Contoh Jurnal Penyesuaian Pada Perusahaan Jasa dengan 5 Transkasi

Setiap perusahaan jasa membutuhkan ayat jurnal penyesuian atau AJP, untuk menyesuaiakan beberapa transaksi yang terjadi sampai pada akhir periode. Terlebih lagi bila terjadi perbedaan karena belum tercatatnya suatu transaksi.

Maka dalam kasusu ini, perusahaan membutuhkan AJP untuk menghindari terjadinya kesalahan baik pada nama akun maupun saldo yang sebenarnya. (Baca juga :12 contoh bukti transaksi pada perusahaan)

Nah, pada kesempatan kali ini kami akan mengupas tuntas jurnal penyesuaian pada perusahaan jasa dengan 5 jenis transaksi, dimana sebelumnya kami sudah memberikan contoh bagaimana cara menyelesaikan jurnal penyesuaian pada perusahaan dagang.

Untuk menyegarkan ingatan anda perilah jurnal penyesuaian berikut ini kami akan menjelaskan lagi mulai dari pengertian, fungsi, dan akun-akun yang terdapat dalam jurnal penyesuaian.

Pengertian Jurnal Penyesuaian

Jurnal penyesuaian merupakan jurnal yang dipergunakan untuk melakukan penyesuaian catatan-catatan yang terjadi dengan keadaan atau fakta yang sebenarnya terjadi pada akhir masa periode akuntansi.

Hakikatnya jurnal penyesuaian dibuat untuk melakukan koreksi atau penyesuaian perkiraan-perkiraan tertentu sehingga menghasilkan gambaran sesungguhnya keadaan aktiva, kewajiban, modal, pendapatan dan biaya yang sebenarnya. (Baca juga : Macam-macam Gaya Kepemimpinan dalam Perusahaan)

Pencatatan jurnal penyesuaian dikelompokkan kedalam dua jenis yakni, jenis deferral dan akrual. Berikut ini adalah sedikit ulasan dari keduanya :

  1. Deferral merupakan penangguhan pendapatan dan beban yang sudah dicatat dalam transaksi.
  2. Akrual merupakan pengakuan atas pendapatan dan beban yang masih belum dicatat dalam akun.

Fungsi Jurnal Penyesuaian

Untuk apa jurnal penyesuaian perlu dibuat? Terdapat dua alasan mengapa jurnal penyesuaian harus dibuat, dan berikut ini adalah kedua alasan tersebut :

  • Alasan pertama, adalah ketika terjadi sebuah keadaan dimana suatu transaksi yang telah terjadi, namun kemudian informasi ini belum dicatat dalam perkiraan.
  • Alasan kedua, adalah diamana suatu transaksi sudah dicatat dalam perkiraan. Namun, saldo perkiraan tersebut perlu disesuaikan atau dikoreksi untuk mencerminkan keadaan yang sebenarnya. (Baca juga : Macam-Macam Pengertian Kebutuhan Primer, Sekunnder, Tersier dan Contohnya )

Akun-akun dalam Jurnal Penyesuaian

Penyusunan jurnal penyesuaian tersusun dari informasi data yang terdapat dalam neraca saldo dan data penyesuaian pada akhir periode. Adapun akun-akun yang perlu dilakukan penyesuaian adalah sebagai berikut :

  1. Pemakaina perlengkapan.
  2. Piutang atau pendapatan yang masih harus diterima.
  3. Hutang beban atau beban yang masih harus dibayar.
  4. Pendapatan diterima dimuka atau hutang pendapatan ini dapat menggunkana dua pendekatan. Pertama dengan pendekatan neraca, saat diterima maka akan dicatat sebagai akun pendapatan diterima dimuka/hutang. Pendapatan Laba/Rugi, maka saat diterima dicatat sebagai akun pendapatan.
  5. Beban dibayar dimuka. Menggunakan pendekatan neraca maka saat dibayar dicatat sebagai harta. Sedang saat menggunakan pendekatan rugi/laba maka saat dibayar akan dicatat sebagai beban.
  6. Piutang yang tidak tertagih atau kerugian piutang.
  7. Penyusutan aktiva tetap.
  8. Persediaan barang dagang, hpp dan metode ikhtisar labar rugi.

Contoh Jurnal Penyesuaian Pada Perusahaan Jasa

Berikut ini adalah contoh transaksi jurnal penyesuaian pada Eva Taylor. Ny Eva melakukan pengecekan ulang sebelum penyusunan laporan keuangan per 31 Mei 2017. (Baca juga: Pengertian Barang Ekonomi, Bebas dan barang Illith)

  1. Perlengkaan jahit yang ada pada Eva Taylor adalah senilai Rp.850.000,-
  2. Eva melakukan pembayaran sewa dibayar dimuka senilai Rp.1.200.000,- untuk jangka waktu selama 3 bulan, terhitung mulai 2 Mei 2017.
  3. Adanya penyusutan peralatan dengan nilai susut sebesar Rp.100.000,-
  4. Terjadi kelalaian tagihan listrik pada bulan Mei 2017 sejumlah Rp.70.000 yang belum dibyarkan.
  5. Pembayaran gaji dilakukan setiap 2 minggu sekali, yakni setiap hari sabtu tanggal 31 Maret dan rabu tanggal 3 juni 2017. Sehingga total gaji karyawan yang belum dibayarkan adalah sebesar Rp.150.000,-.

Informasi data di atas, kemudian akan disusun kedalam jurnal penyesuaian. Berikut ini adalah cara mengerjakanya :

1. Perlengkapan alat jahit

Pada neraca saldo, saldo perlengkapan adalah sebesar Rp.1.000.000,- namun setelah dilakukan pengecekan jumlah perlengkapan yang sebenarnya adalah sebesar Rp.850.000,-.  Maka perlengkapan harus dikurangi sebesar Rp.150.000,- pada posis kreditnya. (Baca juga : Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Jasa)

Perlengkapan yang berkurang untuk kegiatan usaha akan dicatat sebagai akun perlengkapan atau beban perlengkapan bertambah pada posisi debet sebesar Rp.150.000.

Maka ayat jurnal penyesuaianya adalah sebagai berikut :

AJP Beban Perlengkapan
Bentuk Ayat Jurnal Penyesuaian Beban Perlengkapan

2. Cara perhitungan  sewa dibayar dimuka

Eva Taylor melakukan pembayaran sewa dibayar dimuka sebesar Rp.1.200.000 untuk jangka waktu 3 bulan kedepan dan terhitung sejak tanggal 2 Mei 2017. Maka perhitungan sewa perbulanya adalah Rp.1.200.000/3 bulan = Rp.400.000,-/bulan.

Dikarenakan per tanggal 2 Mai sudah tercatat sebagai sewa berjalan, maka sewa sudah dijalani oleh toko Eva Taylor. Jadi sewa dibayar dimuka yang tersisa adalah tinggal 2 bulan lagi.

Maka sewa dibayar dimuka harus dikurangi sebesar Rp.400.000, karena terhitung masih bulan Mei atau belum menggunakannya lagi. Yang mana hal ini menunjukan bahwa sewa dibayar dimuka berkurang dikolom kredit sebesar Rp.400.000. (Baca juga : Pengertian dan Karakteristik Perusahaan Dagang)

Sewa yang sudah terhitung berjalan 1 bulan dibulan Mei, senilai Rp.400.000 dicatat atau diakui sebagai Beban Sewa. Jadi beban sewa bertambah Rp.400.00.

Maka berikut ini adalah penampakan dari AJP nya :

akuntanonline.com

3. Peralatan disusutkan

Analisis dari adanya peralatan yang disusutkan nilainya sebesar Rp.100.000,-  dimana dalam hal ini peralatan mengalami penyusutan, yang kemudian dalam sisitem akuntansi dicatat sebagi beban penyusutan bertambah sebesar Rp.100.000,- pada kolom debit, dan akumulasi penyusutan peralatan jahit bertambah  senilai yang sama Rp.100.000,-.  (Baca juga : Contoh Soal Perhitungan SHU)

Berukut adalah AJP nya :

AJP Beban Penyusustan Peralatan
akuntanonline.com

4. Beban Tertangguhkan

Akibat kelalaian Ny. Eva, ternyata tagihan listrik ada yang belum dibayarkan pada bulan Mei sebesar Rp.70.000. maka beban bertambah sebesar Rp.70.000 pada posisi debit dan karena statusnya belum dibayarkan maka beban listrik yang harus dibayarkan tersebut dicatat sebagai hutang listrik bertambah pada posisi kredit sebesar Rp.70.000. (Baca juga : Contoh Soal Devaluasi, Revaluasi, Apresiasi, dan Resersi)

Berikut adalah pencatatan dalam sistem akuntansi / AJP nya :

AJP Beban Listrik
akuntanonline.com

5. Beban Gaji

Ny. Eva melakukan pembayaran gaji setiap 2 minggu sekali setiap hari sabtu Rp.200.000, dan sekarang tanggal 31 Mei 2017, tepat pada hari Rabu, sedang gaji dibayarkan pada hari Sabtu tanggal 3 Juni. Sehingga gaji karyawan pada bulan Mei terhitung Rp.150.000, belum bisa dibayarkan Ny. Eva. Analisisnya adalah :

Beban gaji bertambah sebesar Rp.150.000 pada posisi debet, dan karena belum dibayarkan oleh Ny. Eva maka Utang Gaji bertambah sebesar Rp.150.000 pada posisi kredit.

Jadi AJP nya adalah sebagai berikut :

AJP Beban Gaji
Ayat Jurnal Penyesuaian Beban Gaji pada Utang Gaji

Maka berikut ini adalah Jurnal Penyesuaian dari Eva Taylor per 31 Mei 2017.

akuntanonline.com

Demikianlah penjelasan dari kami mengenai, “Contoh Soal Jurnal Penyesuaian dengan 5 Jenis transaksi”. Semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian, dan terima kasih telah berkunjung di akuntanonline.com.

Baca juga :

Tinggalkan komentar