9 Metode Perhitungan Indeks Harga

Pengertian, Contoh, Ciri-ciri Dari Pasar Monopolistik | Pada umumnya terdapat berbagai macam metode dalam perhitungan indeks harga, yang mana metode ini terbagi menjadi dua yakni : Angka Indeks Tak Terhitung dan Angka Indeks Harga Terhitung.

Cara Menghitung Kenaikan Indeks Harga

Mengenai cara menghitung indeks harga itu sendiri memliki banyak metode. Kita hanya perlu menyesuaikan metode yang kita gunakan dengan tujuan yang kita perlukan. (Baca jyga: Pengertian Barang Ekonomi, Barang Bebas, dan Barang Illith )

Untuk lebih jelasnya simak lebih lanjut artikel ini sampai dengan tuntas.

Metode Angka Indeks Tidak Ditimbang

Untuk metode  angka indeks tidak ditimbang itu sendiri meliputi indeks nilai harga dan kuantitas. Berikut ini adalah penjelasan yang lebih lanjut:

1. Angka Indeks Harga / Price (P)

Rumus Angka Indeks Harga
Contoh Angka Indeks Harga

Dengan  Keteranga:

Pn = Harga yang akan dihitung angka indeksnya

IA = Indeks harga tidak ditimbang

Po = haraga pada tahun dasar

Contoh:

Macam-Macam Barang

Harga 2003

Harga 2004

A

B

C

D

E

Rp.200,00

Rp.300,00

Rp.500,00

Rp.100,00

Rp.200,00

Rp.1.300,00

Rp.300,00

Rp.350,00

Rp.500,00

Rp.50,00

Rp.300,00

Rp.1.500,00

Melihat dari data diatas, kita dapat taksirkan angka indeks harga pada tahun 2004 antara lain sebagai berikut :

IA = 1.500/1.300 x 100

IA =  115.38%

Jadi, dapat kita simpulkan untuk harga pada tahun 2004 mengalami peningkatan sebesar 15,38%.

2. Angka Indeks Nilai / Value (V)

Angka Indeks Nilai
Rumus Angka Indeks Nilai

Dengan Keterangan :

Vn = angka indeks nilai

IA = nilai yang dihitung angka indeksnya

Vo = niali pada tahun dasar

3. Metode Angka Indeks Kuantitas / Quantity (Q)

Metode Angka Indeks Kuantitas
Rumus Metode Angka Indeks Kuantitas

Dengan keterangan :

Qn = kuantitas yang akan dihitung angka indeknya

IA = indek kuantitass yang tidak akan ditimbang

Qo = kuantitas pada tahun dasar

Contoh :

Macam–Macam Barang

Kuantitas 2003

Kuantitas 2004

A

B

C

D

E

50 unit

100 unit

200 unit

300 unit

150 unit

100 unit

100 unit

250 unit

450 unit

100 unit

800 unit

1000 unit

Melihat dari data diatas, kita dapat mengetahui indek kuantitas pada tahun 2004 adalah :

IA = 1000 x 100 = 125%

Hal tersebut mengartikan bahwa pada tahun 2004 terjadi kenaikan kuantitas sebesar 125%.

Angka Indek Tertimbang

Untuk perhitungan metode ini setidaknya ada 6 cara atau metode yang bisa kita gunakan sebagai acuan. Dan berikut ini adalah  penjelasan dan contoh dari ke 6 metode mencari  angka indeks tertimbang :

1. Metode Agregatif sederhana

Untuk mengetahu angka indeks tertimbang yang pertama kali bisa kita coba adalah dengan menggunakan metode agregatif. Metode ini dapat kita kerjakan dengan menggunakan rumus sebagai berikut (Lihat juga: Pengertian Analisis Rasio Keuangan, Macam-Macam Rasio dan Rumusnya)

Metode Agregatif sederhana
Tabel Metode Agregatif sederhana

Keterangan :

Po = harga pada tahun dasa

Pn = nilai yang akan dihitung angka indeksnya

IA = indeks harga yang ditimbang

W = faktor penimbang

Contoh perhitungan angka indeks harga dapat anda lihat pada tambel berikut ini :

Rumus :

Rumus Metode Agregatif

Setelah kita melihat pada gambar diatas, maka nampak pada tahun 2004 terjadi peningkatan harga sebanyak 110,61%. ( Berikut ini Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penawaran dan Permintaan Barang dan jasa)

2. Metode Paasche

Cara kerja atau cara menghitung metode yang kedua ini adalah dengan faktor penimbangnya adalah kuantitas tahun/tahun yang dihitung angka indeks atau Qn nya. Metode kedua ini dapat kita selesaikan dengan menggunkan rumus sebagai berikut :

Rumus Metode Paasche

Keteranga :

IP  = angka indeks paasche

Pn = harga tahun yang terhitung indeksnya

Qn= kuantitas tahun yang dihitung angka indeksnya

Po = harga di tahun dasar

Gambar dibawah ini adalah contoh dari perhitungan dengan menggunakan metode paasche :

contoh dari perhitungan
contoh dari perhitungan

Sesuai dengan data yang ada di tabel, maka indek emakai metode paasche dapat kita hitung. Berikut ini adalah perhitungannya :

IP = 242.500/240.000 x 100 = 101.04%

 Terlihat ada peningkaran harga sebesar 1.04% pada tahun 2004.

Namun, disini kami menemukan adanya kelemahan dalam perhitungan menggunakan metode paasche ini. Kelemahan  yang terdapat pada metode ini ialah jumlah perhitungannya yang cenderung sangat rendah atau dikenal dengan istilah under estimate, yang mana alasan dengan kenaikan harga menjadi penyebab permintaan turun, lalu kemudian Qnn lebih rendah atau kecil dari Qo.

3. Metode Laspeyres

Dalam metode ini angka indeks yang ditimbang dengan mamakai faktor penimbang kuantitas tahun dasar atau Qo.

Rumus Metode Laspeyres

Keterangan :

Pn = harga di tahun yang dihitung  angka  indeksnya

Po = harga ditahun dasar

IL = angka indeks laspeyres

Qo = kuantitas ditahun dasar

Agar lebih lengkapnya tentang angka indeks laspeyrs ini, dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel Metode Laspeyres

( Pengertian FIFO, LIFO, AVERAGE, HPP dan Contoh Soal Dengan 2 Pencatatan)

Melihat pada tabel di atas makan indeks laspeyresnya bisa kita hitung, dan berikuti inilah perhitunganya.

IL = 210.000 / 200.000 x 100 = 105%

Dari perhitungan tersebut kita temukan terjadinya sebuah kenaikan sebanyak 105 % pada  tahun 2004.

Hampir sama dengan metode yang sebelumnya. Metode laspeyres ini pun memiliki kelemahan. Untuk metode Laspeyres ini perhitunganya lebih besar atau dikenal juga dengan istilah over estimate.

Pada dasarnya harga barang  cenderung naik, sehingga  menimbulkan kuantitas harga barang yang diminta menjadi menurun.

Dengan kata lain besarnya Qo menjaadi lebih besar dari pada Qn. dimana cara untuk menghilangka kelemahanya metode ini adalah dengan cara mengintegrasi angka indeks tersebut, dimana bisa memakai metode indeks Drobish dan Bowley.

4. Metode Drobisch and Bowley

Dalam metode ini bisa  dilakukan dengan rumus sebagai berikut :

Rumus Metode Drobisch and Bowley

Keterangan :

IL = Angka indeks laspeyres

IP = angka indeks pasche

D = angka indeks drobich

Contoh :

Sesuai perhitungan angka indeks laspeyres dan paasche pada soal diatas bida dihitung besarnya indeks drobisoh and bowley yakni :

Contoh Metode Drobisch and Bowley

Melihat pada gambar diatas, kita ketahui bahwa telah terjadi kenaikan sebesar 103,02 % pada tahun 2004.

5. Metode Irving Fisher

Sangatlah ideal apabiila memakai metode ini dalam perhitungan angka indeks

Rumus Metode Irving Fisher

Metode yang ke 5 ini akan menghitung indeks paasche dan laspeyres, lalu kemudian barulah bisa dihitung besarnya indeks fisher sebagai berikut: ( [UPDATE] Laporan Perubahan Ekuitas Pada Perusahaan Jasa)

Contoh Metode Irving Fisher

Jadi, terjadi kenaikan sebesar 103,00% di tahun 2004

 6. Metode Marshal Edgewart

Menurutnya metode ini sebagai angka indeks tertimbang dihitung berdsarkan kuantitas tahun dan kuantitas dasar yang digabungkan, lalu mengalihkanya dengan harga tahun atau harga tahun dasar.

Beriktu ini adalah rumus bagaimana cara menghitung angka indeks marshal :

Rumus Metode Marshal Edgewart

Agar lebih mudah dipahami perhatikan tabel berikut ini :

Contoh Metode Marshal Edgewart

([Up Date] 5 Metode Penyusutan Aktiva Tetap dalam Akuntansi )

Melihat data pada tabel yang ada diatas maka untuk mengetahui harga indeks Marshal Edgewart bisa dihitung dengan cara :

Contoh Marshal Edgewart

Nah, demikianlah tadi penjelasan kami megnenai “9 Metode Perhitungan Indeks Harga + Contoh dan Rumusnya”. Semoga penjelasan tersebut dapat membantu adan khususnya untuk pembaca setia akuntanonline.com dan menambah khazanah keilmuan bagi para pembaca baru. Termakasih telah berkunjung ^^.

Baca juga artikel lainya :

Please rate this

Tinggalkan komentar