Pengertian Obligasi dan Macam-macam Jenis Obligasi

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas secara tuntas mengenai pengertian dari obligasi dan serta maca-maca jenis obligasi. Kata atau istilah obligasi memang tergolong sangat jarang digunakan dalam obrolan sehari-hari, sehingga tidak sedikit orang yang paham atau mengerti apa itu arti dari obligasi.

Hal ini terjadi karena kata obligasi umumnya hanya dipahami oleh mereka yang memiliki perusahaan besar dan mereka orang-orang  yang bergerak di pasar keuangan atau pasar modal.

Lalu, apa sebenarnya pengertian dan definisi obligasi itu?

Pengertian dan Definisi dari Obligasi

Salah satu jenis surat berharga yang dapat memberikan keuntungan bagi mereka para pemegangny adalah obligasi. Umumnya obligasi diterbitkan oleh perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tambahan modal dari pihak  eksternak  atau pihak luar perusahaan.

Baca juga: Pengertian dan Cara Mudah Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP)

Bila kita artikan secara lengakap, maka pengertian obligasi adalah merupakan surat tanda bukti hutang yang dikeluarkan oleh lembaga arau perusahaan yang kekurangan modal. Kemudian surta ini nantinya akan diberikan kepada orang-orang pemberi hutang sebagai sebuah tanda bukti pemberian hutang sekaligus sebagai media untuk mengklaim balas jasa pemberian hutang yang diberikan orang tersebut terhadap perusahaan penerbit obligasi.  Dalam hal ini biasanya penerbit obligasi akan memberikan balas jasa keapa mereka pemegan obligasi dengan sistem bunga yang sudah ditetapkan saat pernerbitan.

Macam-macam Jenis Obligasi yang Ada di Pasar Modal

  1. Obligasi Terdaftar dan Obligasi Atas Unjuk

Pengertian obligasi terdaftar ialah obligasi yang diterbiktan dengan mencantumkan nama pemilik atau nama pemegang obligasi tersebut.

Baca juga: Pengertian, Contoh, Serta Ciri-ciri Dari Pasar Monopolistik

Sedangkan obligasi atas unjuk adalah obligasi yang nama pemiliknya tidak tertulis atau dicantumkan. Sehingganya obligasi ini dapat diperjual belikan kepada orang lain tanpa harus memerlukan kegiatan peresmian atau dokumentasi apapun sebelumnya.

  1. Obligasi Berjangka, Obligasi Serial dan Obligasi Dapat Ditebus

Obligasi berjangka adalah obligasi yang memiliki jangka waktu berlaku, dan ditetapkan dalam satu waktu tertentu.

Obligasi serial adalah obligasi yang jatuh temponya ditetapkan denga cara serial atau berangsur.

Baca juga: √ [Lengkap] Kumpulan Contoh Surat Lamaran Kerja Doc

Obligasi dapat ditebus adalah obligasi yang dapat ditebus oleh sang penerbit kapanpun penerbit obligasi tersebut ingin menebusnya biasanya hal ini dilakukan selama waktunya belum masuk jatuh tempo.

  1. Obligasi Dijamin dan Obligasi Tak Dijamin

Yang dimaksud dengan obligasi dijamin adalah obligasi yang diberi jaminan berupa asset perusahaan. Adanya jaminan ini dimaksudkan untuk menjamin pengembalain uang pemegang obligasi apabila perusahan penerbit obligasi sewaktu-waktu mengalami colaps atau bangkrut. Contoh dari obligasi ini adalah obligasi trust, yakni surat obligasi yang dijamin atau memiliki jaminan saham milik perusahaan lain.

Baca juga: Contoh MOU Yang Baik Dan Benar

Sedangkan obligasi tak dijamin adalah obligasi yang tidak memiliki jaminan sama sekali. Jika dibandingkan dengan model obligasi dijamin, obligasi ini memiliki resiko yang lebih besar atau jauh lebih beresiko bagi para pemegangnya. Namun dalam hal lain obligasi tak dijamin ini biasanya tingkat pengambilan dan suku bunganya lebih tinggi dibandingkan dengan obligasi dijamin.

  1. Obligasi Konvertibel

Obligasi konvertubel merupakan obligasi yang dapat diganti atau dikonversikan dengan jenis surat berhargalainya setelah surat obligasi tersebut diterbitkan. Kebanyakan dalam prakteknya surat obligasi konveribel diganti atau dikonversikan menjadi saham.

Baca Juga: Contoh Surat Pernyatan Berbagai Keperluan

Demikianlah penjelasan singkat mengenai pengertian dan macam-macam jenis obligasi, semoga bermanfaat untuk anda para pembaca dan trimakasih telah berkunjung ke akuntanonline.com

Leave a Comment