Pengertian FIFO, LIFO, AVERAGE, HPP dan Contoh Soal Dengan 2 Pencatatan

Akuntanonline.com | Pada kesempatan kali ini kami akan bagikan cara bagaimana menghitung persediaan menggunakan 4 metode, yakni dengan menggunakan LIFO, FIFO, Average atau rata-rata dan Harga Pokok Penjualan dengan menggunakan dua sistem pencatatan persediaan. Yakni dengan menggunakan sistem perpetual dan sistem periodik.

Umumnya saat akan melakukan perhitungan persediaan , akan dimulai dari menghitung harga pokok penjualan dan laba kotornya terlebih dahulu. Nah, untuk lebih jelasnya silahkan simak dengan seksama penjelasan dari akuntanonline berikut ini.

Pengertian Metode LIFO atau Last In First Out

Secara teori metode LIFO ini dimaksudkan bahwa persediaan barang yang diterima terakhir masuk maka akan dijual pertama, sehingga penilaian perolehan persediaan akhir berdasarkan dari nilai perolehan ang pertama (awal) masuk (beli).

Sehingga dalam praktek penggunaanya metide LIFO memiliki dampak pada nilai aktiva yang rendah bagi perusahaan dan cenderung menghasilkan nilai persediaan akhir yang rendah juga.

Pengertian Metode FIFO atau First In First Out

Pengertian dari metode FIFO ini adalah persediaan barang masuk pertama maka akan keluar pertama, sehingga untuk mendapatkan persedian akhir dinilai dengan perolehan yang  terakhir di beli atau masuk.

Sebenarnya metode ini dianggap memiliki dampak terhadap nilai aktiva yang dibeli oleh perusahaan dan lebih cenderung menghasilkan persediaan yang tinggi nilainya.

Pengertian Metode Average atau Rata-rata

Metode average atau yang lebih sering dikenal dengan sebutan metode rata-rata ini menjelaskan bahwa nilai dari persediaan akhir akan menghasilkan antara nilai persediaan dengan metode FIFO.

Penggunaan metode ini akan menghasilkan dampak pada laba kotor dan harga pokok penjualan.

Contoh Soal I:

PT Saburai melakukan pembelian danpenjualan persediaan ditahun 2018, dengan rincian sebagai berikut:

Tanggal

Keterangan

Kuantitas

Harga

 

2 Jan

 

Persediaan awal

 

200 unit

 

Rp.9.000,-

 

10 Maret

 

Pembelian

 

300 unit

 

Rp.10.000,-

Tanggal

Keterangan

Kuantitas

Harga

5 April

Penjualan

200 unit

Rp.15.000

7 Mei

Penjualan

100 unit

Rp.15.000

21 Sept

Pembelian

400 unit

Rp.11.000

18 Nov

Pembelian

100 unit

Rp.12.000

20 Nov

Penjualan

200 unit

Rp.17.000

10 Des

Penjualan

200 unit

Rp.18.000

Pertanyaanya:

  1. Carilah nilai persediaan akhir sistem perpetual dengan metode FIFO, LIFO, dan Average.
  2. Carilah laba kotor dan harga pokok penjualanya.

Jawab:

  1. Metode First In Frist Out (FIFO)
FIFO (First In First Out)
  1. Metode Last In First Out (LIFO)
LIFO (Last In First Out)

 

  1. Metode Average atau Metode Rata-rata
Average Methode (Rata-rata)

 

  1. Harga Pokok Penjualan

a. Sistem Periodik

 

FIFO

LIFO

Rata-rata

Persediaan awal

1.800.000

1.800.000

1.800.000

Pembelian

8.600.000

8.600.000

8.600.000

Barang tersedia untk dijual

10.400.000

10.400.000

10.400.000

Persedian akhir

(3.400.000)

(2.900.0000)

(3.224.000)

Harga pokok penjualan

7.000.000

7.500.000

7.176.000

b. Sistem Perpetual

 

FIFO

LIFO

Rata-rata

Persediaan awal

1.800.000

1.800.000

1.800.000

Pembelian

8.600.000

8.600.000

8.600.000

Barang tersedia untuk dijual

10.400.000

10.400.000

10.400.000

Persedian akhir

(3.400.000)

(2.900.000)

(3.224.000)

Harga pokok penjualan

7.000.000

7.500.000

7.176.000

Laba Kotor

a. Sistem Periodik

 

FIFO

LIFO

Rata-rata

Penjualan

11.500.000

11.500.000

11.500.000

HPP

(7.000.000)

(7.600.000)

(7.280.000)

Laba
kotor

4.500.000

3.900.000

4.220.000

b. Sistem Perpetual

 

FIFO

LIFO

Rata-rata

Penjualan

11.500.000

11.500.000

11.500.000

Hpp

(7.000.000)

(7.500.000)

(7.176.000)

Laba kotor

4.500.000

4.000.000

4.324.000

Jurnal Pada FIFO

1. Periodik FIFO

Saat Melakukan Pencatat Pembelian:

Pembelian

Rp.8.600.000,-


Utang usaha/kas


Rp.8.600.000,-

Saat Melakukan Pencatatan Penjualan:

Piutang usaha/kas

Rp.11.500.000,-


Penjualan


Rp.11.500.000,-

Saat Penyesuaian untuk Persediaan:

Iktisar Rugi Laba

Rp.1.800.000,-


Persediaan


Rp.1.800.000,-

Persedian

Rp.3.400.000


Ikhtisar Rugi Laba


Rp.3.400.000

2. Perpetual FIFO

Saat Pencatatan pada Pembelian:

Persedian

Rp.8.600.000


Utang Usaha/ Kas


Rp.8.600.000

Saat Pencatatan Penjualan:

Piutan Usaha

Rp.11.500.000,-

          Penjualan


Rp.11.500.000,-

Harga Pokok Penjualan

Rp.7.000.000,-

                   Persedian


Rp.7.000.000,-

Contoh Sola II:

Berikut ini adalah beberapa transaksi pada PT. Jaya Sakti

Tanggal

Keterangan

Kuantitas

Harga

1 juli

Persediaan awal

100 unit

Rp.10.000

5 juli

Pembelian

500 unit

Rp.12.000

12 juli

Pembelian

100 unit

Rp.15.000

22 juli

Penjualan

300 unit

Rp.25.000

27 juli

Pembelian

100 unit

Rp.20.000

30 juli

penjualan

50 unit

Rp.30.000

Pertanyaanya :

  1. Tentukan nilai persediaan akhir, harga pokok penjualan, dan laba kotor, apabila diasumsikan perusahaan memakai sistem periodik FIFO dan sistem perpetual FIFO

Jawab :

1. Sistem Periodik FIFO

Tanggal

Keterangan

Kuantitas

Harga (Rp.)

1 juli

Persedian Awal

100 unit @ Rp.10.000

1.000.000

5 juli

Pembelian

500  unit @ Rp.12.000

6.000.000

12 juli

Pembelian

100 unit @ Rp.15.000

1.500.000

17 juli

pembelian

100 unit @ Rp.20.000

2.000.000

Total

800 unit

10.500.000

Persediaan yang siap untuk dijual ialah senilai Rp.10.500.000,-

Unit pesediaan akhir yakni:

= persediaan (unit) yang siap dijual – unit terjual

= 800 unit – 350 unit

= 450 unit

Nilai unit akhir :

= 100 unit @ Rp.20.000

= Rp.2.000.000

= 100 unit @ Rp.15.000

= Rp.1.500.000

= 250 unit @ Rp.12.000

= Rp.3.000.000

450 unit

= Rp.6.500.000

Harga Pokok Penjualan :

= jumlah nilai persediaan yang tersedia untuk dijual – jumlah nilai persediaan unit akhir

= Rp.10.500.000 – Rp.6.500.000

= Rp.4.000.000

Laba Kotor:

= hasil penjualan – harga pokok penjualan

= Rp.9.000.000 – Rp.4.000.000

= Rp.5.000.000

2. Sistem Perpetual LIFO

Melalui metode perpetual LIFO ini kita bisa mengetahui hal-hal sebagai berikut:

Nialai persediaan = Rp.5.600.000,-

Harga pokok penjualan = Rp.4.900.000,-  

Laba Kotor         = Rp.9.000.000 –  Rp.4.900.000,-

Laba Kotor         = Rp.4.100.000,-

Demikian penjelasan dari kami mengenai  “Pengertian FIFO, LIFO, AVERAGE, HPP dan Contoh Soal Dengan 2 Pencatatan”. semoga penjelasan yang akuntanonline berikan dapat membantu para pembaca, dan menambah wawasan pengetahuan para pembaca setia akuntanonline.com. Terimakasih telah berkunjung ^^.

Baca juga:
[LENGKAP] Pengertian Surat Izin Tempat Usaha atau SITU dan Syarat-Syara Perpanjang SITU
[LENGKAP] Cara Mudah Membuat Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Perseorangan
[MUDAH] Pengertian Jurnal Umum dan Contoh Soal Jurnal Umum
3 Sistem Dasar Pemungutan Pajak di Indonesia

Leave a Comment