Pengertian dan Contoh Jurnal Koreksi Lengkap Dengan Transaksi dan Penyelesaiannya

Kehadiran jurnal koreksi dalam siklus akuntansi berguna untuk mengoreksi sejumlah nilai transaksi yang salah dalam pembukuan di dalam buku besar, atau digunakan untuk mengkoreksi klasifikasi akun yang keliru (kesalahan dalam melakukan analisa akun).

Pengertian Jurnal Koreksi

Jurnal koreksi merupakan jurnal yang dibuat untuk membetulkan kesalahan dalam proses pencatatan dari jurnal yang salah dan sudah terlanjur diposting.

Lalu bagaimana cara mengkoreksi kesalahan yang ada dalam akuntansi.?

Dalam pencatatan akuntansi pada beberapa kasus tertentu biasanya tedapat kesalahan yang tidak begitu penting, sehingga tidak mempengaruhi dalam keputusan manajemen maupun penggunaan laporan keuangan lainnya.

Bagaimana contohnya.?

Misalnya saja terjadi kesalahan pencatatan dengan jumlah hitungan beberapa ribu rupiah, bagi perusahaan yang memiliki aktiva bernilai jutaan rupiah maka hal ini akan dianggap sebagai kesalahan yang dianggap tidak material dan tidak membutuhkan sebuah koreksi.

Yang artinya kesalahan tersebut dapat ditangani dengan mudah.

Bentuk Kesalahn Pencatatan Akuntansi

Umumnya setiap terjadi kesalahan dalam pencatatan akuntansi jika memungkinkan seharusnya perlu dilakukan tindakan koreksi. Namun, ada beberapa kondisi yang membuat tidak semua kesalah dalam akuntansi membutuhkan jurnal koreksi dengan dalil bahwa kesalahan tersebut akan betul dengan sendirinya di periode bulan atau tahun berikutnya.

Jurnal koreksi kesalahan untuk periode yang sama

Terdapat dua Jenis kesalahan yang biasanya diketahui dalam periode yang sama. Kedau jenis kesalahan itu meliputi kesalahan klasifikasi dan kesalah jumlah.

Jurnal koreski kesalah untuk periode yang berbeda

Kesalahan pencatatan yang terjadi pada periode sebelumnya maka berpengaruh terhadapa :

Kesalahan yang berpengaruh terhadap akun Neraca

Untuk jenis kesalahan ini, maka mulai dari laporan kas sampai pada laporan laba ditahan memungkinkan untuk semuanya dikoreksi. Dengan alasan karena tidak ada istilah tutup buku untuk akun-akun jenis ini.

Kesalahan yang berpengaruh terhadap akun Laba Rugi

Untuk jenis kesalahan yang berpengaruh terhadap akun-akun laba rugi tidak perlu dilakukan koreksi. Ada dua alasan mengapa kesalah tidak perlu dilakukanya koreksi pada akun-akun laba rugi, dan berikut ini adalah alasannya :

Alasan pertama, kelompok akun-akun laba rugi sudah ditutup pada akhir masa periode saat terjadi kesalahan. Yang artinya akun-akun tersebut di akhir periode sudah di nol kan, jadi tidak akan dibawa ke periode berikutnya.

Alasan kedua, pada masa akhir periode, baik di laba/rugi maupun saldo akhir pada neraca, saat kesalahan terjadi sudah dalam kondisis benar.

Prosedur Jurnal Koreksi
Cara atau Prosedur Jurnal Koreksi

Contoh Jurnal Koreksi Perusahaan

Kesalahan dalam proses pencatatan akuntansi sangat mungkin terjadi selama perusahaan melakukan pencatatan transaksi kedalam jurnal. Kesalaha ini bisa saja terjadi pada jurnal umum ataupun saat melakukan pemindahan kedalam buku besar (proses posting). (Baca juga : Pengertian Juranla Umum)

Kesalahan yang terjadi pada saat pencatatan jurnal umum tidaklah begitu sulit untuk memperbaikinya. Cara yang tepat untuk memperbaiki kesalah ini adalah dengan tidak mengahapus kesalahan tersebut, karena hal ini akan menimbulkan kecurigaan.

Cara yang benar adalah dengan mencoret angka yang salah dengan catatan angka tersebut masih terlihat,  kemudian mencatat dengan angka yagn  seharusnya.

Perhatikan contoh berikut ini:

Contoh Jurnal Koreksi
Contoh Pelaksanaan Jurnal Koreksi

Dan jika terjadi kesalahan setelah melakukan proses posting kedalam buku besar, maka caranya tidak seperti memperbaiki pada kasus jurnal umum di atas. Untuk menangani masalah kesalahan pada buku besar maka perlu dibuatkan jurnal koreksi.

Kesalahan-kesalahan yang seringkali terjadi dalam buku besar diantaranya adalah seperti kesalahan dalam memasukkan angka, kesalahan dalam memasukkan perkiraan dan kesalahan dalam memasukkan angka dan perkiraan.

Dan berikut ini adalah ulasan bagaimana cara memperbaiki kesalahan-kesalahan di atas :

Proses Koresksi Pada Jurnal dan Buku Besar

1. Kesalahan dalam Memasukkan Angaka

Kesalahan saat memasukkan angka merupakan salah catat angka yang sehrusnya. Misalnya nominal angka yang seharusnya dimasukkan adalah sebesar Rp.50.000 namun saat dicatat menjadi Rp.5.000, artinya dalam kasus ini  ada kesalahan kurang catat senilai Rp.45.000 (50.000 – 5.000), maka angka Rp. 45.000,- inilah yang kemudian dijadikan sebagai jurnal koreksi dalam akuntansi.

Contoh lain, misalnya tanggal 9 Maret 2020, perusahaan membayar beban iklan sebesar Rp.165.000,-. Ternyata saat posting beban iklan dalam jurnal sebesar Rp.135.000,-

Proses Penyelesaian Jurnal Koreksi
Kesalahan Catat Angka dalam Jurnal

Dari jurnal di atas, dapat kita ketahui bawa terdapat selisih pencatatan sebesar Rp.30.000,- (165.000 – 135.000). selisih tersebut merupakan kurang catat. (keterangan kurang catat bisa kita masukkan kedalam kolom keterangan di jurnal koreksi.

Perhatikan gambar berikut ini untuk lebih jelasnya.

Jurnal Koreksi
Penyelesain Jurnal Koreksi
Jurnal Koreksi dalam Buku Besar
Koreksi dalam Buku Besar

2. Kesalahan dalam Memasukkan Perkiraan

Kesalahan dengan kondisi seperti ini sebenarnya agak benar, hanya saja akan berpengaruh pada postingan kedalam buku besarnya yang salah.

Misalnya saja perkiraan yang seharusnya diposting kedalam akun perkiran hutang dagang malah kemudian dimasukkan kedalam akun perkiraan kas.

Nah, untuk memperbaiki  kesalahan kasus tersebut maka jurnal yang salah diposting harus dibalik atau reverse.

Sebagai contoh : Pada tanggal 5 Maret 2020 perusahaan membeli perlengkapan kantor sebesar Rp.130.000 secara kredit. Ternyata transaksi tersebut dibukukan ke perkiraan kas yang artinya pembelian secara tunai.

dan barulah pada tanggal 10 Maret diketahui adanya kesalahan tersebut dan kemudian dibuatkan jurnal koreksinya seperti berikut ini.

Jurnal Koreksi Kesalahan Perkiraan
Proses Perbaikan Salah Kira Akun

Jurnal koreksi tersebut akan sangat nampak pengaruhnya terhadap Buku Besar seperti pada gambar dibawah ini :

Perbaikan dalam Buku Besar
Jurnal Koreksi dalam Buku Besar

3. Kesalahan dalam Memasukkan Angka dan Perkiraan

Untuk kasus yang ketiga ini merupakan kesalahan yang paling rumit penyelesaianya. Dimana kesalah tersebut tidak hanya terjadi pada kesalahan memasukkan angka saja, melainkan kesalahan dalam melakukan perkiraan juga.

Contoh : Pada tanggal 12 Maret 2020 perusahaan membeli  sejumlah peralatan kantor sebesar Rp.540.000 secara tunai. Dan ternyata transaksi tersebut dijurnal dan dibukukan sebagai sebuah pembelian perlengkapan kantor dengan kredit dengan nominal Rp.450.000.

Kesalahan tersebut baru disadari setelah masuk tanggal 18 Maret 2020 atau enam hari kemudian setelah kejadian.

Jurnal Koreksi Kesalahan angka dan perkiraan
Proses Koreksi Kesalahan Angka dan Perkiraan
Jurnal Koreksi dalam Buku Besar Kesalahan angka dan perkiraan
Perubahana Buku Besar Akibat Kesalahan Angka dan Perkiraan

Demikian pembahasan dari Akuntanonline.com perihal Jurnal Koreksi dan Contohnya, semoga bermanfaat dan membantu para pembaca sekalian.