Cara Menghitung Pesangon Pemutus Hubungan Kerja atau PHK

akuntanonline.com | Jika pada kesempatan lalu kami berbagi mengenai bagaimana cara menghitung Harga Pokok Penjualan / HPP dan cara menghitung SHU, maka pada kesempatan ini kami akan bagikan bagaimana cara menghitung pesangon untuk karyawan  yang terkena PHK.

Pergolakan perekonomian yang tidak menentu pada suatu negara berpengaruh terhadap bisnis serta kondisi keuangan sebuah perusahaan. Apabila hal ini terjadi maka tak jarang perusahaan tersebut harus mengambil sebuah keputusan yang ekstrim yakni dengan mengurangi jumlah karyawan yang ada atau yang sering kita dengar dengan PHK.

Baca juga:

Meskipun perusahaan telah resmi mengeluarkan surat pemutus hubungan kerja antar perusahaan dan karyawan, namun tak jarang perusahaan mengeluarkan kompensasi kepada karyawan tersebut. Kebijakan ini biasanya disebut dengan istilah uang pesangon.

Selain mendapatkan uang pesangon, karyawan yang sudah di PHK juga wajib mendapatkan Uang penghargaan masa kerja tau UPMK dan uang penggantian hak atau UPH dari perusahaan.

Cara Menghitung Pesangon PHK

Dibawah ini merupakan cara perhitungan menurut Undang-Undang Ketenagakerjaan No.13 Tahun 2003 Pasal 156 ayat 2 dan 3:

Pemutus hubungan kerja yang terjadi karena adanya inisiatif karyawan yang bersangkutan berbeda dengan PHK yang terjadi karena inisiatif perusahaan. Karena phk yang terjadi yang diakibatkan dari inisiatif karyawan tidak akan menimbulkan konsekuensi pembayaran uang pesangon dan UPMK oleh perusahaan. Namun, perusahaan tetap harus mengeluarkan UPH atau upah penggantian hak terhadap karyawan tersebut.

Baca juga:

Apabila karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja atau PHK tersebut masuk dalam kategori non management committee atau fungsi dan tugas karyawan tersebut tidak mewakili pengusaha secara langsung, maka perusahaan tersebut akan memberikan uang pisah. Dalam pemberian uang pisah ini biasanya diatur dalam perjanjian kerja atau peraturan perusahaan.

Undang-Undang Hak Karyawan

Undang-undang yang ada di negara kita ini sudah merinci mengenai hak-hak karyawan yang dapat dirupiahkan, dan berikut ini adalah beberapa hak yang sudah dirinci atau diatur dalam undang-undang:

  • Hak karena cuti tahunan yang belum gugur dan yang belum diambil, cara ini sangat lazim dilakukan oleh perusahaan dan tidak ada cara baku untuk menghitung konversi nilai jumlah hari cuti kedalam rupiah:
akuntanonline.com
  • Penggantian kesehatan dan perumahan ditetapkan sebesar 15% dari jumlah UPMK dan uang pesangon yang akan diterima.
  • Adanya ongkos atau biaya pindah untuk karyawan beserta keluarganya ketempat kerja baru atau kota.
  • Hal-hal lainnya yang sudah ditetapkan oleh perusahaan dalam peraturan perusahaan atau perjanjian kerja atau perjanjian kerjasama.

Upah yang digunakan untuk menghitung pesangon, UPMK, maupun UPH adalah berupa upah tetap karyawan tersebut  setiap bulannya. Upah tetap ini terdiri atas tunjangan dan gaji pokok yang diterima dengan tetap pada setiap bulannya saat bekerja dulu.

Baca juga:

Oleh karena itu tunjangan kehadiran yang dapat berubah-ubah jumlahnya pada tiap bulannya, tidak termasuk dalam upah yang dimaksud.

Contoh Kasus Perhitungan Pesangon PHK

Alex selama bekerja di PT. Setia Hati mendapatkan gaji pokok sebesar Rp.2,5jt/bulan, dilengkapi dengan tunjangan komunikasi sebesar Rp.1jt/bulan. Alex juga mendapatkan uang makan perhari sebesar Rp.70ribu uang makan ini berlaku apabila Alex hadir di kantor.

Setelah 4 tahun 7 bulan masa kerjanya berlalu, Alex mengalami PHK per 14 September. Sedangkan hak cuti tahunan yang sudah diambil oleh Alex adalah 4 hari dari hak cuti 12 hari/tahun. Pertanyaannya hitunglah berapa kewajiban perusahaan yang harus dibayarkan kepada Alex..?

Perhitungan Uang Pesangon yang diterima Alex

Diketahui:

Gaji pokok Rp.2,5jt

Tunjangan tetap Rp.1jt

Total gaji Alex = Gaji pokok + tunjangan

Total gaji Alex = Rp.2,5jt + Rp.1jt

Total gaji Alex = 3,5jt.

Uang pesangon Alex

Diketahui alex bekerja selama 4 tahun 7 bulan (5bulan upah)

Maka uang pesangon yang diterima Alex adalah:

Pesangon = 5 x 3,5jt

Pesangon = Rp.17,5jt

Uang UPMK atau uang penghargaan masa kerja Alex

untuk karyawan dengan masa kerja 4 tahun 7 bulan maka UPMK nya adalah 2 kali gaji hal ini mengacu pada peraturan Undang-undang No. 13 Tahun 2003 Pasal 156 ayat 2 dan 3. Maka alex akan mendapatkan UPMK sebesar

UPMK = 2 x 3,5jt

UPMK =Rp.7jt

Uang Untuk Penggantian Hak

Untuk menghitung uang pengganti hak ini dapat kita peroleh dengan menggunakan rumus sebagai berikut;

Hak cuti = (jumlah hari kerja dalam 1 bulan dibagi jumlah hak cuti yang belum diambil) x gaji Alex

Hak cuti = ((hak cuti januri sd september) – 4hari / 25 hari) x 3,5jt

Hak cuti = 525 x 3,5jt

Hak cuti = Rp.700 ribu

Hak kesehatan dan perumahan = 15% x (jumlah UPMK dan uang pesangon)

Hak kesehatan dan perumahan = 15% x (Rp.7jt+17,5jt)

Hak kesehatan dan perumahan = Rp.3.675.000,-

Maka jumlah uang yang akan diterima Alex setelah di PHK adalah sebesar:

= uang pesangon + UPMK + UPH

= 17.500.000 + 7.000.000+ (700.000+3.675.000)

=Rp.28.875.000,-

Total pesangon yang akan diterima

Pada contoh kasus PHK yang dialami oleh Tn. Alex, sedang Tuan Alex telah memasuki masa pensiun, sedang perusahaan tempat Tn. Alex tersebut tidak pernah memasukkan Tn. Alex kedalam program dana pensiun. Maka jumlah uang pesangon yang akan diterima Tn.  Alex bertambah menjadi 2x lipat. Yakni sebesar Rp.35.000.000 (2×17.500.000), maka beban kewajiban perusahaan yang harus dibayarkan kepada Tn. Alex adalah sebesar Rp.46.375.000,-

Demikian penjelasan dari kami mengenai “Cara Menghitung Pesangon Pemutus Hubungan Kerja atau PHK”. Semoga bermanfaat dan  menambah wawasan keilmuan para pembaca setia akuntanonline.com.

Baca juga artikel kami lainnya:

Tinggalkan komentar