban, dibedakan pada akun beban usaha dan akun beban diluar usaha.

Kemudian adanya selisih anatara pendapatan dan beban inilah yang akan kita ketahui sebagai laba atau rugi perusahaan jasa tersebut.

2. Laporan Perubahan Modal atau ekuitas (Capital Statment)

Laporan perubahan modal atau perubahan ekuitas merupakan suatu bentuk laporan keuangan perusahaan jasa yang khusus menyajikan inforsmasi mengenai segala hal yang terjadi pada ekuitas (modal) suatu perusahaan dalam satu periode.

Berikut ini adalah beberapa unsur-unsur yang menyebabkan terjadinya perubahan modal atau ekuitas:

  • Modal awal
  • Laba atau rugi bersih
  • Prive atau setoran/penarikan pemilik modal
  • Ekuitas akhir atau modal akhir

Just information guys!

Terjadinya perubahan modal apabila terjadinya hal sebagai berikut, laba yang diperoleh lebih besar dari pengambilan pribadai atau prive, dan terjadinya pengurangan modal apabila perushaan jasa tersebut mengalami dua hal berikut ini:

  • Laba lebih kecil dari prive
  • Rugi ditambah dengan adanya pengambilan pribadi atau prive

3. Laporan Posisi Keuangan atau Neraca

Laporan posisi keuangan atau yang lebih akrab kita dengar dengan sebutan neraca adalah sebuah laporan keuangan yang menyajikan informasi mengenai perubahan posisi keuangna seperti, adanya perubahan aset, kewajiban, dan ekuitas atau modal untuk satu periode akuntasi berjalan pada perusahaan jasa tersebut.

Ada 3 unsur dari laporan posisi keuangan atau neraca pada perusahaan jasa, ketiga unsur itu adalah sebagai berikut:

Unsur-unsur laporan Neraca atau Posisi keuangan

  1. Aset
  2. Kewajiban atau lialibitas
  3. Modal atau Equity

Dua bentuk laporan posisi keuangan yang sering digunakan:

  1. Bentuk skontro
  2. Bentuk staffel

Langkah-langkas Penysusunan Neraca

1.Judul Laporan

Didalam judul laporan ini meliputi:

  • Nama dari perusahaan jasa
  • Nama laporan, dan
  • Periode laporan di bagian tengah atas halaman.

2.Isi Laporan

  • Disusunya aset sedemikian rupa, hingga sesuai urutan menurut likuiditasnya.
  • Kewajiban harus disusun menurut urutan waktu jatuh temponya.
  • Ekuitas harus disusun menurut sifat kekekalannya.

Contoh Laporan Neraca

  1. Bentuk Skontro (kanan kiri) atau bentuk T

Neraca dengan bentuk skontro atau T adalah dengan menempatankan akun aktiva atau harta pada posisi bagian sebelah kiri, sedangkan kelompok kewajiban pada sebelah kanan.

  1. Betuk Stafel

Bentuk laporan neraca pada bentuk stafel ini adalah dengan meletakan kelompok akun pasiva/harta pada bagian atas, sedangkan kelompok bagian kewajiban dan modal diletakan pada bagian bawah setelah akun akativa. Nama lain dari bentuk ini adalah bentuk laporan vertikal.

4. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas pada perusahaan jasa merupakan laporan keuangan yang akan menunjukan informasi arus kas masuk dan arus kas keluar, serta mencatat transaksi yang setara dengan kas.

Baca juga :
Pengertian FIFO, LIFO, AVERAGE, HPP dan Contoh Soal Dengan 2 Pencatatan
Macam-Macam Jenis Strategi Pemasaran
Beberapa Contoh Gaya Kepemimpinan Dalam Suatu Perusahaan

Kas terdiri dari uang tunai maupun saldo kas yang ada pada rekening giro. Sedangkan yang setara dengan uang kas adalah macam-macam investasi, yang sifatnya sangat likuid, memiliki jangka waktu yang pendek, dan dapat dicairkan menjadi uang kas.

Jadi, sebuah laporan arus kas harus sanggup melaporkan arus kas selama periode akuntansi tertentu, yang memiliki klasifikasi sebagai berikut:

  1. Arus Kas dar Aktiva Operasi
  2. Arus Kas dari Aktiva Investasi
  3. Arus Kas dari Aktifitas Pendanaan

Adapun tujuan dari pengklasifikasian ini adalah untuk memudahkan para pengguna informasi laporan keuangan dalam menilai pengaruh aktivitas terhadap posisi keuangan perusahaan serta terhadapa jumlah kas dan setara kas.

Berikut ini adalah sedikit penjelasan dari ketiga pengklasifikasian tersebut:

1. Arus Kas dari Aktivitas Oprasi

Arus kas dari aktivitas oprasi ini diperoleh dari adanya transaksi atau peristiwa yang mempengaruhi laba/rugi bersih perusahaan karena berhubungan dengan perushaan.

Setidaknya terdapat 7 hal yang meliputi arus kas dari aktivitas oprasi:

  • Penerimaan kas yang dihasilkan dari penjualan barang
  • Penerimaan kas dari adanya royalty, fee, komisi dan pendapatan lainya
  • Pembayaran sejumlah kas pada pemasok barang atau jasa
  • Pembayaran sejumlah kas kepada para karyawan
  • Adanya penerimaan dan pembayaran kas oleh perusahaan asuransi yang berkaitan dengan premi, kalim, anuitas dan manfaat lain yang ditawarkan dari asuransi
  • Penerimaan serta pembayaran sejumlah uang kas, dari kontrak yang telah dilaksanakan untuk tujuan transaksi usah dan perdangangan.

2. Arus Kasa dari Ativitas Investasi

Arus kas dari aktivitas investasi menunjukan tentang adanya informasi penerimaan dan pengeluaran kas yang berhubungan dengan sumberdaya, yang memiliki tujuan menghasikan pendaptan dan arus kas dimasa depan.

Arus kas dari aktivitas investasi meliputi:

  1. Sejumlah uang muka yang diterima akibat dari pinjaman yang diberikan kepada pihak lain serta pelunasannya. Tekecuali yang dilakukan oleh lembaga keuangan.
  2. Adanya penerimaan kas atau penjualan aktiva tetap, seperti tanah, bangunan, dan peralatan, aktiva tak berwujud, dan aktiva jangka panjang lainya.
  3. Adanya pengeluaran kas yang digunakan dalam melakukan pembelian aktiva tetap, aktiva jangka panjang, yang termasuk didalamnya meliputi biaya pengembangan aktiva yang dibangun sendiri oleh perushaan jasa tersebut.
  4. Perolehan saham dari perusahaan lain atau instrumen keuangan.
  5. Pebayaran sejumlah kas yang berkaitan dengan futures contracts, forward contracts, option contracts, dan juga swap contracts. Terkecuali apabila pelaksanaan kontrak tersebut untuk tujuan perdagangan, atau apabila pembayaran tersebut digolongkan sebagai aktivitas pendanaan.

3. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Catatan penting dilakukannya pengungkapan yang terpisah dari arus kas akibat dari aktivitas pendanaan. Hal ini dilakukan untuk memprediksi aduan atau klaim, yang terjadi terhadap arus kas masa depan oleh para penyetor atau pemasok modal perusahaan.

Baca juga :
[MUDAH] Cara Menghitung Laba Ditahan
3 Sistem Dasar Pemungutan Pajak di Indonesia
[MUDAH] Cara Menghitung Bunga Deposito Bank

Berikut ini merupakan beberapa hal yang termasuk kedalam arus kas dari aktivitas pendanaan:

  1. Pembayran kas dalam hal untuk mengurangi saldo kewajiban yang berkaitan dengan sewa guna usaha.
  2. Penerimaan kas dari emisi obligasi, wesel, pinjaman, hipotik dan dari pinjaman lainnya.
  3. Penerimaan kasyang berasal dari saham atau instrumen modal lainnya.
  4. Pengeluaran kas yang dilakukan untuk melakukan penarikan atau menebus saham perusahaan kepada para pemegang saham.
  5. Pelunasan pinjaman.
  6. Pembiayaan oleh penyewa guna usaha. Berikut dengan contoh laporan keuangan perusahaan jasa tersebut.

Demikianla tadi penjelasan dari kami megenai “[Up Date] Contoh Laporan Keuangan Pada Perusahaan Jasa”. Semoga menambah khazanah keilmuan para pembaca setia akuntanonline.com dan memberikan banyak manfaat.

Baca juga artikel lainya :

Please rate this

Tinggalkan komentar