Makna Akuntansi Sebagai Sistem Informasi, dan Bidang-Bidang Akuntansi

Akuntansi adalah bahasa bisnis, yang mana bahas ini diterjemahkan kedalam suatu sistem informasi, yang akan memberikan informasi penting mengenai aktivitas keuangan suatu organisasi atau perusahaan, sebagai bahan untuk mengambil keputusan. ([LENGKAP] Pengertian Lembaga Sosial, Ciri-ciri, Contoh dan Fungsinya)

Informasi akuntansi terdiri atas data-data keuangan mengenai berbagai macam transaksi bisnis yang dinyatakan dalam nilai uang tertentu.

Tahukah anda, apa perbedaan akuntansi dengan tata buku? Tata buku mencatat data bisnis dengan cara yang telah ditetapkan sebelumnya. Tata buku hanya memiliki tanggung jawab pada sebagian kecil dari kegiatan perusahaan. Sedangkan akuntansi bergerak pada sistem pencatatan, mempersiapkan laporan berdasarkan data yang dicatat pada tata buku tersebut. Kemudian akuntansi akan menafsirkan laporan tersebut. Dari penjelasan diatas kita bisa menarik sebuah kesimpulan bahwa akuntansi bergerak untuk mengarahkan dan meninjau pekerjaan tata buku.

Makna Akuntansi Sebagai Sistem Informasi

Makna akuntansi sebagai sebuah sistem informasi adalah sebagai proses pengindentifikasian, pengukuran, serta pelaporan informasi ekonomi, yang menimbulkan kemungkinan akan adanya penilaian dan pengambilan keputusan yang jelas dan tegas oleh para  pengguna informasi keuangan tersebut.

Untuk lebih memahami dengan jelas mengenai akuntansi anda bisa membaca disini.

Dari penjelasan singkat mengenai akuntansi di atas, ada tiga hal yang bisa kita simpulkan mengenai akuntansi, ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Masukan atau Input, dari sebuah informasi ekonomi dari kegiatan transaksi yang terjadi pada sebuah perusahaan.
  2. Masukan informasi tersebut yang kemudian dikelola melalui berbagai proses dari mulai pengidentifikasian, pengukuran dan pelaporan untuk menghasilkan yang namanya keluaran atau output, yang berupa informasi laporan keuangan.
  3. Keluaran informasi laporan keuangan inilah yang kemudian menjadi sebuah acuan dari para pimpinan perusahaan untuk mengambil keputusan.

Inilah mengapa akuntansi disebut juga sebagai bahasa bisnis, karena dengan akuntansi kita memperoleh informasi tentang keadaan suatu perusahaan yang bisa kita nilai akan tingkat keberhasilan perusahaan tersebut dalam menjalankan bisnisnya. (Cara Menghitung Bunga Deposito Bank)

Di lain pihak pimpinan perusahaan membutuhkan laporan akuntansi dari perusahaannya guna untuk melakukan pengambilan keputusan bisnis yang didasarkan pada informasi akuntansi.

Bagan dibawah ini adalah merupakan gambaran singkat dari proses akuntansi.

Kualitas Informasi yang Ada Dalam Akuntansi

Setidaknya ada 9 syarat yang harus dimiliki informasi akuntansi yang dianggap berkualitas oleh para pemakai informasi akuntansi. Dan berikut ini adalah 9 syarat tersebut lengkap dengan penjelasannya:

  1. Perbandingan antara manfaat dan biaya,maksud dari perbandingan antara manfaat dan biaya adalah bahwa informasi akuntansi yang diterima tersebut harus tidak lebih besar dari biaya untuk membuat laporan akuntansi tersebut. Atau bisa dikatakan bahwa biaya dari pembuatan laporan akuntansi tersebut tidak lebih besar dari manfaat yang akan diterima oleh pemakai informasi tersebut.
  2. Dapat dimengerti, informasi yang diterima oleh pemakai dapat dengan mudah dimengerti oleh si pemakai informasi tersebut, yang disesuaikan dengan batas pengertian atau pengetahuan pemakai.
  3. Relevan, yang dimaksud relevan adalah dengan menggunakan metode-metode pengukuran dan pelaporan akuntansi keuangan yang akan membantu para pemakai informasi, dalam pengambilan keputusan yang memerlukan penggunaan data akuntansi.
  4. Dapat dipercaya, teruji, netral, menyajikan informasi yang seharusnya.
  5. Nilai prediksi, adanya informasi tentang keadaan keuangan saat ini atau masa lalu memiliki nilai prediksi, yang artinya bisa menjadi dasar prediksi keberlangsungan perusahaan dimasa yang akan datang.
  6. Feedback atau umpan balik , umpan balik disini dimaksudkan sebagai sebuah prediksi untuk melakukan pembenaran atau penolakan terhadap perencanaan yang sudah dibuat sebelumnya.
  7. Tepat waktu, informasi harus disampaikan sesegera mungkin untuk menjadi bahan sebagai pengambilan keputusan oleh para pemakai informasi.
  8. Dapat dibandingkan atau konsisten, maksud dari dapat dibandingkan disini adalah bahwa laporan keuangan dapat dengan mudah untuk mengetahui persamaan dan perbedaan diantara perusahaan-perusahaan yang bersangkutan.
  9. Materiality atau cukup berarti.

Pemakai Informasi Akuntansi

Secara umum terdapat dua golongan yang menggunakan informasi akuntansi, dan berikut ini adalah kedua golongan tersebut lengkap dengan penjelasannya:

Pihak internal

Pihak internal adalah pihak yang berhubungan langsung dengan operasi perusahaan sehari-hari, yakni pimpinan perusahaan. Pimpinan perusahaan sangat berkepentingan terhadap sajian informasi akuntansi, hal ini karena pimpinan perusahaan yang paling bertanggung jawab akan kemajuan dan keberlangsungan perusahaan nya. (Devaluasi, Revaluasi, Apresiasi dan Resesi)

Pihak eksternal

pihak eksternal adalah pihak yang memiliki kepentingan terhadap perusahaan. Namun, tidak memiliki keterlibatan secara langsung dalam pengambilan keputusan atau membuat keputusan dan kebijakan operasional perusahaan. (5 Metode Penyusutan Aktiva Tetap dalam Akuntansi)

Setidaknya terdapat 6 golongan yang termasuk dalam pihak eksternal. Mereka itu adalah:

  1. Pemilik perusahaan atau pemegang saham atau investor.
  2. Karyawan dan serikat pekerja.
  3. Kreditor.
  4. Badan-badan pemerintah.
  5. Pelanggan.
  6. Masyarakat.

Bidang-Bidang Akuntansi

Setidaknya terdapat 9 jenis bidang akuntansi, berikut ini adalah ke 9 bidang akuntansi beserta dengan penjelasannya:

9 Bidang Akuntansi

  1. Pertama Akuntansi Keuangan, merupakan bagian dari akuntansi yang mengkhususkan diri dalam proses pencatatan transaksi hingga penyajian dalam bentuk laporan keuangan.
  2. Auditing, auditing merupakan salah satu bidang akuntansi yang mengkhususkan diri pada pemeriksaan catatan-catatan akuntansi secara independent. baca lebih lanjut tentang audit disini.
  3. Akuntansi biaya, merupakan bidang akuntansi yang berhubungan dengan perencanaan, penetapan, dan pengendalian biaya produksi. Klik disini untuk penjelasan lebih lanjut mengenai akuntansi biaya.
  4. Akuntansi manajemen, adalah bidang akuntansi yang bergerak pada pengembangan dan penafsiran informasi akuntansi untuk membantu manajemen dalam menjalankan perusahaan. Klik disini untuk penjelasan lebih jelas tentang penerapan akuntansi manajemen
  5. Akuntansi anggaran, adalah jenis bidang akuntansi yang erat hubungannya dengan penyusunan rencana serta pengeluaran perusahaan yang kemudian membandingkannya dengan pengeluaran aktual.
  6. Akuntansi perpajakan, mengkhususkan kegiatannya dalam penyusunan data yang diperlukan untuk perhitungan pajak.
  7. Sistem akuntansi merupakan bidang akuntansi yang melakukan perencanaan dan pelaksanaan prosedur pengumpulan, serta pelaporan data keuangan.
  8. Akuntansi pemerintahan, merupakan akuntansi yang mengkhususkan diri dalam penyajian laporan transaksi yang dilakukan oleh pemerintahan.
  9. Akuntansi pendidikan, berhubungan dengan pengembangan dan penyebaran pendidikan akuntansi.

 Bidang Profesi Akuntansi

Setidaknya ada 4 jenis bidang profesi akuntansi, berikut ini adalah ke 4 jenis profesi akuntansi dan penjelasannya:

  1. Akuntan Perusahaan atau Internal

Akuntansi perusahaan internal merupakan akuntan yang bekerja dalam perusahaan dan bertanggung jawab atas berbagai fungsi akuntansi serta keuangan perusahaan. Akuntan perusahaan atau interen bisanya bertindak sebagai kontrol keuangan perusahaan.

  1. Akuntan Publik

Akuntan publik adalah akuntan independent atau bebas yang secara perorangan atau kelompok memberikan jasa dalam bidang akuntansi bagi perusahaan atau organisasi bisnis atau non bisnis.

Jasa akuntan publik yang utama adalah memeriksa laporan keuangan perusahaan atau organisasi, apakah keuangan perusahaan atau organisasi tersebut wajar atau layak.

  1. Akuntan Pemerintah

Akuntan pemerintah merupakan akuntan yang bekerja pada lembaga-lembaga pemerintah. Yang memiliki tugas utama dalam merencanakan, mengendalikan, dan memeriksa penggunaan uang atau kekayaan negara.

Lembaga pemerintah yang paling banyak menggunakan akuntan pemerintah adalah Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK dan Direktorat Akuntan Negara Departemen Keuangan.

  1. Akuntan Pendidik

Akuntan pendidik adalah akuntan yang tugas utamanya adalah mengembangkan dan mengajarkan akuntansi, seperti misalnya dosen atau guru mata pelajaran akuntansi.

 Demikianlah penjelasan dari akutanonline.com mengenai “Makna Akuntansi Sebagai Sistem Informasi, dan Bidang-Bidang Akuntansi”. Semoga bermanfaat dan menambah keilmuan para pembaca setia akuntanonline.com.

Baca juga:

Tinggalkan komentar