Pengertian Stock Opname, Tujuan, Masa Periode Serta 5 Dokumen Pentingnya

Akuntanonline.comPernahkah terfikir dalam benak anda bagaimana sebuah toko swalayan atau supermarket melakukan pengawasan terhadap barang dagangany? Bagaimana cara toko tersebut mengetahui berapa banyak jumlah barang yang rusak atau hilang dalam toko tersebut? Untuk mengetahui hal tersebut maka toko melakukan stock opname.

Pengertian Stock Opname

Lalu apa sebenarnya pengertian dari stock opname itu?

Stock opname adalah suatu kegiatan perhitungan persediaan terhadap barang dagang atau stock yang berada didalam gudang toko. Stock opname juga bisa diartikan sebagai salah satu cara atau tehnik pengendalian barang dalam bisnis usaha perdagangan, dalam mengkontrol kecocokan antara total jumlah fisik barang dengan catatan pembukuan atau data yang ada di komputer.

Baca juga: [LENGKAP] Pengertian Permintaan dan Penawaran: Teori, Jenis, & Kurva

Hal ini merupakan kegiatan yang sangat menyita waktu, karena sang pemilik toko atau karyawan harus benar-benar mengecek keadaan dan kondisi persediaan barang dagang perusahaan. Terlebih lagi apa bila barang dagan yang tersedia dalam perusahaan tersebut beragam atau bermacam-macam.

Demi mengatasi hal ini maka perusahaan harus bisa mengatur watu se-efesien mungkin saat akan melakukan stock opname. Terlebih dizama yang serba cangih seperti sekarang ini, sepertinya tidak terlalu memakan waktu lama lagi dalam melakukan stock opname. Karena kita dapat menggunakan alat yang dapat membatu kita dalam melakukan perkerjaan tersebut, yakni dengan menggunakan bar code barang.

Baca juga: √ [Kumpulan] Contoh Surat Undangan Yang Baik

Bar code merupakan sebuah diagram batang yang dilengkapi dengan kode barang yang menandakan jenis barang serta harga barang. Walaupun ada barang yang sama dapat dipastikan barang tersebut memiliki kode barcode yang berbeda.

Bar code diyakini dapat membantu seseorang dalam melakukan stock opname untuk mengurangi kesalahan pencatatan dan juga perhitungan barang yang ada di gudang.

Tujuan Stock Opname

Setelah kita mengetahui pengertian dari apa itu stock opname, mungkin sebagian dari anda ada yang bertanya-tanya mengenai apa sebenarnya tujuan utama dilakukan stock opname?

Baca juga: Pengertian Uang & Jenis-Jenis Uang

Tujuan utama dari stock opname itu sendiri adalah untuk mengetahui atau mencocokan kebenaran catatan yang ada dalam pembukuan perusahaan. Termasuk didalamnya adalah sebagai sebuah Sistem Pengendalian Intern atau SPI.  Dengan dilakukannya kegiatan ini, maka diketahui kondisi yang terjadi antara catatan pembukuan dengan persediaan fisik yang ada di gudang.

Nah, apabila terjadi ketidak cocokan atau selisih antara catatan dengan jumlah persediaan barang yang ada di gudang, artinya terdapat kesalahan pencatatan atau bahkan terjadi sebuah kecurangan yang berkaitan degan perusahaan.

Baca juga: Pengertian, Contoh, Serta Ciri-ciri Dari Pasar Monopolistik

Di dalam sebuah perusahaan dagang yang besar, biasanya pengendalian intern stock opname dilakukan oleh petugas khusu atau petugas audit tersendiri. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya manipulasi data yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Periode Stock Opname

Umumnya perusahaan melakukan stock opname setiap akhir periode atau akhir tahun, namun tak sedikit pula yang  melakukanya setiap akhir bulan. Hal ini tergantung dari kebijakan yang ada didalam perusahaan tersebut. Berbeda halnya dengan perusahaan yang ssudah memiliki simtem pengendalian intern yang rapi, stock opname biasanya dilakukan setiap triwulan atau caturwulan jalanya perusahaan dagang tersebut.

Stock opname ada baiknya diterapkan tidak hanya untuk barang persediaan saja, stock opname bisa juga dilakukan pada aktiva, kas, piutang dan bahkan hutang. Hal ini dilakukan agar supaya terjadinya singkronisasi antara pencatatan barang dengan realiata barang yang ada.

Baca juga: √ [Update] Contoh Surat Penawaran Yang Benar Dan Baik

Apabila ditemukan ketidak cocokan atau selisih antara catatan dengan jumlah persediaan yang ada, maka biasanya akan disesuaikan dengan kebijikan dari pemilik. Apakah harus dilakukan pengencekan ulang catatan serta pendukung lain bila kemungkinan ada transaksi yang belum dicatat atau melakukan tindakan lain seperti berikut ini:

  • Mencatatnya sebagai sebuah kehilangan atau kerusakan bahkan sebagai kerugian.
  • Dilakukan penyesuaian di pembukuan oleh bagian pembukuan.
  • Kehilangan dibebankan kepada karyawan atau bagian terkait untuk mengganti aras kekurangan yang terjadi.

Dokumen Stock Opname

Berikut ini adalah 5data atau dokmen penting yang dibutuhkan oleh perusahaan atau entitas usaha sebelum melaksanakan stock opna berseta dengan penjelasanya:

1. Kartu Persediaan atau KartuBarang

Dakumen yang satu ini penting dalam memberikan informasi yang secara terperinci dari pergerkan suatu barang yang sejenis. Berkas atau dokumen ini diperlukan pada saat karyawan hendak ingin melihat suatu barang dengan mudah, karena dokumen ini khusus menyediakan informasi tentang suatu barang tertentu.

Berikut ini contoh kartu persediaan atau kartu barang:

2. Buti Barang Masuk

Dokumene atau data yang satu ini merupakan catatan yang berisi informasi mengenai dari supllyer mana suatu barang dagang ini berasal, harga awal suatu barang dan katagori lainya yang dimiliki oleh suatu barang tertentu.

Dimana data ini dapat digunakan untuk mencocokkan data yang ada pada pembukuan dengan barang persediaan yang ada di gudang.

3. Bukti Barang Keluar

Adanya bukti catatan barang keluar ini bersi mengenai informasi seperti pada tanggal berapa barang tersebut dikeluarkan, jumlahnya, harga dan kemana baranh persediaan ini berpindah tanggan atau di jual.

4. Bukti Keluar Masuk Barang

Diera teknologi yang semakin cangih seperti sekarang ini, sudah banyak tersedia berbagai macam aplikasi atau software pada komputer yang menunjang dan memberikan kemudahan perusahaan dagang dalam melakukan pencatatan, penyimpanan, dan perhitungan transaksi akuntansi.

Pada gambar dibawah ini menunjukan sebuah dokumen yang menggambarkan serta menyajikan informasi lengkap tentang keluar masuk barang pada satu periode. Dokumen ini akan digunakan pada saat perusahaan ingin melihat data pencatatan jumlah barang yang masuk dan jumlah barang yang sudah keluar secara lengkap dibandingkan dengan kedua dokumen sebelumnya.

5. Kartu Count Tag

yang kelima atau yang terakhir ini merupakan dokmen yang digunakan pada saat terjadi pelaksanaan stock opname. Dialam kartu ini akan menyediakan tentang informasi nama barang, tipe atau jenis barang, lokasi barang dan lokasi kosong untuk jumlah, jenis kemasan satuan, tanda tangan orang gudang, non gudang dan audior.  Dalam apikasi pelakasanaanya kartu count tag ini dibuat dalam dua rangkap, dimana yang asli nanti akan di pegang oleh team admin, dan yang copy akan di tempelkan dibarang yang sudah di hitung.

Nah, demikianlah penjelasan singkat dari kami mengenai pengertian dari Stock Opname Tujuan serta Periodenya. Semoga bermanfaat untuk pembaca dan tak lupa kami ucapkan terikmakasih kepada pemabaca karena sudah berkunjung ke akuntanonline.com.

Baca juga artikel kami yang lainya: