Contoh Buku Besar Pembantu Utang Pada Perusahaan Dagang

Kehadiran dari buku besar pembantu memiliki fungsi untuk menyediakan rincian pada buku besar umum. Untuk sumber data dan informasi dari buku besar pembantu adalah berasal dari jurnal khusus perusahaan dagang yang isinya antaralain tentang faktur penjualan, faktur pembelian, jurnal penerimaan kas serta jurnal pengeluaran kas.

Nah, pada kesempatan kali ini akuntanonline.com akan memberikan contoh transaksi dan pencatatan dari buku besar pembantu utang pada perusahaan dagang.

Susunan Cara Mencatat Bukti Transaksi dalam Buku Pembantu Hutang

Buku pembantu utang merupakan buku yang berisi kumpulan akun dari para pihak kreditor atau pihak yang menerima hutang dari perusahaan. Jadi dapat kita simpulkan bahwa, buku pembantu utnag adalah sebuah upaya mengelompokkan transaksi hutang baik itu berupa catatan peminjaman dan pelunasan oleh perusahaan dari  satu pihak atau perusahaan saja.

Sumber-sumber data dalam pencatatan buku pembantu utang berasal dari :

  1. Adanya faktur pembelian
  2. Adanay bukti pengeluaran
  3. Adanay nota debet atau kredit merupakan sebagai alat bukti pengembalian barang atau retur pembelian yang dibeli dengan pembayaran secara kredit.

Contoh Transaksi Buku Besar Pembantu Hutang

Berikut ini adalah contoh kegiatan dari Perusahaan Dagang SS pada bulan Juli 2018, dan dibawah ini adalah sebagai sebuah contoh ilustrasi pencatatan transaksi yang terjai dalam buku besar pembantu utang.

1. Hutang kepada kreditor yang tercatat pada tanggal 1 Juli 2018

Telah berhutang kepada :

2. Transaksi pembelian secara kredit pada bula Juli 2018

3. Pelunasan hutang kepada kreditor

Pencatatan Akun-Akun Terkait

Keterangan dari data-data di atas dapat anda pahami sebgai berikut :

  1. Data Pada tanggal 1 Juli 2018 tercatat dalam buku besar sebagai akun hutang dan saldo kredit sebesar Rp.8.500.000,-. Dan rincian utangnya dicatat pada buku besar pembantu hutang di sisi kredit pada masing-masing kolom kreditur.
  2. Faktur pembelian dicatat sebagai berikut ini :
  • Seluruh faktur pembelian kemudian dicatat pada buku jurnal pembelian dan pada tanggal 31 Juli 2018 akun perlengkapan didebet lalu akun utang usaha dikredit sebesar Rp.9.000.000.
  • Dari masing-masik faktru pembelian kemudian dicatat dengan mengkredit rekening kreditor yang bersangkutan dalam buku pembantu utang.
  1. Bukti pengeluaran kas untuk pelunasan hutang akan dicatat seperti berikut ini :
  • Bukti pengeluran kas yang berjumlah Rp.7.500.000 untuk pembayaran hutang. Bukti dan jumlah tersebut dicatat dalam buku jurnal pengeluran kas dengan mendebetkan akun hutang usaha dan mengkreditkan akun kas dengan nomonal masing-masing sebesar Rp.7.500.000.
  • Masing-masing dari bukti pengeluaran kas pada buku pembantu utang dicatat dalm buku pembantu hutang seraya mendebet rekening kreditor yang terkait.

Setelah semua akun rekening dicatat sesuai dengan petunjuk yang ada di atas, maka akun hutang usaha dalam buku besar dan rekening kreditur yang dicatat dalam buku pembantu utnag akan nampak seperti pada gambar berikut ini :

buku Besar PD SS

Keterangan :

  1. Pada kolom referensi atau ref tertulis JPb-1 ini merupakan singkatan dari Jurnal Pembelian Halam 1, dan JKK-1 yang artinya Jural Kas Keluar Halaman 1.
  2. Nampak pada akun utang usaha tanggal 31 Juli 2018 saldo kreditnya menjadi Rp.10.000.000,- saldo tersebut harus sesuai atau sama dengan jumlah hutang menurut buku pembantu hutang pada tanggal yang sama.

Buku Besar Pembantu Utang

buku pembantu utang PD SS
buku pembantu utang PD SS

Penyusunan Daftar Saldo Hutang

Melihat dari data buku pembantu hutang di atas pada tanggal 31 Juli 2018, maka dapat bibuat daftar sldo hutang pada Perusahaan Dagang SS sebagai berikut :

daftar saldo utang PD SS

Pada gambar di atas, menunjukkan jumlah saldo hutang dari Perusahaan Dagang SS menurut buku pembantu hutang pada tanggal 31 Juli 2018 sejumlah Rp.10.000.000, jumlah tersebut sama dengan saldo yang ada pada posisi kredit utang usaha dalam buku besar.

Pencatatan Selisih Saldo Akun Hutang

Jika kemudian terjadi sebuah selisih antara saldo akun hutang dengan jumlah hutang, maka penyebab selisih dari saldo tersebut adalah akibat dari terjadinya dua hal. Dua hal itu antaralain adalah :

  1. Kesalahan mencatat transaksi dalam buku jurnal, kesalahan cata dalam transaksi buku jurnal dapat dibetulkan dengan pos jurnal koreksi pada jurnal umum.
  2. Terjadi kesalahan mencatat dalam buku pembantu hutang, bisa kita betulkan dengan cara mendebet atau kreditkan rekening kreditor yang bersangkutan dalam buku pembantu.

Contoh ilustrasi :

Saldo akan hutang usaha pada tanggal 31 Juli 2018 sebesar Rp.35.500.000,- sedangkan pada tanggal yang sama sejumlah hutang menurut buku pembantu hutang sebesar Rp.36.000.000,-.

Dengan demikian maka terdapat selisih sebesar Rp.500.000,-. Dan ternyata seltelah dilakukan pengoreksian kembali, ternyata selisih ini muncul dari akibat adanya kesalah mencatat pada faktru Perusahaan Daganga Farhan NO. L-225 yang tercatat untuk pembelian perlengkapan service seharga Rp.2.750.000 namun dicatat dalam buku jurnal pembelian sebesar Rp.2.250.000.

Transaksi pembelian kredit yang dicatat pada hutang usaha pada posisi kridit. Faktur pembelian sebesar Rp.2.750.000,- namun dicatat pada jurnal pembelian hanya sebesar Rp.2.250.000,- . ini artinya akun hutang usaha terlalu rendah atau kurang Rp.500.000,- sedang disisi lain, perlengkapan service di debet sebesar Rp.500.000,-.

Maka koreksi kesalahan tersebut perlu dibuatkan jurnal koreksi agar dapat menambah pada sisi debit akun perlengkapan service dan dan menambah sisi kredit pada aku hutang usaha. Beriku ini adalah jurnal koreksinya :

Setelah hasil posisi jurnal di atas dimasukkan kedalam buku besar, maka akun hutan usaha akan bertambah dan menunjukkan saldo kredit sebesar Rp.36.000.000.

Demikianlah penjelasan dari kami mengenai Contoh Buku Besar Pembantu Utang Pada Perusahaan Dagang. Semoga menambah wawasan dan dan bermanfaat untuk para pembaca.

Kunjungi juga :